Creativepreneur and Career

Pengertian dan Tips Brand Refresh, Strategi Segarkan Merk Anti Ribet

Rebranding total biasa dilakukan saat gol perusahaan mengalami perubahan. Eits, daripada rebranding besar-besaran, ada satu rahasia yang bisa kamu jalani dan dijamin anti ribet-ribet club, deh, GenKs.  Wah, apa itu? Cukup dengan brand re-fresh doang! Hmm, tapi apa, sih, maksudnya istilah di atas? Bagi kamu yang asing, simak dulu penjelasan tentang pengertian brand refresh berikut, yuk!

Brand Refresh, Apa Itu?

Sumber Gambar : northeastern.edu

Seperti yang dikutip dari SketchDeck, pengertian brand re-fresh atau penyegaran merk adalah pengubahan sedikit komponen branding, baik berupa elemen visual maupun suara. Beberapa contoh dari brand re-fresh adalah penggantian logo, pengubahan color palette, penggunaan font baru, penyesuaian tagline atau lainnya.

Sumber Gambar : fabrikbrands.com

Coba kamu lihat perubahan yang dilakukan Microsoft pada logo mereka dari masa ke masa, guys. Seperti kita semua tahu, logo terakhir diubah pada 2012 lalu. Di logo terbaru, terdapat tambahan simbol empat persegi yang digabung menjadi satu. Simbol tersebut menggambarkan beragamnya produk Microsoft.

Lalu kapan kita harus mengaplikasikan strategi penyegaran merk ini, GenKs?

Ada beberapa faktor yang dapat mendorong perusahaan melakukan brand refresh. Seperti bergesernya posisi perusahaan di pasar, bergantinya tren hingga kemiripan antara brand-mu dengan milik kompetitor.

Gimana Cara Melakukan Brand Refresh?

Sumber Gambar : netxtra.net

Nah, sekarang mari kita ulas langkah-langkah apa saja yang harus diambil saat ingin melakukan penyegaran merk:

#1: Cari Alasan yang Mendorongmu Melakukan Brand Refresh

Brand Refresh

Sumber Gambar : headbox.com

Pertama-tama, sebelum kamu melangkah lebih jauh, pastikan dulu apa alasanmu melakukan brand re-fresh. Misalnya, apakah karena ada pergantian posisi perusahanmu di pasar, perubahan tren atau bertambahnya pesaing. Dengan mengetahui alasanmu melakukan penyegaran merk, maka kamu akan lebih mudah memilih identitas apa yang ingin di-refresh, guys.

Sedikit gambaran aja, nih, misalnya kamu me-refresh brand karena ingin mengikuti tren terbaru yang ada, coba kamu lakukan evaluasi terhadap logo brand-mu. Kamu mungkin bisa mengubah font-nya atau memakai corak warna baru yang berbeda.

Tapi jangan lupa untuk memperhatikan identitas logo seperti apa yang sedang tren supaya kamu nggak salah mengambil langkah yang bakal menjatuhkan brand value-mu.

#2: Cari Waktu Eksekusi Brand Refresh Terbaik

Brand Refresh

Sumber Gambar : 3csoftware.com

Well, siapa, sih, yang nggak mau menarik perhatian setiap pasang mata ketika kita meluncurkan hasil brand refresh? Nah, karena itu pemilihan timing yang pas sangat penting untuk diperhatikan, guys. Jika kamu berencana mengenalkan produk baru bulan depan, kenapa nggak sekalian kamu pamerkan hasil brand re-fresh-mu di waktu yang sama?

Strategi ini akan membuat perhatian audiens terpaku padamu, sehingga strategi brand refresh pun semakin optimal.

Akhir kata, jangan sampai keliru menyamakan brand re-fresh dengan rebranding, ya. Simak dulu perbedaan keduanya.

Apa, sih, yang Membedakan Brand Refresh dan Rebranding?

Brand Refresh

Sumber Gambar : brandstolife.com.au

Rebranding dan brand re-fresh memang mirip. Tapi jangan terjebak, GenKs, karena makna keduanya sangat-sangat berbeda. Pengertian rebranding sendiri, dilansir dari Templafy, adalah pengubahan wajah merk secara keseluruhan. Ada pun komponen yang diganti seperti, identitas brand, brand story dan elemen visual brand.

Sedangkan brand re-fresh, seperti yang sudah kita bahas di awal, cuma melakukan pengubahan sedikit saja wajah brand. Misalnya dengan mengganti logo atau tagline saja.

Nah, itulah sedikit ulasan tentang brand re-fresh, salah satu strategi marketing untuk menyegarkan merk tanpa ribet.

About author

Related posts
Creativepreneur and Career

Tools Copywriting Bahasa Indonesia untuk Bikin Tulisan Copy Makin Keren

Creativepreneur and Career

Menyimpan Segudang Manfaat, Ini 7 Tips jadi Sociopreneur Abad 21

Creativepreneur and Career

Tips Memanfaatkan Podcast Untuk Bisnis Agar Makin Cuan Tahun 2022

Creativepreneur and Career

Lighting Designer, Profesi Menjanjikan yang Jarang Diperhatikan