Creativepreneur and Career

Membuat SMART Goals, Cara Anti Gagal untuk Meraih Mimpimu

smart goals

Baik kamu sedang membuat target untuk tahun-tahun berikutnya, atau sekadar ada kebiasaan yang ingin kamu ubah seperti misalnya menjalankan pola makan lebih sehat, kamu pasti memiliki goals dalam hidupmu. Mungkin juga itu target untuk pekerjaan dan pendidikanmu. Apa pun itu, kamu perlu memikirkannya dengan matang, karena bukankah tujuanmu tidak lain adalah untuk mencapainya? Maka, SMART goals adalah jawabannya.

Cara Membuat SMART Goals untuk Mencapai Target dengan Pasti

smart goals

Sumber: pexels.com

Barangkali kamu merasa kalau kamu mengalami kendala di dalam mencapai tujuan yang ingin kamu raih. Sebenarnya, semua orang bisa mewujudkan mimpinya, apalagi kamu. Kuncinya adalah dengan membuat SMART goals! SMART ini sendiri merupakan singkatan dari specific, measurable, achievable, realistic dan timely. Yuk, lihat satu per satu langkahnya secara berurutan sesuai dengan abjad singkatannya.

SMART Goals

Specific – Tentukan secara jelas tentang apa yang ingin kamu raih.
Measurable – Gunakan mini goals yang lebih kecil untuk menciptakan perubahan.
Achievable – Buat goals yang masuk akal serta bisa dicapai.
Realistic – Buatlah goals yang berkaitan dengan kehidupanmu.
Timely – Berikan waktu luang kepada dirimu sendiri, tapi tetapkan sebuah deadline.

Fokus kepada SMART goals ini akan memudahkan kamu mencapai target yang mau kamu raih. Berikut tips-tipsnya agar kamu lebih mudah mewujudkan impianmu tersebut:

1. Specific

smart goals

Sumber: pexels.com

Salah satu kekeliruan yang paling sering kita lakukan adalah membuat goals yang tidak jelas. Misalnya, “aku mau tubuhku jadi lebih sehat” atau “tahun ini aku akan menjalankan pola makan yang sehat.” Sebenarnya, ini tidak spesifik dan malah bisa membuatmu rancu sendiri dengan target yang kamu inginkan.

Daripada kamu hanya memikirkan keinginanmu seperti ini, coba tuliskan secara terperinci tentang apa saja yang ingin kamu raih. Contohnya, “aku mau tubuhku jadi lebih sehat dengan berolahraga satu jam sehari setiap hari.” Ini akan membantumu membuat goals yang lebih kecil serta mencapai mini goals tersebut, apa saja yang menjadi kendalamu, serta alasanmu memilih goal tersebut dan bukan lainnya.

Jadi, semakin spesifik goal yang kamu buat, maka kamu juga jadi makin mudah menciptakan rencana untuk membuat progress dalam mencapai targetmu.

2. Measurable

smart goals

Sumber: pexels.com

Memiliki goals jangka panjang yang besar itu baik, asalkan kamu punya mini goals yang lebih kecil, yang akan membantumu mencapai target besarmu sedikit demi sedikit. Demikian menurut James Tyler Dodge, strength and conditioning specialist and performance coach tersertifikasi di Professional Physical Therapy di New York. Tanpa adanya progress, kamu akan lebih sulit lagi berkomitmen mencapai target.

Maka dari itu, kamu bisa membuat mini goals untuk menciptakan progress, sehingga kamu tahu sampai mana kemajuanmu dalam mewujudkan mimpimu. Misalnya, kamu ingin sanggup berolahraga satu jam setiap hari, maka kamu bisa mulai dengan olahraga lima belas menit per hari. Lalu, seiring berjalannya waktu, terus tambah durasinya hingga kamu mencapai targetmu.

3. Achievable

smart

Sumber: pexels.com

Membuat goals yang tidak mungkin diraih itu malah menyusahkanmu sendiri. Seperti misalnya, kamu membuat keputusan “aku tidak akan pernah makan es krim lagi”, atau “aku pasti pergi ke gym enam hari seminggu atau aku tidak usah ke gym sama sekali.”

Justru akan jauh lebih baik jika kamu beri kelonggaran untukmu sendiri, saat kamu sedang memikirkan apa yang bisa kamu raih dan buat goals-mu tersebut masuk akal sehingga kamu bisa mencapainya.

Contohnya, kamu lebih baik berkata, “Alih-alih makan kudapan manis yang mengandung gula, aku akan menggantinya dengan camilan buah pisang, stroberi dan yogurt.” Ini lebih spesifik serta mudah dilakukan sehingga kamu takkan mudah menyerah dan malah kembali melakukan kebiasaan lama.

4. Realistic

smart

Sumber: pexels.com

Selain “realistis”, dalam SMART goal lainnya, bisa juga “R” ini menjadi singkatan “relevan.” Jadi, bisa berarti “realistis” atau “relevan.” Jadi, selain kamu melihat target masa depan yang mau dicapai, kamu juga menyesuaikannya dengan kehidupan yang sudah kamu jalani saat ini.

Misalnya, kamu mau terbiasa rajin olahraga setiap hari satu jam. Namun, kalau sejak awal ini membuat kamu keteteran sendiri, sampai melewatkan kegiatan penting lainnya, misalnya kamu jadi malas menyapu dan mencuci piring karena capek, maka coba ganti targetmu. Contohnya, olahraga setengah jam saja tiap hari. Jadi, realistis itu berarti memahami batasanmu dan membuat goals yang bisa dicapai melalui kegiatan secara rutin.

5. Timely

goals timely

Sumber: pexels.com

Saat tahun baru tiba, biasanya kamu akan langsung bersemangat dan ingin mengubah goals yang biasanya menjadi lebih besar. Namun, banyak yang beranggapan kalau mengubah goals juga berarti mengganti deadline-nya jadi lebih cepat daripada sebelumnya. Padahal, yang benar bukan begitu. Jadi, goals tetap merupakan target jangka panjang yang perlu diwujudkan secara pelan-pelan.

Jadi, berikan banyak waktu kepada dirimu sendiri sesuai dengan yang kamu butuhkan. Ini akan membuatmu lebih mudah menggapai apa yang kamu impikan. Jangan lupa, di waktu bersamaan, tetapkan deadline untukmu sendiri. Kamu pun jadi bisa mengatur cara untuk mencapai mini goals, sehingga target utamamu bisa terwujud. Manajemen waktumu juga jadi lebih efisien.

Nah, membuat SMART goals sangat bermanfaat, kan? Tidak ada mimpi yang terlalu besar maupun terlalu sulit untuk diraih. Asalkan, kamu menentukan target mimpi yang masuk akal, terarah dan bisa dicapai melalui goals kecil secara bertahap.

Related posts
Creativepreneur and Career

Ideal untuk Pebisnis Pemula, Kenalan dengan Bisnis Model Canvas Yuk!

Creativepreneur and Career

Pengertian Temperatur Market dan Cara Mengoptimalkannya untuk Kesuksesan Bisnismu

Creativepreneur and Career

10 Skill Wajib di Tahun 2025 yang Perlu Kamu Milik

Creativepreneur and Career

Cara Cepat Meningkatkan Bisnis Online Dijamin Berhasil