Creativepreneur and Career

Prepress Checklist: Bagaimana Cara Mempersiapkan Desain untuk Dicetak

Prepress Checklist

Kolaborasi antara desainer dan klien sangat penting dalam percetakan untuk menghasilkan poster, brosur, kartu nama dan masih banyak lagi. Sangat penting bagi klien dan percetakan untuk saling berpartisipasi dan berbagi ide sebelum akhirnya produk dicetak. Jangan sampai setelah dicetak ternyata tidak sesuai keinginan! Karena itu harus ada proses prepress checklist sebelum naik cetak. Apa saja sih yang harus diperhatikan dalam tahap ini? Berikut ini penjelasan selengkapnya.

Step by Step Prepress Checklist

1. Proofread dengan Teliti

Sumber : huffpost.com

Memperhatikan detail sebelum naik cetak sangat penting, bahkan satu typo pun akan menjadi fatal, entah itu untuk buku, apalagi untuk bisnis. Menurut polling yang diadakan oleh Standing Dog Interactive, hanya 3% orang yang bisa mentoleransi kesalahan typo, sedangkan sisanya akan langsung memutuskan untuk tidak jadi membaca atau kurang percaya akan kredibilitas perusahaan tersebut. 

Jadi, proofread sebelum naik cetak harus dilakukan dengan sangat teliti. Carilah typo, kesalahan gramatikal, dan apakah kalimat yang ditulis enak dibaca atau tidak. Pastikan konten sudah bebas dari error sebelum dicetak.

2. Sesuaikan Spasi Font

Saat membaca, konten yang tampilan font-nya menarik dan nyaman dilihat adalah yang membuat orang tertarik membaca. Kalau terlalu rapat, terlalu kecil dan efek lain yang kurang enak dipandang, biasanya akan menimbulkan efek yang mengecewakan. Jadi pastikan perhatikan line spacing, tracking atau jarak antar kata, dan kerning atau jarak antara huruf ke huruf. 

3. Verifikasi Ukuran & Resolusi Gambar

Sumber : nigeriaskills.com

Khusus untuk cetakan yang ada gambarnya, pastikan sudah sesuai dengan apa yang diinginkan. Penting untuk double check ukuran dan resolusi gambar. Sebelum dicetak, disarankan menyimpan dokumen desain dengan resolusi 300 DPI atau lebih. Hindari memperbesar foto lebih dari 20% supaya kualitasnya tetap optimal. 

4. Pastikan Akurasi Warna

Dalam hal mencetak dokumen desain, apa yang kita lihat di layar komputer mungkin saja tidak selalu sama persis dengan hasil cetaknya. Untuk memastikan konsistensinya antara desain di layar dan hasil cetaknya, maka cek kembali mode warna pada desain kita. Layar komputer dan kamera digital menerima warna dengan cara yang berbeda dengan printer. 

Kebanyakan software desain yang digunakan untuk mengedit di komputer menggunakan warna RGB. Sedangkan printer menggunakan CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Black). Jadi sebelum dicetak, disarankan untuk mengonversi file desain dari RGB ke CMYK. Dengan begitu, apa yang kita lihat di layar akan sama dengan hasil cetak. 

5. Lakukan Kalibrasi Warna

Sumber : googleusercontent.com

Untuk menjaga akurasi warna, penting untuk melakukan kalibrasi warna di layar sebelum mencetak. Kalau warna tidak akurat, maka hasilnya mungkin akan sangat mengecewakan. Desainer grafis dan fotografer biasanya menggunakan berbagai macam tool untuk membantu agar akurasi warna tetap terjaga. Dengan kalibrasi warna, kita akan meminimalisasi kesalahan cetak. 

6. Simpan dalam PDF Resolusi Tinggi

Setelah semua langkah di atas sudah dilakukan, pastikan untuk menyimpan final proof ke dalam bentuk PDF beresolusi tinggi. File PDF adalah yang paling ideal untuk menyimpan detail desain dan memastikan hasil reproduksi yang akurat. 

7. Pilih Kertas yang Tepat

Sumber : quotemaster.org

Sebelum benar-benar dicetak, pastikan untuk memilih apa kertas yang tepat. Tipe kertas yang berbeda akan menghasilkan efek visual dan tekstur yang berbeda pula. Jadi pastikan memilih kertas yang paling sesuai dengan tujuan cetak.

About author

Related posts
Creativepreneur and Career

Micro Moments, Apa Itu dan Tips Memanfaatkannya

Creativepreneur and Career

Yuk, Kenalan Dengan Jenis-Jenis Mobile Advertising

Creativepreneur and Career

4 Cara Merespons Review Online Yang Akan Bantu Kamu Tangani Komentar Pelanggan

Creativepreneur and Career

Pro dan Kontra Memiliki Brand Spokesperson