fbpx

Yuk Kenali Tren 8D Audio Beserta Cara Membuatnya!

Dibaca Normal: 4 menit aja 😊
8d audio

Konser musik memang punya euforianya sendiri, tapi bagaimana jadinya kalau kamu merasakan hype-nya saat berada di kamar? Semuanya bisa kamu dapatkan lewat 8D audio. Mari simak penjelasan lengkapnya di sini, GenK!

Kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan musik 3D. Mendengar musik layaknya sedang berada di konser memang bikin nagih. Hal ini berlaku terutama buat kamu yang suka pergi menonton konser atau sekadar mendengar lagu yang dinyanyikan secara live

Mau dengar lagu western versi 3D? ada.

Lagu K-Pop? juga ada dong.

3D audio menawarkan konsep yang unik. Rasanya kamu sedang berdiri di tengah aula dengan speaker yang ada di setiap sudut ruangan. Maraknya musik 3D di internet membuat jenis musik lainnya ikut menjamur, salah satunya adalah 8D.

Bagi kamu yang penasaran soal 8D audio, kami punya penjelasan singkatnya nih, GenK. Yuk disimak!

Apa Itu 8D Audio?

8D Audio 1

Ilustrasi pengaturan audio (sumber: pexels.com)

Bukan cuma 3D, sekarang ada musik 8D, 12D, 16D, bahkan sampai 24D.

Sekarang sedang marak video YouTube yang mengunggah lagu-lagu dalam format 8D. Dengan fromat ini, kamu akan merasakan sensasi tergelitik di kepala. Hal ini terjadi karena musik yang kamu dengar seakan-akan berputar mengelilingi kepalamu.

Jadi pusing dong, GenK?

Alih-alih pusing, jenis musik seperti ini malah banyak banget penggemarnya loh. Kalau kamu perhatikan, jumlah views pada unggahan video 8D bisa sampai puluhan ribu, ratusan ribu, bahkan jutaan views

Banyak banget!

Salah satunya adalah lagu Thank U, Next dari Ariana Grande yang diunggah oleh 8D TUNES. Kini sudah ditonton lebih dari 4 juta views loh

Terus apa dong yang membedakan 8D dengan 3D? 

Yap, keduanya sama-sama membuat lagu yang sudah ada dan diubah menjadi berdimensi. Bedanya, hasil musik 8D lebih menggelitik, karena ada sensasi berputar-putar di kepala.

8D audio adalah sebutan yang dibuat untuk membuat tren baru. Padahal teknik yang digunakan sama saja dengan 3D.

Baca Juga   Main Piano di mana Saja dengan Piano Roll
 

Surround Sound, Dasar dari 8D

Mungkin sebutan yang lebih tepat digunakan untuk teknik 8D adalah surround sound yang dapat kamu rasakan saat pergi menonton film di bioskop. Suara yang terdengar seakan-akan nyata deh.

Surround sound adalah teknik yang umumnya digunakan saat pemutaran suara di bioskop. Berasal dari sumber audio dengan beberapa kanal audio tambahan yang berasal dari speaker (multiple audio channels).

8D Audio 2

Denah surround sound (sumber: en.wikipedia.org)

Teknik seperti ini kemudian disederhanakan menjadi sesuatu yang lebih simpel. Siapa pun bisa membuat karya surround sound hanya dengan aplikasi edit audio yang bisa kamu install di PC atau laptop.

Sebelum membuat musik 8D, ada baiknya kamu pahami terlebih dulu apa perbedaan mono dan stereo. Yang membedakannya adalah jumlah saluran audionya. Mono menggunakan jenis saluran tunggal, sedangkan stereo menggunakan dua atau lebih saluran audio. 

Membuat Stereo dengan Teknik Panning Audio 

Masih berhubungan dengan mono dan stereo, gunakan teknik panning audio untuk membuat 8D, GenK.

Seperti yang ditulis dalam artikel Teach Me Audio, Panning Instruments (2/11/2018), panning audio adalah penyebaran sinyal mono dalam bidang suara stereo yang merupakan multi-channel. Dengan teknik ini kamu bisa membuat dimensi dalam campuran instrumen yang keluar dari tengah, kiri, dan kanan.

Agar terdengar seimbang, jika ada suara yang di-panning ke sisi kanan, maka suara yang lain sebaiknya di-panning ke arah yang lain. 

Misalnya kamu ingin membuat lagu dengan iringan dua gitar listrik. Geser arah pan ke sebelah kiri sebesar 40%, maka yang kanan digeser sebesar 40% juga untuk membuat dimensi yang seimbang.

Baca Juga   Cara dan Tips Membuat Musikalisasi Puisi Sederhana

Cara Membuat 8D Audio

8D Audio 3

Ilustrasi mendesain audio (sumber: pexels.com)

Yuhuuu… saatnya praktik!

Nah, karena tadi kami sudah membahas seputar 8D audio beserta teknik yang digunakan, sekarang saatnya kamu coba membuatnya deh. Di sini kami akan membagikan caranya, tapi pastikan kamu sudah punya aplikasi Adobe Audition CC untuk mendesain audio.

1. Buka Adobe Audition CC

2. Buat proyek baru dengan klik File > Open, kemudian pilih lagu yang ingin kamu ganti jadi 8D audio, klik oke.

3. Klik tombol play untuk mendengar lagu sebelum diedit untuk mendengar perbedaannya setelah finalisasi.

4. Sekarang saatnya pengaturan efek. Caranya buka menu Effects > Special > Doppler Shifter.

5. Kemudian akan keluar tab pengaturan untuk Doppler Shifter. Berikut adalah presets-nya, GenK.

Path Type Pilih yang lambang playback
Radius 55 m
Velocity 45 m/s
Starting Angle 200
Center in Front by 0 m
Center on Right by 0 m
Adjust Volume based on Direction
Quality Perfect (slowest)

6. Jika sudah mengisi tab bagian Doppler Shifter dengan benar, selanjutnya klik apply untuk menyimpan hasil pengaturan.

7. Klik play lagi untuk mendengarkan hasil editan kamu. Gunakan headset atau earphone terbaik agar dapat mendengar perbedaan mono dan stereo.

8. Kalau sudah sesuai dengan keinginanmu, segera simpan proyek ke device kamu. Caranya dengan klik File > Save. Sedangkan untuk mengganti nama caranya klik File > Save As.

Baca Juga   Rich Brian dan Niki: Gelombang Go International Selanjutnya

9. Langkah terakhir yang mesti kamu lakukan adalah render audio. Caranya klik File > Export > Export with Adobe Media Encoder.

10. Ganti nama dan pilih lokasi penyimpanan. Kemudian pilih format dari Adobe Media Encoder.

11. Untuk mengetahui saluran track yang ada di dalam saluran multi-track, klik Change.

12. Jika kamu ingin mengekspor bagian tertentu dari proyek saja, gunakan Range untuk memilih Time Selection.

13. Musik 8D buatanmu sudah jadi deh! 


Nah, bagaimana tutorialnya? Apakah berhasil? Kalau ya, jangan lupa untuk membagikan hasil editan kamu di media sosial. Ternyata membuat 8D audio itu mudah banget! Eits, tapi jalan lama-lama dengar musik 8D, bisa-bisa kamu malah pusing, GenK.

Tentang Penulis

Yurista Andina atau yang kerap disapa dengan Yuri ini merupakan lulusan Desain Komunikasi Visual. Dari hobi, kini menulis telah menjadi passion yang digeluti oleh perempuan penggemar musik K-Pop ini. Saat ini ia bekerja sebagai Content Writer di Kreativv ID. Saat tidak disibukkan dengan pekerjaan kantor, ia sering menghabiskan waktu untuk menulis cerita fiksi.

Tulis Komentar

Artikel Terkait
Musik

Yuk Cari Tahu Apa Sih Perbedaan Mono dan Stereo!

Musik

4 Rekomendasi Aplikasi Edit Audio PC

Musik

Rekomendasi Earphone Terbaik Biar Dengerin Musik Makin Asyik

Musik

5 Etika Cover Lagu yang Wajib Kamu Perhatikan

Musik

Main Piano di mana Saja dengan Piano Roll

Musik

Belajar Buat Lagu Sendiri Yuk!

Musik

Serunya Bermusik lewat Music Box Hole Punch

Musik

Apa Sih Sebenarnya Musik Indie Itu?

Musik

20 Alat Musik Tradisional Indonesia yang Mendunia

Musik

5 Jenis Alat Musik Unik dalam Bermusik

Musik

5 Tips Mendapatkan Musik Tanpa Copyright

Musik

5 Rekomendasi Musisi Korea Selatan di Luar Kpop

Musik

Rich Brian dan Niki: Gelombang Go International Selanjutnya

Musik

Cara dan Tips Membuat Musikalisasi Puisi Sederhana

            Artikel Selanjutnya