Arsitektur & Interior

Potensi Material Lokal Indonesia untuk Hunian Modern!

Material Lokal

Sebelum membangun sebuah hunian yang ideal, ada beberapa hal penting yang harus diketahui. Mulai dari lokasi, desain infrastruktur, hingga bahan matreial yang akan digunakan . Berhubung kita tinggal di Indonesia yang memiliki kekayaan alami, ada berbagai bahan yang bisa menjadi material lokal berpotensi untuk hunian modern. Dari pada penasaran, Yuk simak ulasan potensi material lokal Indonesia untuk hunian modern disini!

Apa Itu Material Lokal?

Sebelum mengetahui bagaimana potensi material lokal untuk hunian modern, pertama-tama kita harus memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan material lokal. Menurut Adekunle dan Odeyale (2008), material lokal merupakan sumber daya yang mudah ditemukan di area tertentu pada waktu tertentu dalam jumlah yang besar. Material tersebut dapat berlimpah di beberapa daerah dan juga dapat tidak tersedia di tempat lain. Jika dilihat dari produksi furniture yang berkembang di Indonesia, terdapat 3 material lokal yang dominan digunakan dalam pembuatan furnitur, diantaranya adalah kayu sebanyak 80%, rotan dan bambu sebanyak 11%, dan logam sebanyak 8% (Kementerian Perindustrian, 2011). Bahkan, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto Indonesia (2019) percaya bahwa dengan sumber daya yang ada, Indonesia dapat menjadi salah satu produsen logam stainless terbesar di dunia.

Sumber Gambar : ARSITAG

Dilihat dari persentase penerapan material lokal dalam pembuatan furniture, kayu merupakan salah satu material yang sangat banyak diminati dan digunakan oleh masayarakat, termasuk para desainer interior. Kayu umumnya banyak digunakan sebagai material utama pada furniture karena karakteristiknya yang mudah dibentuk dan diolah. Namun tanpa kita sadari, material pendukung furniture tidak hanya dari kayu saja. Masih ada banyak material lokal lainnya yang berpeluang untuk dikembangkan menjadi lebih besar. Ada material dari rotan, bambu, dan logam. Mungkin ada anggapan jika material lokal seperti rotan dan bambu lebih mengarah pada kesan tradisional. Padahal setiap material yang digunakan pada furniture dapat memberikan nilai tambah tersendiri. Tentunya dengan menyesuaikan konsep gaya desain interior yang kita inginkan.

Pengolahan Material Lokal

Sumber Gambar: Desain Pribadi Penulis

Setelah memahami apa yang dimaksud dengan material lokal beserta potensinya di Indonesia. Selanjutnya kita juga perlu mengetahui bahwa material lokal pada sebuah furniture tidak hanya terbatas dengan 1 material saja, tetapi kita bisa menggabungkan 2-3 material sekaligus dalam 1 furniture. Mungkin menurut kalian, ini adalah hal yang sulit untuk dilakukan karena karakteristik tiap material berbeda-beda. Namun, jika kalian mau belajar lebih dalam mengenai karakteristik tiap material tersebut, kalian akan dapat lebih memahami mengenai material apa sajakah yang dapat digabungkan, bentuk yang sesuai bagaimana, dan konstruksi yang seperti apa yang dapat digunakan. Sehingga, ketika kalian ingin membuat furniture, kalian akan mengerti material manakah yang lebih sesuai untuk dijadikan rangka, dan material manakah yang lebih sesuai untuk dijadikan sebagai cover (penutup). Contohnya membuat kursi dengan 3 material lokal, yaitu stainless, rotan, dan kayu. Berdasarkan konstruksi, stainless lebih sesuai untuk dijadikan rangka, sedangkan rotan dan kayu dapat dijadikan sebagai bagian dudukan atau sandaran. 3 material tersebut dapat disambungkan dengan menggunakan sekrup. Berdasarkan bentuk, 3 material tersebut dapat saling melengkapi sesuai kebutuhan. Hal ini dikarenakan stainless dan rotan dapat dilengkungkan, sedangkan untuk kayu bisa dapat dibuat berbentuk silinder. Berdasarkan warna, stainless, kayu dan rotan dapat menggunakan finishing warna tertentu yang dapat diseragamkan menurut kebutuhan.

Baca Juga :   Membuat Studio Mini Low Budget? Bisa! Ikuti Tips di Bawah Ini!

Aplikasi Material Lokal pada Hunian Modern

Potensi Material Lokal

Ilustrasi penerapan material lokal yang disesuaikan pada konsep moderen (Sumber: desain pribadi)

Hal yang perlu diperhatikan ketika mengaplikasikan material lokal pada konsep gaya desain adalah karakter gaya desain tersebut. Salah satu contohnya yaitu interior hunian berkonsep modern yang saat ini banyak digemari oleh berbagai kalangan. Konsep modern banyak disukai karena memiliki karakter desain yang simple seperti minimalis, tidak kaku, dan pewarnaan netral. Dengan karakteristik gaya desain tersebut, maka penerapan material lokal dapat diaplikasikan. Caranya adalah mengolah bentuk yang geometris lengkung dan sederhana.

Kesimpulan

Potensi Material Lokal

Ilustrasi penempatan kursi material lokal pada teras rumah. Sumber: Desain Pribadi

Dengan demikian, nilai dan citra interior pada suatu hunian dapat meningkat jika dingeksplorasi lebih jauh mengenai potensi material lokal. Terlebih jika kita mampu mengolah material tersebut dan menyesuaikannya dengan konsep desain yang diharapkan pada interior hunian tersebut. Kita dapat mengolahnya dari segi bentuk, warna, konstruksinya, maupun hal-hal lain yang bisa disesuaikan dengan kreativitas kita. Selain itu, kita harus memastikan  untuk menggunakan material-material secara fungsional, karena menggunakan banyak material hanya sebagai elemen dekoratif juga akan menjadi kurang efektif dan efisien.

Penulis: Jeanny Octavia – Universitas Kristen Petra Surabaya

Related posts
Arsitektur & Interior

Sistem Penghawaan,Pencahayaan Dan Teknologi Smart Home Dalam Mengantisipasi Penyebaran Covid-19

Arsitektur & Interior

Wabi-sabi dalam sebuah Desain Furniture

Arsitektur & Interior

Rumah Kecil: Trend Hunian Millenial

Arsitektur & Interior

Ciptakan Suasana Rumah Anti Stress dengan Konsep Zen Living

Leave a Reply

Your email address will not be published.