GenK LIFE

Panic Buying: Keinginan vs Kebutuhan untuk Bertahan Hidup

Keinginan vs Kebutuhan

panic buying

Belanja di supermarket (sumber: thejakartapost.com)

Apakah kamu salah satu orang yang mengalami panic buying saat virus corona di Indonesia resmi diumumkan? Jika iya, itu bukan suatu kesalahan, karena salah satu insting manusia adalah bertahan hidup. Hanya saja, kamu perlu menjernihkan pikiran sebelum gila-gilaan membeli dan menimbun semua barang kebutuhan, padahal barang tersebut bukanlah prioritasmu. Jangan sampai adanya wabah atau bencana membuat kamu mendadak jadi konsumtif. 

Perilaku konsumtif akan menjadi berbahaya jika kamu sedang berada di saat-saat genting. Konsumtif adalah perilaku seseorang yang sering membelanjakan uangnya dalam jumlah besar. Ingat bahwa panic buying berbeda dengan konsumtif. Akan sangat disayangkan jika masyarakat hari ini lebih mengutamakan keinginan dibanding kebutuhan. 

Baca Juga :   Cara Menjalani Gaya Hidup Minimalis Tanpa Membebani Diri

Lawan Panic Buying dengan Berpikir Rasional

Melatih pikiran (sumber: pexels.com)

Salah satu cara tidak panik adalah dengan berpikir rasional, yaitu kemampuan seseorang untuk berpikir jernih menggunakan akal sehat. Orang-orang yang melakukan panic buying dengan belanja super banyak terlihat tidak rasional. Namun, inilah yang sangat mungkin dilakukan seseorang ketika sedang merasa takut dan terancam. Tanpa sadar, matinya proses berpikir rasional menyebabkan salah penilaian dan kamu malah melakukan panic buying. Ini merupakan faktor yang menyebabkan seseorang jadi gampang terpengaruh pola pikir sebuah kelompok yang entah menyebarkan informasi terpercaya atau malah menyebarkan informasi bohong.

About author

Related posts
GenK LIFE

Tren Influencer Fatigue Meningkat, Kenapa Konsumen Mulai Bosan dengan Influencer?

GenK LIFE

Ini Dia Hal Yang Harus Diperhatikan Setelah Mulai WFO!

GenK LIFE

Ini Dia Beberapa Tips Untuk Mengecilkan Lengan!

GenK LIFE

Orang Tua Wajib Tau! Ini Dampak Dari Berteriak Pada Anak!