Mengenal Karakter 5 Jenis Font yang Sering Kamu Pakai

Dibaca Normal: 6 menit aja
karakter jenis font

Sering bingung mau pakai font apa untuk desainmu? Kamu perlu tahu bahwa tiap font memiliki kepribadian masing-masing. Yuk, kenali jenis font beserta kepribadiannya berikut ini, GenK!

Sebagai seorang desainer, kamu pasti tahu betul kalau dalam pembuatan sebuah desain tidak boleh asal-asalan saat memilih font. Hukumnya haram, GenK! Tidak hanya bentuk dan warna, tetapi tiap jenis font yang kamu gunakan juga akan mempengaruhi kesan karya saat dilihat oleh audiens.

Ketahuilah bahwa tiap font yang ada pasti memiliki kepribadiannya masing-masing.

Coba bayangkan kalau kamu asal-asalan saat memilih font. Tadinya kamu ingin menyampaikan mood horor yang seram dan mencekam. Eh malah jadi terlihat komedi karena kamu salah pilih font. Bisa gawat banget!

karakter jenis font

Contoh pembedahan tipografi (sumber: material.io)

Saat ini terdapat ribuan jenis font yang bisa kamu unduh secara gratis di internet. Tetapi dari semua itu dapat diklasifikasikan menjadi 5 kategori besar. Masing-masing kategori menawarkan karakteristik yang pastinya bisa kamu terapkan saat mendesain nanti.

Ayo cari tahu gaya seperti apa yang cocok untuk desainmu. Yuk jelajahi jenis-jenis font berikut ini sekaligus mengenal kepribadiannya, GenK! 尹

Serif Font

Kamu pasti sudah tahu serif bukan?

Saat ini serif adalah salah satu tipografi yang paling populer digunakan, contohnya adalah Times New Roman. Jenis huruf tersebut selalu hadir di dalam buku, dokumen, bahkan beberapa logo loh.

karakter jenis font

Didot (sumber: graphicpear.com)

Serif adalah salah satu font tertua. Pertama kali muncul pada awal abad ke-15. Kata serif sendiri merujuk ke bentuk kait yang ada di ujung-ujung bagian atas dan bagian bawah huruf.

Berarti mudah banget cara mengetahui jenis font yang satu ini. Salah satunya adalah dengan melihat kaitnya.

Awalnya bentuk kait ini berasal dari para seniman yang pada zaman dahulu masih menulis pakai kuas. Sehingga ujung huruf membentuk tarikan seperti kait yang kemudian dimasukkan sebagai elemen dekoratif huruf, GenK.

Jenis font ini dapat dipecah lagi menjadi beberapa sub kategori, seperti old style, transitional, neoclassical, dll. Yuk kita bahas beberapa!

1. Old Style

Merupakan tipe huruf Romawi pertama yang dibuat antara abad ke-15 dan pertengahan ke-18. Bentuk goresan melengkungnya biasanya condong ke kiri. Kontras ketebalan stroke tidak dramatis dan kait cenderung berada di sisi yang berat. Kemudian huruf sering ditulis miring.

Contoh: ITC Berkeley Oldstyle, ITC Legacy Serif, Centaur.

2. Transitional

Gaya ini mulai berkembang pada pertengahan abad ke-18 yang diperkenalkan oleh John Baskerville. Nama transitional diambil karena gaya ini mewakili transisi antara gaya old style dan desain neoclassical dengan cara menggabungkan beberapa karakteristiknya masing-masing.

Memiliki karakteristik goresan yang lebih halus. Kemudian arah kait tidak terlalu condong ke bawah lagi dan ditulis dengan posisi lurus meskipun masih ada yang sedikit miring.

Contoh: Americana, Baskerville, Bulmer, Perpetua.

Baca Juga
Yuk Belajar Prinsip Tipografi, Anak Desain Wajib Baca Nih!

3. Neoclassical

Nah, kalau gaya tipografi ini diciptakan pada akhir abad ke-18. Pada awalnya, tipografi ini disebut desain klasik. Akhirnya para pencetak tahu kalau ini bukanlah gaya klasik ataupun gaya klasik yang dimodifikasi, alias gaya yang benar-benar baru. Sehingga mereka mengklasifikasikan gaya ini ke dalam gaya modern.

Terdapat tekanan yang tebal dan tipis secara tiba-tiba dan dramatis. Bentuk kait lebih horizontal dengan sedikit atau tanpa tanda kurung. Gaya ini cocok untuk desain yang sangat sopan dengan huruf yang dibuat dengan jelas.

Contoh: Bodoni Classic, ITC Fenice, Marconi, Walbaum.

Itu dia beberapa penjelasan singkat seputar sub kategori jenis font serif.

Terus kepribadian apa yang muncul saat kamu menggunakan gaya serif?

Kait yang ada yang ada di tiap ujung huruf yang terlihat seakan-akan seperti menulis dengan kuas membuat font ini meninggalkan kesan klasik, elegan, dan tradisional. Membantu membangun identitas perusahaan yang tampak mapan dan ideal berkat tampilan yang kuno.

Contoh: Times New Roman, Palatino, Garamond, Playfair Display.

Sans Serif Font

Jenis font yang selanjutnya akan kami bahas adalah san serif.

Gaya ini tidak mengikuti perkembangan pendahulunya untuk pendekatan yang lebih bersih, modern dan kontras. Ini membuat sans serif cocok bila disandingkan dengan serif.

karakter jenis font

Helvetica (sumber: linotype.com)

Gaya ini berasal dari abad ke-19. Selama pertengahan abad ke-20, seorang desainer Jerman memperluas jenis huruf dengan menciptakan desain tipografi Helvetica yang menjadi populer.

Kalau serif memiliki kait, lain halnya dengan sans serif. Ciri khas sans serif adalah garis lurus dan bersih, karena mereka lebih menekankan kesederhanaan untuk tampilan yang lebih simpel.

Tidak hanya serif, gaya sans serif juga dapat dipecah menjadi beberapa sub kategori, seperti grotesque, square, geometric, dan humanistic, GenK.

1. Grotesque

Merupakan tipografi sans serif komersial pertama yang populer di kalangan masyarakat. Adanya kontras dalam ketebalan stroke yang terlihat sangat jelas. Di dalam beberapa desain memiliki bentuk seperti mangkuk yang diterapkan pada huruf kecil.

Contoh: Helvetica, News Gothic, ITC Franklin Gothic.

2. Square

Biasanya memiliki lebih banyak garis spasi dibandingkan sub kategori sans serif lainnya dan visualnya lebih terbatas.

Contoh: Cachet, Neo Sans, Felbridge.

3. Geometric

Bentuk geometris sederhana mempengaruhi konstruksi tipografi ini sehingga lebih mudah dibaca daripada gaya grotesques.

Contoh: Avenir, Futura, ITC Bauhaus.

4. Humanistic

Gaya humanistic dianggap paling mudah dibaca dari semua sub kategori sans serif loh.

Contoh: Frutiger, Gill Sans, Mentor Sans.

Nah, itu dia penjelasan singkat seputar sub kategori sans serif.

Kalau dari soal makna psikologi, jenis font sans serif memiliki kesan tegas, solid, fungsional, dan modern. Selain itu, bentuknya yang ringan menciptakan tampilan yang bersih dan to the point.

Perusahaan yang menggunakan huruf ini lebih memprioritaskan rasa sensibilitas, kejujuran, dan kesan mahal. Gaya ini merupakan jenis font untuk surat resmi.

Contoh: Montserrat, Verdana, Arial, Helvetica.

Baca Juga
7 Rekomendasi Situs Download Font Keren Gratis dan Legal

Slab Serif Font

Slab serif adalah jenis tipografi serif tradisional yang muncul pada abad ke-19. Huruf ini berangkat dari bentuk-bentuk klasik terdahulu. Pada bagian kaki huruf berbentuk lebar, lebih besar, solid, dan seperti blok. Bentuknya yang solid membuat gaya ini terlihat lebih berani. Contoh slab serif font

karakter jenis font

Slab serif (sumber: typewolf.com)

Jenis font ini dapat berbentuk bulat maupun bersudut dengan beberapa gaya ala mesin tik.

Walaupun tergolong jenis huruf tradisional, tetapi slab serif cocok digunakan untuk desain modern loh.

Karena bentuknya yang solid dan tebal, slab serif punya maknanya tersendiri nih, GenK. Gaya ini mampu menyampaikan rasa percaya diri dan memicu kreativitas berkat garis keras, berat, dan kurang halus.

Contoh: Museo, Aleo, Arvo, Patua One.

Script Font

Pernahkah kamu melihat tipografi yang mirip dengan tulisan tangan? Yap, bisa jadi itu masuk ke dalam kategori jenis script font.

Contoh Script Font (sumber: sydneycommunitycollege.edu.au)

Gaya script atau skrip baru mulai populer pada abad ke-20. Bentuknya memang menyerupai kaligrafi tulisan tangan. Ciri khasnya adalah bentuk keritingnya yang seperti tulisan rangkai. Ini disebut dengan swash.

Sekadar tips, gunakan font ini dengan hemat. Jika tidak, maka akan sulit terbaca dan sulit dipahami.

Jenis font skrip memiliki makna psikologi yang memberikan kesan romantis, anggun, unik, dan feminin.

Contoh: Brusher, Billabong, Thirsty Script, Nexa Script.

Baca Juga
Belajar Cara Membuat Hand Lettering untuk Pemula

Decorative Font

Jika kamu melihat bentuk font yang unik dan aneh, mungkin itu termasuk ke dalam jenis decorative font. Bisa dibilang jenis font keren ini merupakan font yang di-custom dan dirancang untuk perusahaan tertentu. Hanya saja gaya ini jarang digunakan untuk teks yang panjang.

Contoh decorative font (sumber: elements.envato.com)

Secara umum, gaya ini menyampaikan keunikan dan orisinalitas sebuah merek. Ini memungkinkan perusahaan untuk memutuskan emosi seperti apa yang ingin disampaikan kepada audiens. Makanya jenis font ini penting banget kamu pelajari sebagai salah satu cara membuat logo.

Kepribadian yang paling bisa ditonjolkan dengan gaya ini adalah kesan fun dan kreatif.

Contoh: Rosella, Berliner, Trend.


Itu dia 5 jenis font yang mesti banget kamu ketahui, GenK. Sekarang kamu gak perlu bingung lagi saat mendesain, karena sekarang kamu sudah tahu makna apa yang bakal tersampaikan jika kamu menggunakan font tersebut. Teori ini juga bisa kamu terapkan untuk membuat poster film sesuai genre.

Kalau kamu tim jenis font yang mana, GenK?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait
Seni Rupa & Desain

7 Rekomendasi Font Keren untuk Desain Grafis Kekinian

Seni Rupa & Desain

Pentingnya Desain Packaging untuk Bisnis Makanan Online

Seni Rupa & Desain

Cara Membuat Nirmana Sedotan Mudah dan Gak Ribet

Seni Rupa & Desain

Cara Membuat Moodboard Kece yang Praktis dan Simpel

            Thank u, next!     
Mau inspirasi mengalir deras dan kreativitas anti mandek? Dapetin kurasi konten berkualitas dan undangan eksklusif ke acara-acara seru kreativv ID!
close-link