Conceptual Art, Karya Seni Para Pemberontak

Dibaca Normal: 4 menit aja
conceptual-art

Nggak salah rasanya kalau conceptual art dikatakan sebagai karya seni pemberontak. Pada tahun sekitar 1960-an, banyak pekerja seni yang sudah mulai bosan dengan standar karya yang kolot dan sangat dipengaruhi oleh aturan-aturan baku. Para seniman ini merasa terkungkung dengan aturan seni kolot, sehingga mulai mendobrak tradisi dan menciptakan aliran seni baru yang disebut sebagai seni konseptual. Lalu, seperti apa bentuk seni konseptual ini?

Slider
Slider
Slider

Mengenal Prinsip Conceptual Art

conceptual-art

Salah satu conton bentuk conceptual art (Sumber: artjournal.collegeart.org)

Conceptual art atau seni konseptual adalah karya yang mendobrak standar seni pada umumnya. Seni konseptual memperluas, atau lebih tepatnya, menyederhanakan konsep dari sebuah karya seni.

Salah satu ahli teori dari seni konseptual yaitu Sol Lewis mengatakan bahwa sebuah ide atau konsep adalah aspek yang paling penting dalam sebuah karya seni. Seniman bisa mengembangkan ide tersebut untuk menciptakan sebuah karya.

UPDATES

Slider

UPDATES

Slider
prinsip-conceptual-art

Contoh conceptual art dalam bentuk tulisan atau kata-kata (Sumber: pinimg.com)

Dalam mewujudkan ide seni konseptual, kamu nggak akan dikungkung dengan peraturan yang kaku. Kamu bisa mewujudkan ide seni itu dalam bentuk apapun, mulai dari bentuk seni teatrikal hingga bentuk teks. Dengan begitu, seniman nggak harus mentok di dalam mewujudkan ide seni mereka. Seni konseptual bisa dibilang merupakan pelopor dari berbagai karya seni modern yang saat ini kamu kenal.

Peran Bahasa di Dalam Conceptual Art

bahasa-di-dalam-conceptual-art

Penggunaan bahasa di dalam conceptual art (Sumber: cloudfront.net)

Berbeda dari aliran seni lain, conceptual art menyetujui penggunaan teks bahasa sebagai bentuk ekspresi seniman dan karyanya. Penggunaan teks bahasa di seni konseptual ternyata sudah mulai muncul sejak tahun 1960-an. Beberapa seniman konseptual seperti Lawrence Weiner, John Baldessari, Joseph Kosuth, dan Ed Ruscha dikenal dengan karya seni lukisan mereka yang juga memadukan unsur bahasa.

Penggunaan unsur teks linguistik di dalam seni visual kubisme mereka, membuat karya seni tersebut memiliki keunikan tersendiri. Latar belakang para seniman yang berasal dari kalangan sarjana tersebut bikin karya seni mereka punya nilai seni tersendiri.

Baca Juga
Public Art, Pesona Karya Seni Publik dari Masa ke Masa

Slider
Slider
Slider
Artikel Terkait
Seni Rupa & Desain

Yuk Intip Prediksi Tren Warna Desain Terhits di 2020

Seni Rupa & Desain

Jenis-jenis Seni Grafis yang Ciptakan Beragam Karya Manis Dipandang

Seni Rupa & Desain

Shibori, Teknik Celup Khas Jepang yang Mirip Batik 

Seni Rupa & Desain

Mengenal Apa Itu Line Art dan Cara Membuatnya di Adobe Illustrator

Seni Rupa & Desain

Mengenal Mock up dan Cara Membuatnya

Seni Rupa & Desain

4 Gaya Gambar Komik yang Wajib Kamu Tahu

Quizzes

Slider
      TRENDING
#Trending
Next >>
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link