GenK LIFE

Mengupas Ampuhnya Strategi Marketing yang Diadopsi dari Taktik Perang Sun Tzu

Siapa nggak kenal Sun Tzu, seorang filsuf sekaligus ahli strategi militer dari Tiongkok? Dalam sejarah, dia adalah jenderal perang terbaik karena kehandalannya dalam menyusun strategi perang. Saking jagonya, perang apa pun akan berakhir dengan kemenangan di pihak Sun Tzu jika memakai taktik perangnya, GenKs.

Yups, emang sehebat itu strategi Sun Tzu yang lebih dikenal dengan istilah The Art of War, untuk bikin musuh kocar-kacir.

Lalu apa hubungannya strategi perang Sun Tzu dengan strategi marketing dalam dunia bisnis?

Jangan salah, menurut entrepreneur jaman modern, strategi Sun Tzu juga ampuh banget jika diterapkan dalam dunia bisnis. Bahkan salah satu tulisannya, β€œBerpikir keras (menyiapkan strategi), lebih penting ketimbang bertarung habis-habisan”, masih sangat relevan hingga kini, lho, guys.

Eits, meskipun begitu, seorang pemimpin yang baik tetap harus memahami terlebih dahulu apa tujuan mereka sebelum menyiapkan atau menyusun taktik. Nah, barulah setelah itu, mereka bisa menyiapkan langkah yang tepat untuk mencapai tujuan akhir tersebut.

Yuk, kita simak bareng-bareng seperti apa strategi bisnis yang diadopsi dari taktik perang The Art of War milik Sun Tzu berikut:

1. Memanfaatkan Persaingan Harga

Sumber Gambar : taylorwells.com.au

Harga bisa berperan sebagai strategi marketing dalam bisnis ketika target pasar belum tahu sebagus apa kualitas produkmu dan apa bedanya produk yang kamu tawarkan dengan produk kompetitor. Selain cerdas memasang harga, hal penting lainnya dalam strategi bisnis adalah memanfaatkan media murah atau gratis untuk mengiklankan produk.

Coba lihat bagaimana produk jajanan merk Maicih yang berupa keripik pedas bisa menjadi begitu populer. Atau Steak Hotel by Holycow yang malah semakin marak. Semua itu karena mereka mempromosikan produknya lewat platform media sosial yang gratis untuk menjangkau target yang lebih luas, GenKs.

Dan jangan salah, bahkan Holycow mengaku pihaknya menerapkan strategi persaingan harga agar bisa menang dalam kompetisi dengan para kompetitor yang memasang harga lebih tinggi.

2. Berani Mengambil Risiko

Sumber Gambar : gannett.com

Strategi marketing kedua yang terinspirasi dari taktik perang Sun Tzu adalah dare to take risk.

FYI, strategi ini pernah diadopsi oleh Richard Branson yang pergi keliling dunia dengan balon udara. Meski akhirnya gagal mengelilingi dunia, tapi dia berani mengambil resiko. Dan karena usahanya itu, Branson sukses meningkatkan kepopuleran brand-nya.

3. Memecahkan Tantangan Besar yang Ada di Hadapan

Sumber Gambar : wpengine.netdna.com

Tantangan ada untuk kamu pecahkan. Jika berhasil melakukannya, namamu bakalan langsung meroket, guys.

Hayo, percaya nggak, GenKs? Coba ingat-ingat lagi, deh. Jauh sebelum Apple ada, semua orang di dunia percaya bahwa nggak mungkin membuat perangkat touchscreen. Tapi nyatanya, Apple kemudian muncul dan memperkenalkan iPhone, smartphone pertama yang dibekali dengan fitur layar sentuh.

Akhirnya setelah melihat kesuksesan iPhone besutan Apple, banyak kompetitor yang latah ikut-ikutan menerapkan gaya touchscreen iDevice. Meski begitu, produk pintar Apple masih tetap menjadi yang paling digemari hingga sekarang, lho.

Itulah pentingnya jeli melihat tantangan apa yang ada di hadapan, lalu mencari solusi untuk memecahkannya. Sekali pun kamu gagal, orang akan mengenali usahamu berjuang memecahkan suatu problem yang ada, kok. Apalagi kalau berhasil, wah, dijamin namamu akan terus dikenang selamanya.

Selain tiga poin strategi marketing yang diadopsi dari taktik perang sang ahli perang Sun Tzu di atas, jangan lupa mengambil pelajaran dengan mengevaluasi diri sendiri, terutama ketika kamu menghadapi kegagalan, GenKs.

About author

Related posts
GenK LIFE

Menjaga Hidrasi Kulit dengan Glow Better Coconut Series. Yuk Ketahui Urutan Pakainya!

GenK LIFE

10+ Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022 untuk Keluarga, Teman hingga Pacar

GenK LIFE

Kenali 5 Jenis Jerawat dan Tips Mengatasinya Agar Tidak Membekas

GenK LIFE

Olahraga Saat Puasa? Why Not! Ini Jenis Olahraga yang Dapat Kamu Lakukan di Bulan Ramadan