Creativepreneur and Career

Tips Membuat Portofolio Desain Interior yang Menarik

portofolio desain interior

Nggak jauh berbeda dengan portofolionya para arsitektur, sebagai seorang interior designer kamu juga harus bisa menyampaikan kalau mereka mampu beradaptasi dengan berbagai macam ide desain, nuansa struktural hingga memiliki kemampuan tinggi dalam memahami perspektif klien. Ini adalah beberapa syarat utama yang sering dicari dari desainer interior, baik oleh perusahaan desain atau pun klien.

Dan yang nggak kalah penting untuk diperhatikan jika kamu ingin cepat dapat klien potensial adalah bikin portofolio yang menarik. Tapi gimana, sih, caranya? Yuk, intip tips membuat portofolio desain interior yang bagus berikut ini, GenKs, dijamin kamu bakal langsung dapat proyek!

  1. Pilih Template Portofolio Desain Interior yang Terlihat Profesional

Sumber Gambar : unsell.design

Sebagian besar portofolio desainer interior pro pasti pakai template berupa kombinasi sempurna antara mood boards dengan high-quality graphic design imagery/video. Tapi perlu dicatat, kamu nggak harus meniru style mereka. Sesuaikan template portofoliomu dengan ide desainmu sendiri.

Kamu bisa mengintip aneka macam template di aplikasi desain grafis, seperti Adobe InDesign, ISSUU, Adobe Behance, Adobe Photoshop atau bahkan PowerPoint. Mulai dari template putih yang simple hingga template yang memungkinkanmu menambahkan logo atau info kontak. Pilihlah dengan bijak karena portofoliomu akan menunjukkan seberapa profesional kamu sebagai desainer.

  1. Gunakan Software Khusus untuk Desain Grafis

Sumber Gambar : foyr.com

Ingat, template portofoliomu sebagian besar dipengaruhi oleh desain yang kamu buat. Dan supaya kamu bisa dapetin hasil terbaik, usahakan pakai software khusus untuk para desainer grafis. Tapi jangan asal memilih. Pastikan software atau aplikasinya gampang digunakan, ya.

Contohnya seperti Foyr Neo, aplikasi berbasis cloud yang memungkinkan user berbagi hasil akhir model 3D dengan mudah. Kamu cukup memposting portofolio desainmu di situs web portofolio atau bisa juga mengunduhnya, lalu melampirkannya ke file-based portofolio.

  1. Pilih Layout yang Mengekspresikan Sisi Artistikmu

portofolio desain interior

Sumber Gambar : myperfectresume.com

Masalah umum yang sering dihadapi sebagian besar desainer interior adalah saat mereka harus memilih layout. Denah lantai dari proyek desain interiormu menunjukkan apa, sih, yang bisa kamu lakukan dengan ruang besar atau kecil, open planning maupun tata letak yang nggak konvensional. Nah, seperti ini, lho, solusinya, guys:

Buatlah seenggaknya satu desain ruang tamu, dapur, kamar tidur dan kamar mandi. Setelah itu, tampilkan hasilnya dalam bentuk gambar 3D dengan gaya minimalis dipadukan tren desain masa kini. Lalu, tunjukkan layout yang sebenarnya dari rumah kecil dan besar dengan luas persegi yang bervariasi untuk memperlihatkan sebagai desainer interior, kamu cukup menguasai wide spectrum.

  1. Lampirkan Testimoni dalam Portofolio Desain Interior

portofolio desain interior

Sumber Gambar : asianpaints.com

Untuk yang baru lulus sebagai mahasiswa desain interior, kamu nggak perlu memusingkan poin ini dalam tips membuat portofolio desain interior. Tapi, kalau bisa, cobalah minta beberapa orang yang pernah kamu bantu, seperti konselor, guru atau klien proyek kampus, untuk memberi testimoni tentang hasil kerjamu. Ini akan jadi poin plus.

Sebaliknya, buat kamu yang termasuk desainer interior dengan banyak pengalaman kerja, baik di perusahaan desain atau studio desain kecilmu sendiri, bagian ini adalah resep pamungkas untuk membuat daya tarik terakhir pada portofoliomu. So, don’t let it go to waste, GenKs!

  1. Cermat Memilih Forum

portofolio desain interior

Sumber Gambar : fruitylogic.com

Finally, setelah kamu sukses membuat portofolio desain interiormu, sekarang saatnya nge-share hasilnya ke perusahaan desain, recruiter atau klien potensial. Kalau beberapa tahun lalu, sih, kamu harus bawa-bawa buku portofolio ke mana-mana. Tapi kini, tinggal di-share lewat social gathering atau forum khusus, seperti situs web portofolio atau medsos, di mana kamu tinggal meng-upload ide desain kamu.

Atau cukup save portofoliomu dalam bentuk softcopy di ponsel atau platform cloud. Dan saat ada yang tanya karyamu, kamu bisa langsung sat set sat set kirim.

Wah, ternyata gampang banget, ya, tips membuat portofolio desain interior, GenKs?

About author

Related posts
Creativepreneur and Career

Ideal untuk Pebisnis Pemula, Kenalan dengan Bisnis Model Canvas Yuk!

Creativepreneur and Career

Pengertian Temperatur Market dan Cara Mengoptimalkannya untuk Kesuksesan Bisnismu

Creativepreneur and Career

10 Skill Wajib di Tahun 2025 yang Perlu Kamu Milik

Creativepreneur and Career

Cara Cepat Meningkatkan Bisnis Online Dijamin Berhasil