Community

Storytelling Unik dengan Boneka ala Ria Papermoon

ria papermoon

Nama Papermoon Puppet Theatre mungkin sudah gak asing lagi di telinga kalian. Ya, kalian yang doyan liburan ke Yogyakarta pasti tahu dong kalau teater yang berlokasi di kawasan Bangunjiwo, Bantul, Yogyakarta ini pernah muncul di salah satu scene film Ada Apa Dengan Cinta 2. Ternyata oh ternyata, kesuksesan Papermoon Puppet Theatre ini ternyata gak lepas dari perjuangan seorang perempuan hebat bernama Ria. Berkat ketekunannya, boneka yang dahulu dianggap hanya mainan jadi suatu pertunjukan menarik yang juga bisa mengedukasi penontonnya. Ria hadir sebagai narasumber dalam sesi Instagram Live yang diadakan oleh Kreativv ID dengan judul Telling Stories Through Puppetry. 

Ria Papermoon

sumber: energibangsa.id

Wanita kelahiran 4 November 1981 ini membuat sanggar untuk anak-anak yang diberinya nama Papermoon dan setelah berjalan selama dua tahun Ria mengubahnya menjadi teater boneka dengan mengawinkan dunia seni rupa dan seni pertunjukkan. Ide besar ini mampu membawa Maria mengunjungi beberapa negara loh, melalui Papermoon Puppet Theatre ia berbagi dan menimba ilmu pentas seni pertunjukkan teater khususnya teater boneka. Ria juga merupakan seorang sutradara teater khususnya teater boneka yang namanya cukup diperhitungkan di Indonesia. Selain sutradara ia merupakan direktur artistik, penata laku sekaligus pemain boneka.

Buatlah bulanmu sendiri, buatlah mimpimu sebesar mungkin

Kalimat singkat diatas adalah filosofi dari kata papermoon itu sendiri. Lulusan Universitas Gadjah Mada Fakultas Komunikasi ini mengawali perjalanan Papermoon dari dua kamar kos yang ia sewa sebagai perpustakaan mini. Melalui perpustakaan yang diberi nama sanggar Papermoon, Ria ingin anak-anak datang untuk membaca dan belajar berkreasi agar mampu dan percaya diri untuk menggembangkan bakat serta imajinasinya sendri. Tepat 2 April 2006, Ria mengadakan pertunjukan boneka pertamanya yang ia buat dengan bahan-bahan sederhana dari selimut bekas yang dijahit dan botol plastik namun mampu menarik banyak perhatian. 

Baca Juga :   Tips Jadi Pembawa Berita Kekinian ala Robert Harianto

Pada Mei 2007. Ketika Yogya dilanda gempa besar, Ria bersama teman-teman relawan menghibur dengan pertunjukan boneka berkeliling desa yang hancur akibat gempar, mereka prihatin karena anak-anak tidak bisa berkreatifitas akibat sekolah mereka yang sudah rata. Setahun berselang, Ria memutuskan membuat pertunjukan bonekanya untuk dinikmati oleh dua kategori yaitu dewasa dan segala usia setelah mengikuti workshop dan menyaksikan pertunjukan delegasi Jerman di Jakarta. Inilah yang menjadi titik balik serta identitas dari Papermoon Puppet hingga sekarang. 

papermoon puppet

sumber: papermoonpuppet.com

Papermoon Puppet Theatre

sumber: Papermoon Puppet Theatre

Nah salah satu karyanya yang mungkin sudah pernah kamu lihat adalah di film Ada Apa Dengan Cinta 2 yang tayang di bioskop pada April 2016 lalu, di film ini kamu akan melihat scene yang menunjukkan adanya boneka-boneka yang membuat sentuhan baru dalam sebuah film, ini juga adalah salah satu karya dari Papermoon Puppet. Papermoon menampilkan karyanya ‘Secangkir Kopi dari Plaja’ dengan sentuhan baru. Kisah yang diangkat dari kisah nyata tentang kisah cinta yang sempat hilang, ‘Secangkir Kopi dari Plaja’ ini dirasa sama dengan kisah antara Cinta dan Rangga. 

Ria Papermoon juga banyak menghasilkan karya-karya yang luar biasa dan ia juga mampu berkeliling dunia memperkenalkan hasil karyanya ke mata dunia lewat boneka, Ria membuktikkan bahwa dirinya mengetahui apa yang ia sukai dan belajar untuk tetap fokus pada keinginannya tersebut hingga terwujudlah sekarang sebuah kesuksesan yang ia raih. Tanpa berputus asa ia tetap menunjukkan pada dunia bahwa ia mempunyai keahlian yang berbeda dari yang lainnya dan tidak mengikuti tren dan terbukti bahwa ia sukses dengan apa yang menjadi pilihannya.

About author

Related posts
Community

Semangat Membangun Negeri dari AVO Innovation Technology Lewat Suksesnya Acara Future League Summit 2021

Community

PPKM diperpanjang, Fenomena ‘Nge-war’ Lilin Aromaterapi Malah Jadi Trend!

Community

Avoskin Ajak UMKM Indonesia Bentuk Inovasi Berkelanjutan pada FUTURE LEAGUE SUMMIT 2021

Community

5 Kiat Agar Bisnis Kamu Bertahan di Kala Pandemi