Creativepreneur and Career

Pecha Kucha : Metode Presentasi yang Unik dan Efektif

presentasi

Hampir semua orang pasti pernah merasa bosan dan super ngantuk saat mendengarkan presentasi. Banyaknya materi yang disampaikan dan visualisasi power point yang nggak banget bisa membuat para audiens bosan. Belum lagi, kalau si presenter terus ngoceh tanpa memperhatikan partisipasi audiens. Kacau!

Untuk menghindari hal itu, diperkenalkanlah sebuah metode presentasi yang bernama Pecha Kucha. Apa itu Pecha Kucha?

Dalam Bahasa Jepang, Pecha Kucha berarti chit-chat. Hal ini berkaitan dengan cara penyampaian presentasi yang terkesan seperti ngobrol dan tidak memakan waktu lama. Tidak hanya menghemat waktu, presentasi Pecha Kucha juga bisa mengurangi rasa bosan para audiens!

Metode Presentasi Pecha Kucha

Metode presentasi Pecha Kucha berbeda dengan presentasi pada umumnya. Di mana orang-orang biasanya menampilkan visual informasi yang banyak dan tidak dibatasi waktu, Pecha Kucha justru menghimbau agar presentasi dibuat sesimpel mungkin dengan waktu yang relatif singkat.

Metode presentasi Pecha Kucha cukup unik dan efektif. Metode ini menggunakan format 20×20. Artinya, hanya ada 20 slide power point yang ditampilkan. Setiap 1 slide hanya diberi durasi 20 detik. Jadi, total waktu presentasimu hanya memakan waktu sekitar 6 menit 20 detik. Wow!

pecha kucha

Sumber: (klein-dytham com/about)

Metode presentasi yang unik dan efektif ini pertama kali diperkenalkan ke masyarakat oleh dua arsitektur terkenal bernama Astrid Klein dan Mark Dytham.Klein dan Dytham merupakan pendiri perusahaan desain meliputi arsitektur, interiror, tempat publik dan instalasi di Tokyo, Jepang. Perusahaan yang mereka dirikan sejak tahun 1991 ini dikenal dengan Klein Dytham Architecture (KDa).

Baca Juga :   Kenali Strategi Growth Hacking Serta Penerapannya untuk Bisnis Startup

Klein dan Dytham pertama kali memperkenalkan metode presentasi Pecha Kucha di tahun 2003 dengan tujuan untuk mempersingkat presentasi mereka yang panjang. Hal ini langsung mendapat respon positif dari masyarakat terutama di Tokyo, hingga terbentuknya komunitas Pecha Kucha Nights (PKN). Saat ini, metode Pecha Kucha pun telah menyebar ke hampir seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia!

About author

Related posts
Creativepreneur and Career

Mengulik A to Z H2H Marketing (Human to Human Marketing)

Creativepreneur and Career

Apa Itu Predictive Marketing, Manfaat dan Penerapannya dalam Bisnis Online?

Creativepreneur and Career

Nggak Asal Nulis, Ini 6 Skill yang Harus Dimiliki Copywriter

Creativepreneur and Career

Mau Keuntungan Meningkat? Ini Dia Cara Memaksimalkan Manajemen Bisnis Roti!