GenK LIFE

Suka Duka yang Perlu Kamu Tahu Jika Bekerja di Advertising Agency

advertising-agency

Pada tahun 2012, saya memberanikan diri melamar sebagai copywriter pada sebuah agensi lokal di Jalan Panglima Polim. Akhirnya saya diterima. Saya mendapatkan banyak pelajaran di agency periklanan tersebut. Di sinilah saya bertemu orang-orang kreatif hebat yang saat ini telah mantap di posisinya masing-masing. Saat bekerja di advertising agency ini, saya juga belajar menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan. Agensi saya saat itu adalah laboratorium kehidupan. Di tempat ini kreativitas adalah sesuatu yang perlu dipelihara bukan dengan terus-menerus bekerja, melainkan harus ditunjang dari kehidupan di luar pekerjaan. Pada pertengahan tahun 2015, saya mengucapkan salam perpisahan setelah memutuskan untuk menjadi full time mom untuk anak saya yang lahir pada akhir tahun 2014.

“bekerja di advertising agency, saya belajar menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan”

pengalaman-bekerja-di-agensi-periklanan

Dokumen pribadi

Cerita saya berlanjut kembali pada tahun 2017. Salah satu mantan bos saya di agensi sebelumnya mengajak saya untuk bekerja di advertising agency baru miliknya. Saya bergabung sebagai Creative Group Head yang dengan sukses mengalami kalah pitching sepanjang tahun 2017. Hahahaha! Ya sudah, mau bagaimana lagi? Semuanya dijalani saja sebagai tambahan pengalaman. Situasi berbalik pada awal tahun 2018. Saya didaulat menjadi Activation Strategic Planner ketika orang-orang baru bergabung di agensi kami. Bersama agensi yang namanya terinspirasi dari lagu Don’t Stop Me Now oleh Queen ini, saya benar-benar merasakan segala suka duka hidup sebagai pekerja di advertising agency sampai hari ini. Puncaknya terjadi di 2019. Saya bepergian ke 15 destinasi dalam dan luar negeri dalam setahun baik untuk urusan pekerjaan maupun liburan. Melelahkan sekaligus menyenangkan.

Baca Juga :   5 Cara Ampuh Supaya Terhindar dari Toxic Positivity

Suka Duka Bekerja di Advertising Agency

karyawan-agensi

Dokumen pribadi

Kalau ada satu masukan yang bisa saya bagi dari pengalaman saya berpindah-pindah spesialisasi pekerjaan di advertising agency, hal itu adalah jangan takut gagal. Dicoba saja dulu. Alasannya adalah karena kegagalan dan keberhasilan sama-sama memberikan pembelajaran. Selain itu, jangan gampang menyerah dan takut capek untuk memberikan yang terbaik. Suka dan duka bekerja di advertising agency atau di mana pun pasti ada. Pada akhirnya hasil pekerjaan itu semua akan kembali ke diri kita juga. Terakhir, jangan lupa untuk selalu menikmati pekerjaan yang dilakukan. Kalau sedang capek ya istirahat dulu. Setelah itu kembali lagi dengan perspektif yang segar. Karena saya percaya, hati selalu kembali kepada hal-hal yang menggugahnya.

“Di tengah deadline padat yang tiada henti dan menguras emosi, fisik dan mental, saya malah jatuh cinta pada dunia iklan.”

 

Penulis: Eka Dwibhakti

Editor: Isyhari Maheswar

About author

Related posts
GenK LIFE

5 Rekomendasi Podcast Lucu Indonesia yang Ampuh Banget Ngilangin Stres

GenK LIFE

Mengenal “Duck Syndrome”, Kamu yang Ambisius Sering Mengalaminya

GenK LIFE

Mengenal Apa Itu Cancel Culture, Tren Toxic Memboikot Orang Beramai-Ramai

GenK LIFE

Kamu Ngerasa Ragu Dengan Prinsip Hidupmu? Coba Pahami Hal Ini!