Arsitektur & Interior

Mengenal Konsep Boutique Hospital yang Menerapkan Healing Environment

Desain resepsionis.

Adanya pemahaman bahwa pelayanan/perawatan penyakit khusus seperti kanker, bayi tabung, dan lain- lain harus dilakukan di rumah sakit besar tidaklah benar. Justru pelayanan yang membutuhkan penanganan khusus bisa ditangani di rumah sakit tipe C. Yuk mari mengenal lebih dalam tentang Boutique Hospital!

  1. Pengertian Rumah Sakit Tipe C

Sumber Gambar : Behance.Net

Rumah sakit kelas C adalah rumah sakit yang menyediakan pelayanan kedokteran spesalis seperti penyakit dalam, bedah, kesehatan anak, serta pelayanan kebidanan dan kandungan. Adanya rumah sakit ini sangat menguntungkan dari aspek pasien maupun pekerja.

Dari segi biaya, pasien tidak perlu membayar administrasi yang terlalu mahal dibandingkan di rumah sakit besar. Dari segi efektivitas, pelayanan akan lebih terfokus, teratur, efesien dan tenaga medis bisa bekerja secara optimal.

2. Peran Desain pada Rumah Sakit untuk Pemulihan Pasien

Sumber Gambar : greshamsmith.com

Kesembuhan pasien tidak hanya karena obat dan perawatan, namun suasana yang diberikan oleh desain rumah sakit juga memegang peran besar untuk kesembuhan pasien khususnya untuk pemulihan.

Jika desain rumah sakit dingin dan rumit, hal itu dapat memicu stress pada pasien dan dapat memperburuk penyakit. Konsep desain dan gagasan yang berbeda dapat mengubah pandangan bahwa rumah sakit khusus untuk orang sakit.

3. Mengenal konsep Boutique Hospital

Sumber Gambar : Behance.net

Rumah sakit yang dirancang untuk memfasilitasi layanan khusus yang membutuhkan spesialisasi pekerjaan presisi tinggi. Tidak semua penyakit membutuhkan kekhususan yang sama sehingga perbedaan kebutuhan ini membutuhkan desain interior yang di desain khusus untuk memenuhi layanan tertentu, memberi desain yang spesifik serta optimal untuk aktivitas/ kegiatan di dalamnya.

 Tanpa melupakan tujuan utama boutique hospital yaitu untuk menyembuhkan pasien secara fisik maupun psikologis dan jiwa, konsep boutique hospital harus didukung dengan healing environment.

4. Pengertian Healing Environment

Sumber Gambar : Behance.net

Healing environment menurut Knecht adalah akomodasi fisik dan dukungan budaya untuk mendukung tubuh, pasien, keluarga, dan karyawan dalam mengatasi stress, penyakit dan pada saat rawat inap. Menurut Malkin, healing environment adalah mendukung pasien dan keluarganya untuk mengurangi stress yang disebabkan oleh penyakit, rawat inap, pemeriksaan kesehatan, pemulihan dan kesedihan. Kesimpulannya healing environment adalah desain dari lingkungan penyembuhan dirancang untuk mendukung proses pemulihan pasien secara psikologis.

Kesan yang menenangkan dengan mengaplikasikan desain bertema alam menggunakan material lokal. Desain boutique hospital harus dapat  melindungi dan menyembuhkan orang yang beraktivitas di dalamnya baik secara fisik maupun psikologi.

5. Pengunaan Material Close Pores

Sumber Gambar : Pinterest

Material yang berongga akan memicu menumpuknya kotoran dan menjadi celah terkumpulnya bakteri. Dimana seharusnya rumah sakit/ klinik menjadi tempat yang steril dan bersih. Material non-pore yang bisa digunakan: vinyl, epoxy, keramik/ terrazzo dengan nat rata sehingga mencegah debu, bakteri dan kuman untuk berkembang biak.

6. Integrasi Alam pada Desain untuk Mendukung Healing Environment

Sumber Gambar : archdaily.com

Untuk menerapkan healing environment pada boutique hospital harus ada pendekatan alam yang berhubungan erat dengan panca indera manusia. Alam sebagai unsur restoratif yang artinya bisa memberi pengaruh dan energi positif kepada orang yang berada di sekitarnya.

Tidak hanya secara visual namun healing bisa di support melalui indera pendengaran. Misalnya melalui suara air mancur, angin, hujan, burung dan lain- lain akan membantu pasien merasa lebih relaks.

7. Bright & Clean

Sumber Gambar : materialcreative.co.nz

Pemilihan material tentu berkaitan dengan kesesuaian dan warna. Pemilihan material harus mempertimbangkan material tersebut mudah dibersihkan dan aman. Seperti aluminium yang aman dari racun dan pemicu kanker, tahan lama dan anti karat serta mempunyai aneka ragam warna bahkan motif seperti kayu. Bahan dinding dapat menggunakan batu bata alami karena tahan api, daya serap air rendah dan tahan tekanan tinggi.

Warna ruang juga mempunyai berpengaruh besar terhadap psikologis pasien yang berhubungan dengan pemulihan pasien. Warna terang seperti putih, krem, coklat terang dapat memberi suasana terang, bahagia, cerah dan bersih. Suasana ini dapat memicu pasien untuk lebih cepat dan semangat untuk pulih.

8. Bentuk Curves

Sumber Gambar : Pinterest

Pertemuan antara dinding dan lantai maupun ujung tembok sebaiknya dibuat menjadi lengkung untuk mengurangi risiko kecelakaan terutama pada anak- anak selain itu juga mencegah bakteri/ debu untuk menempel dan lebih mudah untuk dibersihkan. Desain lengkung juga bisa mengubah paradigma mengenai interior rumah sakit yaitu “kaku” menjadi tempat yang aman dan nyaman.

9. Komunikatif & Informatif

Sumber Gambar : maena.com.br

Tentunya desain rumah sakit harus bersifat informatif dan komunikatif khususnya untuk pasien. Interior yang dapat menyampaikan informasi dengan jelas dan efesien adalah ketentuan yang harus ada di dalam rumah sakit. Namun informasi bisa disampaikan melalui desain yang beraneka ragam untuk memperkuat karakter ruang dan mendukung suasana ruang.

Itu dia sekilas info dan beberapa tips mengenai boutique hospital yang dapat kamu terapkan, menarik banget kan!

By: Funic Tandiono
Prodi Desain Interior Universitas Kristen Petra Surabaya
About author

Related posts
Arsitektur & Interior

Makin Betah di Kamar dengan Dekorasi Bernilai Personal

Arsitektur & Interior

Desain Interior untuk Gaya Hidup Sehat dengan Desain Biofilik

Arsitektur & Interior

Cara Memikat Minat Pengunjung Untuk Balik Ke Workshop Gallery Anda

Arsitektur & Interior

Pemanfaatan Furniture Bekas Dan Sampah Plastik Untuk Produk Interior