fbpx

5 Etika Cover Lagu yang Wajib Kamu Perhatikan

Dibaca Normal: 4 menit aja 😊
etika cover lagu

Meng-cover lagu di media sosial bukanlah hal yang asing lagi. Namun persoalannya, kegiatan membuat lagu-lagu cover ternyata menimbulkan pro dan kontra. Makanya kamu sebagai musisi muda harus tahu pentingnya etika saat membuat cover version dari lagu seseorang.

Banyak penyanyi di internet melakukan cover lagu milik orang lain. Bahkan beberapa dari mereka ada yang namanya melejit dan sampai diundang ke acara-acara musik ternama untuk menyanyikan cover version dari lagu tersebut.

Kemudian muncul banyak tanggapan pro-kontra. Beberapa orang beranggapan bahwa seharusnya sebelum membuat cover version, kita harus minta izin terlebih dahulu, tapi ada pula yang beranggapan sebaliknya.

Jadi, bagaimana sebetulnya cara cover lagu yang benar?

Pro dan Kontra Cover Lagu

cover lagu 1

Contoh video cover lagu (sumberContoh video cover lagu (sumber: routenote.com): routenote.com)

Banyak penyanyi cover version yang mendulang apresiasi dan keuntungan lebih banyak daripada musisi asli yang pertama kali mematenkannya. Sehingga banyak musisi baru yang ingin mengadu peruntungan dengan cara yang sama agar cepat terkenal dan sukses.

Penyanyi-penyanyi dadakan di internet berlomba mengunggah video cover, ada yang a la kadarnya, ada pula yang dengan semaksimal mungkin mematangkan konsep. Tidak sedikit loh yang serius menggarap versi cover, baik dari segi teknik bernyanyi, alat musik yang digunakan, dan teknik sinematografi untuk menghasilkan video yang memukau. Niat banget deh!

Tapi kenapa banyak dari video tersebut yang tidak di take down ya?

Terus bagaimana masalah royalti?

Masa sih penyanyi aslinya tidak menuntut?

Jawabannya sangat sederhana. Semua tergantung dengan penyanyi asli. Mereka berkenan jika lagunya di cover atau tidak. Para peng-cover lagu harus paham risiko ini.

Salah satu masalah yang timbul dari kebiasaan membawakan lagu orang lain dan mengunggahnya di internet adalah saat penyanyi cover version namanya lebih melejit dan populer dibandingkan dengan penyanyi asli. Kalau begini, penyanyi asli atau pemilik lagu akan merasa dirugikan.

Di sisi lain, proses perizinan yang rumit menjadi alasan terbesar banyaknya orang yang memilih jalan pintas tanpa meminta izin terlebih dahulu.

Supaya lebih paham, yuk kita bahas, GenK!

Baca Juga   20 Alat Musik Tradisional Indonesia yang Mendunia

Rumitnya Mengurus Perizinan Cover Lagu

Idealnya, membuat cover version sama saja meminjam karya milik orang lain. Sehingga memerlukan izin dari penyanyi yang bersangkutan, karena mereka jelas memiliki hak penuh atas karyanya.

cover lagu 2

Contoh video cover lagu (sumber: ovas.org)

Akan tetapi mengurus perizinan cover lagu itu tidak sepraktis itu loh. Kamu memerlukan waktu yang panjang dan juga biaya jika dibutuhkan. Tidak cuma berurusan dengan penyanyi asli, tapi kamu juga mesti berurusan dengan label musik yang menaungi penyanyi tersebut.

Buat memikirkan prosedurnya saja sudah pusing ya, GenK.

Bisa-bisa mood keburu hilang. Ujung-ujungnya gak jadi deh. Ini akan terasa sulit banget untuk musisi baru yang belum terbiasa dengan pola kerja dunia permusikan dan hak cipta.

Alasan inilah yang memperkuat banyak penyanyi yang melakukan cover dan mengunggahnya ke internet tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada empunya.

Baca Juga   Belajar Buat Lagu Sendiri Yuk!

Etika Saat Melakukan Cover Lagu

Nah, jika kamu ingin membuat cover dari lagu kesukaanmu, sebaiknya perhatikan 5 etika berikut. Gunanya agar kamu lebih mengapresiasi karya pemilik lagu. Langsung saja disimak, GenK!

1.Tahu siapa nama musisi yang ingin kamu cover lagunya

 Kamu mesti banget tahu siapa musisi asli yang menyanyikan lagu yang akan kamu cover nantinya. Sehingga kamu bisa sadar sepenuhnya bahwa ini adalah lagu orang lain dan kamu tidak bisa sembarangan saat mengunggahnya di medsos.

2.Menulis credit di judul dan deskripsi video

Menulis credit di judul dan deskripsi merupakan salah satu cara kamu untuk mengapresiasi karya si musisi asli. Warganet mesti tahu kalau lagu yang kamu nyanyikan adalah milik orang lain dan bukan kamu yang memegang kuasa atas lagu tersebut.

Pastikan kamu sudah menulis di judul dan deskripsi dengan benar. Kalau perlu kamu tambahkan juga tanggal rilis, pencipta lagu, dan nama label yang menaungi musisi tersebut. Apabila versi asli lagu itu ada di internet, YouTube, Soundcloud, atau yang lainnya, cantumkanlah tautannya di bagian deskripsi.

Selain dengan metode ini, sebenarnya YouTube memiliki fitur Content ID yang dengan otomatis memindai video yang sudah diunggah. Komposisi, rekaman suara, sampai video dapat terdeteksi bila ada kesamaan dengan karya yang sudah didaftarkan. Sehingga kamu dapat tahu mana musik no copyright dan mana musik yang sudah didaftarkan hak cipta.

3.Bukan untuk kepentingan komersial

Yap, ini penting banget, GenK! Menjadikan lagu-lagu cover untuk kepentingan komersial merupakan tindakan yang salah. Jangan sampai kamu tergiur dengan keuntungan yang ditawarkan, padahal lagu tersebut bukanlah milikmu. Kecuali kamu sudah punya izin dengan penyanyi asli dan juga kontrak pembagian royalti yang tertulis di atas materai.

4.Tidak diproduksi masal

Memproduksi lagu cover dalam jumlah yang banyak juga termasuk pelanggaran. Merilisnya dalam bentuk fisik seperti CD dan menjualnya ke khalayak umum adalah sebuah kesalahan besar. Bisa-bisa musisi asli menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan masalah ini, GenK.

5.Tidak dimasukkan ke dalam aplikasi dengar musik online

Masih sama dengan poin di atas, merilis lagu cover di aplikasi dengar musik online juga melanggar aturan. Ada banyak aplikasi dengar musik online yang sedang naik daun. Memang sih, dengan merilis lagu di sana, kamu akan mendapatkan keuntungan yang terbilang cukup besar. Apalagi sekarang orang-orang lebih memilih mendengar musik secara online ketimbang membeli album fisik.

Catatan Penting!

cover lagu 3

Contoh video cover lagu (sumber: videohive.net)

Perlu diingat, meskipun kamu sudah melakukan 5 etika cover lagu yang sudah kami sebutkan di atas, penyanyi asli tetap memiliki hak sepenuhnya atas lagu tersebut.

Kelima etika di atas hanya sebagai cara lain untuk mengapresiasi karya pemilik lagu. Kalau sewaktu-waktu pemilik lagu memintamu menghapus cover version kamu atas karyanya, kamu harus menerimanya.


Itu dia penjelasan singkat seputar persoalan yang sedang hits ini. Sekarang kamu jadi lebih tahu bagaimana mekanisme di dalam dunia permusikan. Bijaklah dalam membuat cover lagu, GenK!

Simpan Artikel Ini.

Simpan artikel ini untuk kamu baca lagi nanti, GenK.

Tulis Komentar

Artikel Terkait
Musik

Main Piano di mana Saja dengan Piano Roll

Musik

Belajar Buat Lagu Sendiri Yuk!

Musik

Serunya Bermusik lewat Music Box Hole Punch

Musik

Apa Sih Sebenarnya Musik Indie Itu?

Musik

20 Alat Musik Tradisional Indonesia yang Mendunia

Musik

5 Jenis Alat Musik Unik dalam Bermusik

Musik

5 Tips Mendapatkan Musik Tanpa Copyright

Musik

5 Rekomendasi Musisi Korea Selatan di Luar Kpop

Musik

Rich Brian dan Niki: Gelombang Go International Selanjutnya

Musik

Cara dan Tips Membuat Musikalisasi Puisi Sederhana

            Artikel Selanjutnya