Creativepreneur and Career

Konsep AIDA, Jurus Jitu untuk Copywriting yang Menjual

konsep-aida

Setiap hari selalu ada informasi terbaru yang berasal dari penjuru dunia. Informasi tersebut disuguhkan dengan headline yang memang dirancang untuk menarik perhatianmu. Entah itu dari website, billboard, televisi, radio, artikel, email, atau unggahan Instagram yang kamu lihat sehari-hari. Masing-masing media tersebut punya jurus tersendiri dalam bersaing untuk dapat menarik perhatianmu sebagai audiens. Sebagai seorang marketer atau orang yang berkecimpung di dunia advertising, kamu harus mengenal konsep dasarnya terlebih dahulu, yakni konsep AIDA.

Apa itu model AIDA? Singkatnya nih, AIDA adalah konsep yang banyak digunakan dalam dunia marketing dan advertising, berasal dari singkatan attention (perhatian), interest (minat), desire (keinginan), dan action (aksi). Dengan menggunakan konsep AIDA, kamu bisa mengubah halaman kosong menjadi sesuatu yang menarik perhatian sehingga mampu menggerakkan audiens untuk mengambil tindakan tertentu.

Konsep AIDA untuk Copywriting

konsep-aida-dalam-copywriting

Model copywriting dengan AIDA (Sumber: startupdevkit.com)

Konsep AIDA adalah salah satu model di dunia advertising yang paling lama digunakan, yakni sejak abad ke-19. Penerapan konsep ini akan memberikan pemahaman yang amat penting dari sisi konsumen terhadap apa yang mereka inginkan. Rumus ini biasa digunakan dalam praktik content marketing. Contohnya, saat menulis copy di suatu iklan atau membuat artikel di blog.

Nah, buat kamu yang tertarik mempelajari lebih dalam soal konsep AIDA jangan sampai ketinggalan informasinya, karena di sini kami akan membahas satu per satu dari konsep AIDA itu sendiri. Mari kita simak dari poin pertama.

1. Attention

aida-attention

Ilustrasi konsep ‘attention’ dari teknik AIDA (Sumber: niagahoster.co.id)

Attention merupakan fokus pertama dari konsep AIDA yang mengajarkan kamu agar berhasil menarik perhatian audiens. Caranya bisa dengan membuat headline atau judul yang bikin penasaran, kemudian ditambah dengan gambar, video, dan kalimat pembuka yang ciamik. Lewat elemen tekstual dan visual tersebut, kamu harus bisa bikin audiens berpikir bahwa kamu punya jawaban dari pertanyaan mereka.

Coba deh, kamu perhatikan konten KFC ini. Bisa dilihat kalau tujuan konten ini bukan untuk promosi atau mendorong penjualan. Fokusnya hanya satu, yaitu: menarik perhatian. Hal ini bisa dilihat dari tulisan dan gambar konten yang mengundang respon para pembaca. Apalagi, didukung dengan caption yang mengajak audiens untuk beramai-ramai tag akun lain di kolom komentar. 

Nah, konten hiburan seperti inilah yang kerap dimanfaatkan untuk menarik perhatian calon konsumen. Kamu bisa menggunakan cara ini juga di berbagai media, seperti artikel blog, video, infografis, dan postingan media sosial.

Baca Juga :   Kamu Hobi Menulis? Ini Dia 7 Profesi yang Cocok Buat Kamu

2. Interest

konsep-aida-interest

Ilustrasi konsep ‘interest’ pada teknik AIDA (Sumber: instagram.com/kreativv_id)

Nah, setelah berhasil menarik perhatian audiens, sekarang saatnya masuk ke tahap interest. Tahap ini merupakan yang paling menantang, karena meskipun kamu sudah berhasil menarik perhatian audiens, tapi belum pasti kamu bisa engage dengan mereka. Lantas, apa yang harus dilakukan?

Dalam tahap ‘interest’ konsep AIDA, kamu harus bisa menonjolkan sisi keunggulan produk sehingga membuat konsumen menyukai dan tertarik dengan produk tersebut. Tapi ingat, buat konten ini tentang konsumen kamu, bukan tentang kamu ataupun produkmu. Produk atau layanan harus benar-benar menyelesaikan masalah bagi orang yang menggunakannya. Bukan karena kamu, bukan karena perusahaan dan bukan karena produk. Ini tentang menyelesaikan masalah mereka.

Contohnya konten Kreativv yang membahas tentang makanan pengusir burnout. Konten ini berisikan hal-hal yang akan jadi solusi audiens yang kerap merasakan kelelahan atau burnout akibat pekerjaan di kantor. Karena konten ini jadi solusi audiens, maka dengan senang hati audiens akan berinteraksi dengan geser ke kiri untuk melihat image berikutnya, like, comment, dan bahkan share kepada teman lain yang membutuhkan solusi yang sama.

Baca Juga :   5 Tips Facebook Marketing untuk Membangun Brand-mu
About author

Related posts
Creativepreneur and Career

Kenalan dengan Model Bisnis D2C Yuk, Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Creativepreneur and Career

Gampang! Ini Cara Membuat Linktree di Instagram untuk Meningkatkan Traffic

Creativepreneur and Career

Tips Membuat CTA / Call to Action Paling Ampuh

Creativepreneur and Career

7 Rekomendasi Aplikasi Kasir Gratis Terbaik untuk Bisnis Online