GenK LIFE

Sebelum Bisa Online, Begini Perkembangan Sensus Penduduk di Indonesia

Memasuki tahun 2020, Badan Pusat Statistik (BPS) kembali akan melakukan sensus penduduk di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini merupakan sensus yang dilakukan setiap 10 tahun sekali sejak pertama kali diadakannya di tahun 1961. Jika di dalam pelaksanaan sensus biasa BPS akan mengambil data secara manual dan mendatangi satu persatu warga, di tahun 2020 ini BPS sudah mengalami sebuah perkembangan. Sensus Penduduk 2020 kini sudah bisa dilakukan secara online.

Pengisian Sensus Penduduk 2020 Online sendiri bahkan telah berakhir pada Selasa (31/3/2020) kemarin. Terlepas dari perkembangan terbaru Sensus Penduduk 2020 ini, kita juga harus mengetahui tentang perkembangan sensus penduduk yang ada di Indonesia.

Sensus Penduduk di Indonesia

Sensus penduduk dimulai pertama kali di Indonesia sejak masa kolonial, tepatnya saat Thomas Stamford Raffles menjabat sebagai Gubernur Jenderal di kawasan Hinda-Belanda pada 1815. Sejak itu terjadi hingga 1930, sudah tercatat 10 kali kegiatan sensus penduduk di Indonesia dilakukan.

Ilustrasi penduduk. (Sumber: pexels)

Walau sudah pernah melakukan 10 kali pendataan, namun hanya tiga periode saja yang dinilai baik, yaitu di tahun 1905, 1920 dan 1930. Dari ketiga data tersebut, Sensus Penduduk lah yang dijadikan referensi untuk kependudukan di Indonesia. Sensus Penduduk 1930 adalah sensus modern pertama yang berorientasi mendapatkan data sosial-ekonomi penduduk tanpa dikaitkan dengan kepentingan pajak. Pelaksanaannya sendiri bahkan dilakukan oleh Biro Pusat Statistik yang didirikan pada 1925.

Pada tahun 1942 hingga 1945, tepatnya pada masa pendudukan Jepang, sensus penduduk dilakukan pada tingkatan lokal walau hampir semua dokumen hasil sensus tersebut hilang. Dokumen yang tersisa hanya dokumen dari Provinsi Kalimantan Barat dan juga Pulau Lombok.

Cakupan Wilayah Sensus Penduduk

Setelah Indonesia merdeka, Sensus Penduduk ini sudah enam kali dilakukan, yaitu di tahun 1961, 1971, 1980, 1990, 2000, 2010 dan yang terbaru, 2020 yang menjadi sensus penduduk ketujuh. Sensus penduduk 1961 merupakan sensus penduduk pertama setelah merdeka dan Irian Jaya serta Timor Leste saat itu belum bergabung dengan Indonesia. Sehingga dalam sensus ini belum bisa dikatakan sebagai data konkrit atau cerminan Indonesia. Terlebih karena kendalanya transportasi, komunikasi dan juga keamanan suatu daerah, sensus juga menjadi sulit untuk dilakukan.

Di tahun 1971, wilayah cakupan sensus juga menjadi lebih luas karena Irian Jaya sudah resmi bergabung. Selain itu, perkembangan komunikasi serta transportasi juga telah memadai sehingga pendataan pun bisa dilakukan dengan lebih baik walau karena alasan keamanan, Irian Jaya hanya melakukan pencacahan data di perkotaan.

Ilustrasi wilayah indonesia. (Sumber: The Book)

Perkembangan dan cakupan wilayah kembali meluas di tahun 1980 karena pendataan sudah bisa mencakup perkotaan maupun desa di Irian Jaya. Tak hanya itu, di tahun ini Timor Timur juga sudah menjadi bagian dari indonesia. Di tahun 1990 merupakan salah satu pencacahan penduduk dengan cakupan wilayah yang paling luas. Selain itu lebih lengkap terutama berbagai pulau kecil hingga suku terasing pun sudah bisa terdata dengan baik.

Di tahun 2000, di abad milenium ini cakupan wilayah yang didata justru malah menjadi tidak lengkap setelah Provinsi Timor Timur memutuskan untuk berpisah dari Indonesia. Adanya masalah ini, menjadikan penggunaan data ini harus hati-hati sehingga memerlukan revisi data penyusutan wilayah di Indonesia. Di tahun 2010 juga cakupan wilayah pendataan masih sama seperti tahun 2000.

Lembaga Sensus dari Masa ke Masa

Dilansir dalam laman resmi BPS, sejak 1920 pendataan kependudukan ini telah dilakukan oleh badan bentukan Belanda yang pengoperasionalnya di bawah Direktur Pertanian, Kerajinan dan Perdagangan (Directeur Van Landbouw Nijverheld en Handel) di Bogor. Pada 1924, kegiatan pendataan ini dialihkan kepada Centraal Kantoor Voor De Statistiek (CKS) di Jakarta sehingga di tahun 1930 barulah sensus kependudukan ini dilakukan kembali.

Dalam masa pemerintahan Jepang yaitu pada 1942-1945, CKS berubah nama menjadi Shoumubu Chosasitsu Gunseikanbu yang melakukan sensusu penduduk dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan perang.

Badan Pusat Statistik. (Sumber: BPS)

Setelah Indonedia merdeka, pemerintah punmembentuk badan baru yang diberi nama Kantor Penyelidikan Perangkaan Umum Republik Indonesia (KAPPURI). Pada Surat Edaran Kementerian Kemakmuran 12 Juni 1950, KAPPURI dan CKS pun mengalami peleburan dan menjadi Kantor Pusat Statistik (KPS) dan bertanggungjawab di bawah Kementerian Kemakmuran.

Tujuh tahun berselang, Keppres X Nomor 172 tanggal 1 Juni 1957, presiden memutuskan untuk mengubah KPS menjadi Biro Pusat Statistika.  Biro Pusat Statistika bertanggungjawab langsung kepada Perdana Menteri dan di tahun 1961 inilah Indonesia mengadakan sensus penduduk pertama kali setelah merdeka.

Punak perjalanan Biro Pusat Statistika berada pada 19 Mei 1997 saat pemerintah mengeluarkan UU No. 16/1997 tentang Statistik. Selain itu, terjadi sebuah perubahan Biro Pusat Statistik menjadi Badan Pusat Statistik seperti yang kita kenal sekarang.

Setahun berselang, tepatnya di tahun 1998, terbit Keppres No. 86 tentang Badan Pusat Statistik. Aturan ini menetapkan perwakilan BPS di daerah merupakan instansi vertikal bernama BPS Provinsi, BPS Kabupaten dan BPS Kotamadya. Di tahun 1999, tepatnya pada 26 Mei ditetapkan kembali PP Nomor 51 tentang Penyelenggaraan Statistik Indonesia.

 

Nah begitulah kiranya perjalanan panjang mengenai sensus penduduk yang ada di Indonesia. Setelah mengetahui hal tersebut, apakah GenK sudah lebih memahami sensus? Dan apakah GenK sendiri sudah berpartisipasi dalam pengisian sensus? Jika ya, berarti kita sudah turut membantu tugas pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang sesuai bagi masyarakat.

About author

Related posts
GenK LIFE

Fatherless : Bagaimana Peran Ayah Mempengaruhi Pertumbuhan Anak?

GenK LIFE

4 Hal Penyebab Jerawat Punggung dan Cara Mengatasinya

GenK LIFE

Pentingnya 3V dalam Public Speaking Biar Sukses Bicara di Depan Umum

GenK LIFE

Waspada Mental Block Bikin Produktivitas Menurun, Kenali Ciri dan Cara Mengatasinya