Seni Rupa & Desain

Teori Gestalt untuk Ciptakan Efek Psikologis pada Desain

teori-gestalt

Teori Gestalt berhubungan dengan dunia desain yang selalu berubah. Style dan tren desain pun selalu mengalami perubahan; flat, minimalis, skeuomorphic; realistis, eclectic, isometrik; asimetris, 3D,dan  art deco. Nggak ada yang tetap selalu sama itu-itu saja. Setiap tahunnya ada tren baru, muncul cara berbeda lagi dalam membuat suatu desain. Lantas, apa yang harus dilakukan desainer? Tentu saja menyesuaikan dengan perubahan ini.

Namun, ada satu hal yang tetap tidak akan berubah, seperti apapun tren yang datang dan pergi silih berganti. Hal itu adalah perilaku manusia. Benar, manusia biasanya memiliki kecenderungan psikologis yang tetap sama, terutama dalam hal persepsi yang tidak berubah. Bagaimana manusia melihat, memproses dan mengartikan informasi visual, menjadi pondasi penting dalam menciptakan desain yang bisa membuat website atau aplikasi kamu terlihat lebih menarik dan nyaman.

Memahami Prinsip Teori Gestalt

Meneruskan penjelasan sebelumnya, teori Gestalt adalah sejumlah prinsip psikologis untuk desain visual, ditemukan pada awal abad ke-20 oleh psikolog Jerman yakni Max Wertheimer, Kurt Koffka dan Wolfgang Kohler.

Inti paling penting dari teori ini yaitu desain didasarkan pada prinsip psikologis di mana manusia melihat sebuah gambar sebagai satu keseluruhan dan mereka tidak mengamati setiap bagian gambarnya secara terpisah. Nah, sebagian besar prinsip desain berasal dari teori Gestalt ini. Maka dari itu, mari kita simak prinsip Gestalt atau hukum teorinya berikut ini.

Law of Proximity

teori-gestalt-Law-of-Proximity

Ilustrasi Law of Proximity (Sumber: miro.medium.com)

Teori Gestalt yang pertama adalah law of proximity. Hukum proximity menjelaskan bahwa objek yang diletakkan berdekatan antara satu sama lain itu merupakan satu kelompok. Satu kesatuan yang menunjukkan hubungan terkait di antara keduanya. Jadi, tanpa teks penjelasan pun, suatu desain dapat mengindikasikan bahwa sejumlah objek merupakan satu kesatuan hanya dengan menerapkan law of proximity.

Law of Similarity

Law-of-Similarity

Ilustrasi Law of Similarity (Sumber: miro.medium.com)

Law of similarity menjelaskan bahwa objek-objek dengan bentuk mirip antara satu dan lainnya akan dipandang sebagai satu kesatuan. Ini bisa dikarenakan adanya elemen-elemen yang saling memiliki kemiripan, seperti ukuran, bentuk, gaya, fungsi dan lainnya. Jadi, semua objek tersebut akan terlihat sama dari berbagai sisi, dalam penerapan law of similarity yang tepat.

Law of Closure

Teori-Gestalt-Law-of-Closure

Ilustrasi Law of Closure (Sumber: miro.medium.com)

Teori Gestalt yang ketiga adalah law of closure. Law of closure menjelaskan bahwa pikiranlah yang akan menggambarkan sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh mata. Biasanya, saat manusia melihat suatu pola dengan bagian tertentu yang hilang, maka otak cenderung langsung mengisi kekosongan tersebut dan mengimajinasikan gambar yang lengkap dan semestinya.

Law of Figure Ground

Law-of-Figure-Ground

Ilustrasi Law of Figure Ground (Sumber: miro.medium.com)

Law of figure ground menekankan tentang hubungan harmonis antara latar belakang dan latar depan desain. Teori ini menjelaskan bahwa elemen di sebuah desain visual dipandang sebagai titik fokus utama desainmu yang harus ditampilkan di depan, atau di belakang sebagai background. Penggunaan teori ini dengan tepat menciptakan keseimbangan yang membuat orang bisa melihat desainnya dengan jelas dan nyaman.

Baca Juga :   Mengenal Rule of Odds: Aturan Ganjil dalam Fotografi
About author

Related posts
Seni Rupa & Desain

Mengenal Teknik Menggambar Serta Jenis-Jenisnya

Seni Rupa & Desain

Pengertian Desain Cyberpunk dan Tips Edit-Edit Foto dengan Style Cyberpunk

Seni Rupa & Desain

Mengenal Desain Memphis yang Sekarang Lagi Tren

Seni Rupa & Desain

Eco Printing: Teknik Cetak yang Menggunakan Bahan-Bahan dari Alam