GenK STORY

Sosok Kusni Kasdut, Perampok Ulung yang Dijuluki “Robin Hood Indonesia”. Pernah Curi Emas di Museum Nasional!

5dcf614de0a31-694a8793

Kusni Kasdut, seorang pejuang kemerdekaan Republik Indonesia yang beralih profesi menjadi pencuri kelas kakap karena sakit hatinya atas penolakan keinginannya untuk menjadi anggota TNI, meski sudah berjuang berulang kali bersama pasukan pejuang untuk melawan para penjajah.

Bukan orang biasa, ia melewati aksi-aksi yang tak terlupakan, salah satunya adalah pencurian emas di Museum Nasional Indonesia seperti cerita di film Money Heist yang menjadi favorit banyak orang.

Tak untuk memperkaya dirinya sendiri, Kusni Kasdut justru membagikan sebagian besar hasil rampokannya kepada rakyat miskin. Ya, Roobin Hood Indonesia julukannya. Namun, perjalanan hidupnya harus berhenti di usia 51 tahun karena ia harus menjalani hukuman tembak mati atas perbuatannya yang dianggap tak bisa diampuni lagi.

Perjalanan hidupnya yang menarik, menginspirasi grup musik legendaris God Bless melalui lagu berjudul Selamat Pagi Indonesia yang dirilis pada tahun 1980.

“Sayap burung berkepak, menembus embun pagi, terbang menerjang keheningan, gerbang dini. Terperanjat mendengar, derap langkahnya yang begitu tenang,melangkah menuju keabadian.”

Kisah Kusni Kasdut, Pernah Jadi Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia

Kisah Kusni Kasdut, Penjahat Legendaris Indonesia | KASKUS

Sumber Gambar : kaskus.com

 Kusni Kasdut yang bernama asli Waluyo ini lahir dari pasangan petani miskin di daerah Blitar, Jawa Timur pada tahun 1929. Sejak umur 5 tahun, ia sudah ditinggal mati ayahnya dan melanjutkan hidup miskin bersama ibunya. Kasdut adalah salah satu orang yang berjasa atas kemerdekaan Indonesia. Pasalnya, ia berperan dalam mengusir tentara Jepang dan Belanda pada saat itu dengan bergabung bersama kelompok-kelompok pejuang kemerdekaan Indonesia.

Ia mengawali perjuangannya dengan bergabung bersama Heiho atau tentara pembantu, pasukan yang dibentuk oleh tentara pendudukan Jepang di Indonesia yang terdiri dari bangsa Indonesia, guna berbakti pada tanah air dan bangsa.

Lepas dari Heiho, ia menjadi anggota batalyon Rampal, bergabung dengan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) di daerah Rampal, Malang, Jawa Timur. Angkatan perang ini adalah pasukan pertama yang dibentuk Pemerintah Indonesia setelah Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945. Bersama pasukan ini, Kusni muda bergeriliya hingga ke daerah Surabaya untuk menghadapi tentara sekutu dan berhasil membuat para musuh mundur.

Tidak berhenti disitu, Kusni muda melanjutkan perjuangannya dengan bergabung bersama Laskar Bambu Runcing untuk merebut kota Bandung, namun sesampainya di Kota Madiun, ia justru bergabung dengan Laskar Brigade Teratai yang para anggotanya terdiri TNI dan orang-orang dari dunia hitam seperti rampok, copet, germo, wanita-wanita panggilan yang bertugas sebagai mata-mata dan merampok harta atau senjata untuk melawan pasukan Belanda. Laskar ini dibentuk oleh Jenderal Moestopo yang juga dikenal sebagai Pasukan Setan.

Kusni mulai banyak bergaul dengan para pelacur dan brandalan kecil saat menjadi anggota Laskar Brigade Teratai tersebut dan mulai melakukan perampasan harta. Salah satunya, ia pernah ditugaskan untuk mengambil berlian dari seorang China kaya raya yang tinggal di Madiun, dan berhasil mengambil berlian tersebut dari lokasi penyimpanan perhiasan itu.

Bersama Laskar Brigade Teratai, Kusni muda selama empat tahun lamanya menghasilkan prestasi yang luar biasa membantu perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia pun merasa bangga atas apa yang telah ia lakukanm karena merasa telah memberikan sumbangsih untuk perjuangan. Hasil rampasan dalam operasinya yang ia peroleh pun disumbangkan untuk kepentingan perjuangan.

Kecewa Karena Ditolak Menjadi Anggota TNI

Sumber Gambar : tempo.co

Kusni memulai menjadi perampok ulung karena dilatarbelakangi oleh rasa kecewa dan sakit hatinya atas penolakan dirinya untuk menjadi pasukan TNI. Padahal ia telah berulang kali berjuang bersama Tentara Keamanan Rakyat dan Tentara Republik Indonesia Pelajar. Ia bahkan telah dibekali surat bekas pejuang. Namun, tetap saja ia ditolak karena memiliki kekurangan di kaki kirinya berupa bekas tembakan.

Ia pun masih berjuang dengan kembali ke Rampal, Malang untuk mengurus surat pernyataan bekas pejuang sekalian mengumpulkan uang untuk dibagikan kepada keluarganya yang ada di Blitar. Uang yang ia dapatkan, juga dipakai untuk mengurus penempatan bekas pejuang di kantor Biro Rekonstruksi Nasional di Jakarta, namun kembali mendapat kekecewaan, ia tetap saja tak mendapat pekerjaan.

Menjadi Perampok Ulung, Pernah Mencuri Emas di Museum Nasional

Kusni Kasdut, Penjahat Paling Legendaris yang Pernah Bikin Indonesia Geger

Sumber Gambar : kaskus

Merasa tak dihargai atas jasa yang telah diberikan selama empat tahun lamanya, Kusni akhirnya memutuskan untuk kembali ke Surabaya. Ia bertemu kembali dengan beberapa rekan sesame bekas pejuang, salah satunya Subagyo. Dari pertemuan ini lah Subagyo mengajak Kusni untuk melakukan aksi perampokan.

Aksi pertama yang mereka lakukan adalah merampok dengan modus pemerasan dan penculikan saudagar kaya. Atas aki tersebut mereka mendapatkan uang sebesar Rp 600 ribu atau setara dengan Rp 600 juta untuk nilai zaman sekarang. Uang hasil kejahatan pertama Kusni ini, dibagikan secara merata kepada sesama pejuang. Betapa lucunya, sebuah kejahatan dibarengi dengan ketulusan hati untuk memberi satu sama lain.

Aksi terkenal yang dilakukan Kusni lainnya adalah berkomplot dengan Bir Ali atau Muhammad Ali yang berasal dari Cikini Kecil, Menteng, Jakarta Pusat. Mereka merampok pria keturunan arab kaya raya bernama Ali Badjened pada tahun 1960. Naas, Ali Badjened ini tewas karena diberondong peluru tembakan Kusni. Betapa mengerikannya perbuatan Kusni, padahal pada zaman itu masih jarang terjadi perampokan sekaligus pembunuhan korbannya.

Adapun aksi tak terlupakan oleh sejarah yakni aksi Kusni bersama bersama komplotannya, Herman, Budi dan Sumali. Yakni merampok Museum Nasional Indonesia atau Museum Gajah. Seperti film perampokan Money Heist, Kusni dan rekannya benar-benar mencuri emas dan berlian serta harta yang ada dalam museum tersebut dengan nilai Rp. 2,5 Miliar pada 30 Mei 1963. Ia dan rekan melakukan perampokan tersebut dengan mengelabui petugas dengan menyamar memakai seragam polisi dan rekan lainnya berperan sebagai pengunjung. Aksi ini pun berjalan mulus sampai pada petugas merasa curiga dan membuat Kusni dan komplotannya harus menembaki petugas dan kabur bersama emas berlian dan barang curian lainnya.

Setelah kejadian ini, Kusni berpisah dengan rekan-rekannya yang menjalani aksi tersebut. Namun, kebebasan tersebut hanya sementara. Perantara yang biasa membantunya menjual hasil curian telah ditongkrongi polisi sehingga Kusni dan rekannya tertangkap.

Ketika hendak dibawa ke kantor polisi setempat, Kusni masih sempat-sempatnya kabur dengan menggunakan mobil pick-up. Namun, Ketika hendak turun dari mobil pick-up tersebut kaki Kusni ditembak dan ia pun terjatuh serta terguling hingga pingsan. Karena aksi-aksinya inilah Kusni harus divonis hukuman mati oleh Pengadilan pada tahun 1964.

Dikenal Sebagai Belut Licin Di Tahanan

The Story Of Kusni Kasdut, From A Freedom Fighter To An Elephant Museum  Robber

Sumber Gambar : voi.id

Kusni muda dikenal sebagai seorang kancil atau belut licin, karena kecerdikannya untuk lolos tiap kali masuk penjara. Ia berulang kali berhasil kabur dari tahanan baik saat masih menjadi pejuang maupun penjahat.

Suatu waktu saat ia beberapa kali ditangkap dan masuk penjara Belanda, namun ia pun berhasil lolos. Aksi pertamanya untuk lolos dari tahanan ialah ketika ia bergabung dengan Laskar Brigade Teratai dan sedang berangkat ke Malang sendiri untuk melancarkan aksi pencurian senjata, obat-obatan, peluru di Van Mook.

Saat ia ditahan di Lembaga Permasyarakatan Lowokwaru, Malang, Jawa Timur setelah divonis mati oleh hakim atas semua perbuatannya, ia pun masih melarikan diri pada tanggal 10 September 1979. Kabarnya, ia kabur dari sel khusus yang berisi satu orang hanya dengan bantuan sebuah obeng dari paku besa yang diberi pegangan kayu dan seutas tali yang terbuat dari kain yang disambung dengan benang jahitan tangan.

Kusni Kasdut Sang Robin Hood Indonesia

Sumber Gambar : malangtimes.com

Dikutip dari buku karya Petrik Matanasi, tahun 2011 yang berjudul “Para Jagoan: Dari Ken Arok Sampai Kusni Kasdut”, Kusni dijuluki sebagai “Robin Hood”. Karena hasil yang ia dapatkan dari aksi perampokannya sering kali dibagikan kepada kaum miskin.

Terlepas dari aksi-aksi jahatnya, ia dicintai rakyat miskin yang terpinggirkan karena kepeduliannya. Ia tidak tergiur dengan bergelimangnya harta. Bukan untuk dirinya sendiri, Kusni selalu ingat rakyat miskin yang membutuhkan. Itulah mengapa ia dijuluki Sang Robin Hood Indonesia.

Itulah cerita bagaimana seorang Kusni Kasdut, seorang yang berjasa atas kemerdekaan Indonesia, memutuskan untuk menjadi seorang perampok berdarah dingin yang melakukan aksi-aksinya dengan keji.

Namun disamping itu ada cerita lain dibalik sosok Kusni Kasdut ini, ia dicintai rakyat miskin karena kepeduliannya antar sesama. Namun kejahatan tetap tidak bisa dibenarkan.

About author

Related posts
GenK STORY

Butala 2022: Mulai dari Aku - Online Interactive Talk Show

GenK STORY

Dorno Si Kucing Ngeselin

GenK STORY

Mengenal Lebih Dekat Grace Tahir, Anak Konglomerat Mayapada Group!

GenK STORY

Ikut Pertukaran Pelajar Daring Itu Rasanya Flat