GenK LIFE

Ritme Sirkadian dan Rahasia Cara Kerja Tubuh Manusia

Pernahkah kamu bertanya kenapa manusia memiliki waktu tidur dan bangun yang kurang lebih sama setiap harinya? Misalnya menjelang waktu tengah malam, rasa kantuk mulai datang menghampiri dan di kala pagi tubuh pun kembali terjaga seperti biasanya, bahkan tanpa bantuan alarm. Fenomena ini merupakan sebuah siklus alami yang dikenal dengan istilah ritme sirkadian, yaitu waktu kerja biologis tubuh yang diatur dalam rentang waktu 24 jam. 

Mengetahui rahasia cara kerja tubuh manusia lewat ritme sirkadian bisa membantumu untuk lebih memahami dan mengerti waktu optimal untuk beraktivitas. Rahasia ini memiliki kaitan erat dengan waktu kerja terbaik otak pada jam-jam tertentu setiap harinya. Ritme sirkadian memiliki pengaruh kuat pada proses biologis tubuh manusia; mulai dari produksi hormon, suhu tubuh, pola makan, siklus tidur, regenerasi sel, dan regulasi level gula darah.

Ritme sirkadian 1

Sumber: pixabay.com

Fungsi dari ritme sirkadian ini sendiri adalah sebagai sistem kontrol yang menjaga keseimbangan tubuh agar dapat menjalankan proses biologis dengan normal. Jadi seperti alarm alami yang mengingatkan kamu kapan harus tidur dan kapan harus bangun dalam durasi dan waktu yang paling optimal. Maka dari itu, dalam beberapa kasus yang menyebabkan gangguan ritme sirkadian, fungsi biologis tubuh dapat mengalami gangguan. 

Contoh yang paling sering dialami adalah orang-orang yang bekerja shift dengan perubahan jadwal yang dapat merusak pola tidur alami. Sementara kasus lainnya bisa ditemukan saat kamu sedang berpergian ke tempat lain dalam zona waktu yang berbeda dan menyebabkan fenomena yang dikenal dengan istilah jet lag. 

Baca Juga :   5 Cara Menghilangkan Ngantuk Paling Ampuh di Tempat Kerja

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ritme Sirkadian 

Ritme sirkadian antara setiap orang bisa berbeda tergantung dari beberapa faktor penentu, yaitu: 

1. Faktor endogen atau alami 

Ritme sirkadian 2

Sumber: halosehat.com

Ritme sirkadian dikendalikan oleh jam biologis tubuh sebagai faktor endogen atau alami. Letaknya berada di dalam sebuah bagian kecil di area hipotalamus otak yang berbentuk seperti tetes air yang isinya berupa kumpulan sel dan disebut sebagai Suprachiasmatic Nucleus (SCN). Di sinilah pusat kendali ritme sirkadian berlangsung. 

Cara kerja SCN juga dipengaruhi oleh adanya faktor eksogen. SCN akan berkaitan dengan pembentukan hormon melatonin yang memberi rasa kantuk dan menurunkan suhu tubuh. Tak hanya melatonin, hormon kortisol yang berperan dalam membentuk glukosa dan mengaktifkan anti-stress dan anti-inflamasi dalam tubuh turut mempengaruhi ritme sirkadian.

Pada waktu malam hari ketika cahaya berkurang, otak akan diperintahkan untuk membentuk melatonin yang akan menimbulkan rasa ngantuk. Melatonin biasanya mulai diproduksi tubuh sekitar pukul 8.00-9.00 pm pada malam hari dan berhenti sekitar pukul 7.00-8.00 am pada pagi hari. Level melatonin tertinggi terjadi pada tengah malam, sehingga pada periode ini seseorang biasanya mengalami deep sleep. Sedangkan pada waktu pagi hari ketika sinar matahari meningkat, produksi hormon melatonin ini akan dihambat sehingga kita akan terjaga dari tidur. 

Baca Juga :   Memahami Fobia Generasi Milenial: dari FOMO hingga Jomblo

2. Faktor eksogen atau lingkungan  

Ritme sirkadian 3

Sumber: diyphotography.com

Ada beberapa faktor eksogen atau lingkungan yang mempengaruhi ritme sirkadian. Dimana faktor-faktor tersebut saling berkaitan satu sama lain, seperti cahaya matahari, rotasi bumi, musim dan suhu. Sebagai negara tropis yang terletak di garis ekuator, faktor musim di Indonesia tidak terlalu terasa efeknya karena sepanjang tahun, siang dan malam sama panjangnya.

Faktor musim ini sangat berkaitan dengan faktor cahaya. Dan tidur akan lebih nyenyak pada keadaan suhu lingkungan yang lebih rendah, itulah sebabnya suhu dapat mempengaruhi ritme sirkadian. Ritme sirkadian dipengaruhi oleh jam biologis, dimana jam biologis ini dipengaruhi oleh lingkungan seperti cahaya matahari dan suhu. Dan pada akhirnya tubuh manusia akan menyesuaikan dengan keadaan tersebut.

About author

Related posts
GenK LIFE

Tren Influencer Fatigue Meningkat, Kenapa Konsumen Mulai Bosan dengan Influencer?

GenK LIFE

Ini Dia Hal Yang Harus Diperhatikan Setelah Mulai WFO!

GenK LIFE

Ini Dia Beberapa Tips Untuk Mengecilkan Lengan!

GenK LIFE

Orang Tua Wajib Tau! Ini Dampak Dari Berteriak Pada Anak!