GenK LIFE

Mengenal Strawberry Generation di Masa Modern

Pernahkah kamu mendengar istilah Strawberry generation? Istilah ini berasal dari Bahasa Chinese dan dipakai buat orang-orang Taiwan yang lahir di tahun 1982 ke atas yang “mudah tergores” seperti stroberi, artinya mereka nggak bisa tahan terhadap tekanan sosial atau bekerja keras seperti generasi orang tua mereka. Sekarang kita pelajari aja istilah tersebut lebih lanjut.

Tentang Strawberry Generation

Sumber Gambar : linkedin.com

Istilah ini juga biasa disebut dengan generasi Stroberi dalam Bahasa Indonesia. Istilah tersebut menggambarkan sosok orang-orang yang pembangkang, manja, egois, sombong, serta lamban dalam bekerja. 

Jadi, istilah tersebut muncul dari persepsi bahwa orang-orang generasi ini tumbuh dewasa dengan dilindungi secara overprotektif oleh orang tua mereka, dan lingkungannya udah makmur dari segi ekonomi. Hal tersebut diibaratkan seperti stroberi yang tumbuh di rumah kaca dan terlindungi, serta dijual dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan buah lainnya.

Nah, istilah ini mulai populer di kalangan orang tua di Asia Timur, soalnya bisa menunjukkan seperti apa perilaku konsumerisme dari orang-orang yang tumbuh besar di kawasan atau kondisi psikologis tersebut. Generasi Stroberi ini merupakan orang-orang kelahiran pasca tahun 1980-an, dan sebutan tersebut digunakan untuk milenial di Asia, yang mana kalau di Barat disebut dengan Snowflake generation atau generasi Kepingan Salju. 

Penyebab Munculnya Strawberry Generation

Strawberry generation

Sumber Gambar : unsplash.com

Bukan tanpa sebab generasi Stroberi bisa muncul. Jadi, orang-orang yang lamban, pemalas, dan lemah ini menjadi demikian karena tumbuh dan dibesarkan dengan cara yang berbeda dari generasi orang tua mereka dahulu kala. Namun, sebenarnya kita bisa memutus mata rantai tersebut, dengan mengubah pola asuh anak-anak generasi mendatang, biar menjadi manusia-manusia kuat.

Buat orang tua baru atau calon orang tua, berikut hal yang memicu seorang anak bisa jadi generasi Stroberi:

  • Membelikan Semua yang Mereka Inginkan

Yang benar itu seorang anak bisa mengerti dan menerima kata “nggak” alias penolakan. Kalau orang tua zaman dulu emang ketat. Sementara, orang tua zaman sekarang sering memilih buat memenuhi permintaan anaknya, apapun pasti dibelikan. Jadi, anak bakal sulit buat menerima penolakan.

  • Mengganti Waktu dengan Uang

Dunia sekarang ini selalu sibuk. Membangun karier dan keluarga sama pentingnya. Jadi, orang tua seringkali memberi kompensasi buat waktu yang nggak bisa dihabiskan bersama anak, dengan uang saku yang banyak. Jadi, anak bakal berpikir, wajar kalau orang tua selalu memberi mereka uang. 

  • Nggak Pernah Menghukum Anak

Strawberry generation

Sumber Gambar : lanningfinancial.com

Orang tua perlu kritis terhadap perilaku anak. Sebab, orang tua adalah guru, pendidik, dan teman pertama mereka. Kalau orang tua nggak menghukum anak saat berbuat salah, maka artinya orang tua memperbolehkan anak melakukan kesalahan tersebut, sampai akhirnya itu jadi kebiasaan sang anak.

  • Membantu Anak Melebihi Seharusnya

Sekilas kelihatannya ini baik, tapi orang tua yang terlalu berlebihan membantu anak, bahkan buat menyelesaikan tugas paling kecil dan remeh, bisa menimbulkan efek yang buruk. Anak bakal terbiasa bergantung dalam hubungan apapun itu, dan kurang mampu menyelesaikan masalah.

  • Punya Ekspekstasi yang Nggak Realistis

Strawberry generation

Sumber Gambar : allprodad.com

Anak adalah kebanggaan orang tua. Nggak heran kalau orang tua suka memanjakan anak. Tapi, dengan begitu, anak-anak jadi punya standar yang nggak realistis, saat mereka udah memasuki dunia nyata nantinya. Mereka jadi selalu ingin dimanja, dan gampang merengek, karena orang tua biasa memanjakan seperti itu.

Jadi, itu tadi tentang Strawberry generation. Merasa termasuk dalam generasi ini? Nggak ada waktu, ayo bangun dan mulai berubah saat ini juga. Atau, kamu orang tua baru dengan anak yang masih mungil? Mulailah sekarang untuk lebih bijak mendidik si kecil, biar kelak dia menjadi pribadi dewasa yang tangguh.

About author

Related posts
GenK LIFE

Pentingnya 3V dalam Public Speaking Biar Sukses Bicara di Depan Umum

GenK LIFE

Waspada Mental Block Bikin Produktivitas Menurun, Kenali Ciri dan Cara Mengatasinya

GenK LIFE

Kenalan Dengan Claudia Emmanuela Santoso, Penyanyi Yang Membawakan Hymne Special Olympic 2022

GenK LIFE

Sering Dikira Sama, Kenali Perbedaan Asam Lambung dan GERD