Creativepreneur and Career

Panduan Hemat dan Anti Ribet Bikin Lookbook untuk Brand Fashionmu

lookbook

GenKs, tahu nggak, sih, kalau lookbook adalah satu hal yang wajib kamu buat sebagai pemilik bisnis yang bergerak di industri fashion di era serba online seperti sekarang ini? What?! Emang sepenting itukah? Kok, bisa? Lookbook sendiri dianggap sebagai tool komunikasi yang sangat diperlukan bagi brand fashion.

Kehadirannya di toko online-mu bisa menginspirasi pelanggan. Karena dengan adanya lookbook, pelanggan bisa melihat-lihat apa saja produk yang kamu tawarkan. Selain itu, karena lookbook memberi gambaran ketika produk dipakai model, sehingga konsumen pun jadi semakin yakin untuk membeli, deh.

Coba deh, kamu posisikan dirimu sebagai seseorang yang mampir ke sebuah toko online suatu jenama pakaian. Nah, di sana kamu melihat ada item fashion kece yang sangat menarik perhatian. Sayangnya kamu nggak tahu gimana cara me-mix-and-match-kan produk itu supaya makin trendi dan nggak bikin mati gaya.

Dan akhirnya kamu malah batal mengorder, cuma gara-gara mereka nggak menyediakan lookbook sebagai contekan buat audiens-nya.

Kasus seperti ini cukup sering dirasakan calon pembeli, lho, guys. So, emang sepenting itu menambahkan fitur lookbook di toko online-mu.

Nah, supaya kamu bisa membuat lookbook yang anti ribet untuk brand fashion-mu tanpa merogoh kocek dalam-dalam, ikuti tips berikut ini, yuk, GenKs!

  1. Pertimbangkan Siapa yang Akan jadi Target Pasarmu

Sumber Gambar : scalingretail.com

Agar bisa membuat lookbook tanpa mengeluarkan biaya dan tanpa berpusing-pusing ria, pastikan kamu memperhatikan lebih dekat siapa sih, audiens yang akan kamu jadikan target utama brand-mu. Coba jawab pertanyaan berikut, deh, supaya makin mudah:

  • Produkmu kamu tawarkan untuk siapa?
  • Gimana mereka biasanya berpenampilan?
  • Foto seperti apa yang paling mereka suka?

Jika semua pertanyaan ini sudah terjawab, kamu bisa lanjut memilih model yang nantinya akan terlihat familiar, tapi tetap menarik bagi target pasarmu. Dan untuk lokasi pemotretannya, kamu bisa memilih tempat di mana audiensmu sering berada atau kadang-kadang mereka kunjungi.

2. Tekan Biaya Seminimal Mungkin

Sumber Gambar : makesnoise.com

Urusan pengeluaran menjadi tantangan terbesar bagi kebanyakan brand fashion baru. Nggak masalah, kok, guys, kalau kamu meminta bantuan orang-orang terdekat, seperti teman atau keluarga, untuk menjadi model.

Atau mungkin ada kenalan baikmu yang punya ruangan estetik atau taman belakang yang cantik dan bisa dipinjam untuk sesi pemotretan.

3. Berikan Elemen Desain Penunjang

Sumber Gambar : medium.com

Nah, setelah stok fotomu mencukupi, jangan lupa tambahkan elemen desain dan informasi pendukung lainnya, ya, guys. Kamu bisa menyertakan hal-hal seperti, nama atau kode produk, harga, jenis kain atau pun varian warna di lookbook-mu.

Gunakan program desain seperti Photoshop, Illustrator, InDesign atau Gimp untuk menambahkan info-info di atas. Lalu simpanlah file dalam format pdf. Tool online seperti Issuu atau Lucidpress bisa membantu banget buat kalian yang ingin menghidupkan konten digitalmu dengan cara yang menarik.

4. Perlu Dicetak atau Enggak, sih, guys?

lookbook

Sumber Gambar : newsweek.com

Apakah lookbook cukup disimpan dalam bentuk pdf dan e-book, ataulah perlu dicetak? Well, kalau yang ini sih, tergantung kebutuhan dan anggaran, sih, GenKs.

Biasanya mencetak lookbook dilakukan untuk brand fashion yang sering mengikuti event offline atau punya toko fisik.

5. Jangan Lupa Promosikan Lookbook-mu!

lookbook

Sumber Gambar : alfaera.com

Langkah terakhir setelah lookbook-mu rampung dan tampilannya sesuai dengan yang kamu mau, nggak pake lama, langsung pasang di tokomu.

Jangan ragu untuk menyebarluaskan lookbook-mu lewat semua akun media sosialmu. Kamu juga bisa, lho, mengirimkannya ke beberapa influencer, lalu minta mereka memberikan tanggapan atau memamerkannya di blog dan akun medsos mereka. Jadi, makin banyak orang yang tahu lookbook brand fashion-mu.

About author

Related posts
Creativepreneur and Career

Tips Memanfaatkan Podcast Untuk Bisnis Agar Makin Cuan Tahun 2022

Creativepreneur and Career

Lighting Designer, Profesi Menjanjikan yang Jarang Diperhatikan

Creativepreneur and Career

Cara Cerdas Buat Menjawab "Kenapa Kamu Ingin Pekerjaan Ini" Saat Interview

Creativepreneur and Career

Kulik-Kulik tentang Crowdfunding: Pengertian, Kelebihan dan Kiat Menjalankannya