Musik

Penyesalan Tulus Tentang Mengenal Seseorang Dalam Makna Lagu “Interaksi”

Interaksi

Selain lagu Hati-Hati Di Jalan yang mendapatkan respon pendengar yang baik, Tulus juga memiliki Lagu berjudul “Interaksi” yang tidak kalah menarik pada album “Manusia” miliknya.

Berceritakan mengenai penyesalan akan sebuah interaksi dengan seseorang membuat lagu ini terkesan unik dan berbeda dengan lagu Tulus yang lainnya. Sejatinya dalam mengenal seseorang tentu saja akan meninggalkan kenangan tersendiri di dalam diri, akan tetapi mungkinkah kenangan tersebut dapat berubah menjadi penyesalan dikemudian hari?

Menurut pandangan Tulus yang dituangkannya dalam lagu Interaksi pada bulan Maret lalu ini, mengenal seseorang dapat berujung penyesalan karena sulitnya meredakan gairah emosi yang dihasilkan dari interaksi tersebut, emosi yang dihasilkan juga membuatnya sedikit kebingungan dan tidak mengerti apakah hal tersebut hanya keinginan semata ataukah suatu bentuk kasih sayang baginya.

Tidak hanya itu, hal lain yang disesalinya dalam berinteraksi yaitu semua dapat terjadi diluar perkiraannya, hari dimana interaksi itu terjadi tidak pernah memberitahu akan membawanya keluar dalam kisah sendunya atau kembali membuatnya patah hati, hal tersebut membuatnya sedikit kesal karena merasa tidak dapat mengendalikan hati dan perasaanya. Dengan kesedihannya akan patah hati tersebut membuatnya merasa menyesal dan berharap bahwa interaksi tersebut tidak pernah terjadi.

Menurut tanggapan kalian setuju gak nih dengan penyesalannya Tulus?

Sebelum memikirkannya, kita coba simak lirik lagu dari Lagu Interaksi secara keseluruhan berikut ini ya!

Interaksi

Manalah ku tahu datang hari ini
Hari di mana ku melihat dia
Yang tak aku bidik, yang tak aku cari
Duga benih patah hati lagi
Tahu begini (jika bisa memilih, tak bertemumu pasti)
Itu yang kupilih
(Jika bisa kuhindari garis interaksi)
Itu yang kupilih
Ingin bawanya ke tempat-tempat indah
Tipikal klise ingin tahu pikirnya
Entah ini ingin, entah ini sayang
Si hati rapuh tantang wahana
Oh, lagi-lagi (aku yang tak berkendali di) oasis sendu
Itu yang kupilih
(Aku yang tak kuasa mengendalikan hati) kenali hati
Tak semua kupilih
Alam dan s’luruh energinya
Apa dalam ciptanya ada aku?
Bila bukan untuk aku
Hindariku dari patah hati itu
Jika dia memang bisa untukku
Sini, dekat, dan dekatlah
Dan jika dia memang bukan untukku
Tolong, reda, dan redalah
Reda dan redalah
Reda dan redalah, ah
Atau mendekatlah, ah

https://youtu.be/GIy9ZbH0sHo

Jadi, gimana nih perasaan kalian setelah melihat lirik dari lagu Interaksi secara keseluruhan, setuju atau tidak terhadap penyesalan yang dihasilkan dari interaksi diri dengan seseorang?

Apapun perasaan yang dihasilkan dari suatu kenangan yang ditinggalkan seseorang kepada kita semoga tidak mengganggu perasaan kita terlalu lama atau lebih tepatnya semoga kelak kita bisa mengendalikan diri dalam berinteraksi dengan seseorang apalagi jika hal tersebut berkaitan dengan perasaan.

Namun, jika semua sudah terjadi dan diluar kendali kita sebagai manusia alangkah lebih baiknya kita menyerahkannya pada alam dan semesta seperti halnya permintaan yang dilakukan Tulus yaitu dengan meminta alam dan semesta untuk mendekatkan seseorang tersebut jika memang diperkenankan untuknya, begitu pun sebaliknya.

Interaksi, penyesalan dan penyerahan diri kepada semesta pada akhirnya tidak akan membuat kita menjadi tidak bernilai tetapi menjadikan kita sebagai “Manusia”.

About author

Related posts
Musik

Lagu Terbaru Coldplay x Selena Gomez Yang Relatable Dengan Generasi Z

Musik

5 Lagu Day 6 untuk Mewakili Kegalauan Anda yang Gengsian

Musik

10 Soundtrack Drama Korea Paling Membekas di Ingatan Penonton!

Musik

8 Rekomendasi Lagu Paling Ikonik Sedunia yang Cocok Kamu Dengerin di Hari Musik Sedunia