GenK LIFE

Tak Hanya Rapid Test, PCR Penting Dilakukan Untuk Deteksi COVID-19

Dalam upaya percepatan dan penanganan COVID-19, telah mendatangkan alat laboratorium tes PCR (Polusmerase Chain Reaction) sebanyak 20 buah dari Roche, Swiss. Keduapuluh alat tersebut, yakni dua unit Magna Pure 96 dan 18 Light Cycler.

Dari pernyataan Arya Mahendra Sinulingga staf khusus Menteri BUMN, alat tersebut bisa melakukan sebanyak 300.000 tes per bulannya. Hal ini ia ungkapkan pada teleconference dengan wartawan, Rabu (8/4/2020).

Nantinya, alat tes PCR tersebut akan didistribusikan ke beberapa provinsi, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Kalimatan Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua.

Ilustrasi tes COVID-19. (Sumber: istock)

Sebelum ramai membhas tentang tes PCR, Indonesia juga sudah ramai membahas tentang rapid test yang juga sempat dilakukan. Walaupun sama-sama tes yang dapat mendeteksi COVID-19, namun keduanya tentu berbeda. Agar tidak keliru, berikut sedikit penjelasan tentang PCR.

Apa itu PCR (Polymerase Chain Reaction)?

Ilustrasi tes COVID-19. (Sumber: romania insider)

PCR (Polymerase Chain Reaction) merupakan suatu metode pemeriksaan yang prinsip kerjanya memperbanyak (amplification) DNA invitro secara enzimatis. Teknik PCR telah dikembangkan untuk diagnosis berbagai penyakit infeksi, seperti Hepatitis, HIV, Human Papillomavirus, dan untuk mendeteksi M. Tuberculosis. Namun, dalam hal ini PCR diandalkan untuk mendeteksi COVID-19 dalam upaya pencegahan dan penanganan pandemi yang semakin meluas.

Baca Juga :   Cara Menjalani Gaya Hidup Minimalis Tanpa Membebani Diri

Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara pengumpulan usap (swab) dari saluran pernapasan atas, yakni bagian hidung, mulut dan tenggorokan. Pada pemeriksaan PCR, material genetika yang dibaca berupa RNA yang akan disamakan dengan model COVID-19 sehingga memiliki tingkat akurasi tinggi.

PCR akan menggunakan sampel lendir dari hidung atau tenggorokan. Dua lokasi ini dipilih karena menjadi tempat virus akan menggandakan dirinya. Walaupun begitu, beberapa sampel seperti sampel cairan dari saluran pernapasan bawah; atau  sampel tinja juga bisa jadi pilihan untuk tes ini. Virus yang aktif akan memiliki material genetika yang bisa berupa DNA maupun RNA.

About author

Related posts
GenK LIFE

Buat Pecinta Tanaman, Ini Dia Tanaman Pembersih Udara yang Bikin Sehat!

GenK LIFE

Jangan Asal-asalan! Ini Kriteria Jas Untuk Dipakai di Hari Pernikahan!

GenK LIFE

Tren Influencer Fatigue Meningkat, Kenapa Konsumen Mulai Bosan dengan Influencer?

GenK LIFE

Ini Dia Hal Yang Harus Diperhatikan Setelah Mulai WFO!