GenK STORY

Seni Psikedelik: Visualisasi Imajinasi Tanpa Batas

Dibaca Normal: 3 menit

Seni psikedelik merujuk pada karya visual dan musik representasi kondisi kesadaran yang berubah akibat obat-obatan halusinogen seperti LSD dan Psilosibin. Seringkali seni psikedelik dianggap negatif, namun, psikedelik lebih dari sekadar pengaruh obat-obatan. Sejarah seni psikedelik berawal dari suatu grafis yang diperkenalkan oleh William Addison Dwiggins, seniman tipografi Amerika, pada 1922 silam. Namun, pada akhir 1960-an hingga awal 1970-an, perusahaan periklanan mulai mengenali potensi komersial dalam estetika psikedelik sehingga seni psikedelik dikenal khalayak dengan ciri khas warna kontras, surealistik, berpola kaleidoskopik dan penggunaan teknik morphing. Seni psikedelik tidaklah bergantung sepenuhnya pada obat-obatan, namun, zat psikotropika berpengaruh dalam membuka persepsi yang dibatasi rasionalitas serta menghubungkan para seniman dengan roh-roh spiritual, Pencipta, dan dorongan kreatif dari planet ini.