GenK STORY

Pementasan Teater KataK Virtual “Paman Doblang” Sukses Menarik Hati 1000 Penonton

teater-katak-pertunjukan-paman-doblang

Kabar baik datang dari karya seni teater! Situasi pandemi nggak menghalangi kalian untuk menyaksikan pertunjukan teater. Justru, para penggiat teater semakin tertantang untuk tetap berkarya dan berinovasi dalam mewujudkan pementasan teater yang kreatif dan inovatif.  Salah satunya ada Teater KataK Universitas Multimedia Nusantara!

Pementasan Virtual Teater KataK

Teater KataK kembali hadir dengan konsep pementasan virtual pada tanggal 23 Januari, pukul 19:00 WIB. UKM yang berada di bawah naungan Universitas Multimedia Nusantara ini berhasil mewujudkan pementasan berjudul “Paman Doblang”, dengan karyanya yang unik bertemakan patriotisme!

pementasan-teater-katak

Pementasan Teater Katak UMN

Pementasan dilaksanakan dalam rangka menyambut teman-teman Kecebong (calon anggota KataK) yang mayoritas berasal dari mahasiswa baru UMN angkatan 2020.  Bersama dengan motto “Berani Melompat Lebih Tinggi Melewati Batasan yang Ada”, Teater KataK senantiasa menaungi para insan yang hendak berkarya melalui dunia teater sejak tahun 2009 dengan memiliki lebih dari 400 anggota aktif dan memproduksikan lebih dari 60 pementasan, baik yang berskala kecil maupun besar.

Baca Juga :   Tips dan Cara Untuk Membuat Musikalisasi Puisi Keren

Pementasan Menceritakan Kisah “Paman Doblang”

Pementasan yang berdurasi sekitar 2 jam ini bercerita mengenai kisah perjalanan Paman Doblang yang akhirnya mendekam di sel tikus akibat sikap dan tingkah lakunya yang mengesalkan. Hal ini membuat inspektur yang menginterogasinya marah dan mengurungnya di sel tikus.

Kisah ini terinspirasi dari puisi berjudul “Paman Doblang” karya W.S. Rendra, yang telah diadaptasi pula menjadi lagu oleh Kantata Takwa. “Paman Doblang” mengambil peristiwa saat W.S. Rendra dipenjara, di mana setelah keluar dari penjara ia menulis puisi tersebut dan mengambil dua set waktu.

adegan-pertunjukan-paman-doblang

Salah satu adegan dalam pementasan teater Paman Doblang

Pertama, saat tahun 1978 di mana demonstrasi sedang sangat marak dan pemberontakan pada pemerintahan orde baru terjadi. Kedua, saat tahun 1943 di kala masa penjajahan Jepang di Indonesia terkait dengan Romusha dan Ianfu.

Nggak hanya menampilkan permainan teater, pementasan ini juga menggunakan perpaduan dari berbagai unsur artistik, seperti musik, set properti, kostum, makeup, dan lighting. Wah, menarik sekali, yah!

Baca Juga :   3 Komunitas Teater Indonesia Ini Sajikan Hiburan Penuh Makna
About author

Related posts
GenK STORY

Yuk kenalan Dengan Mahkluk Mitologi, Elf!

GenK STORY

Bukan Cuma Atlantis, Ini Dia Beberapa Kota Yang Tenggelam Dan Menggemparkan Dunia

GenK STORY

Ini Dia Deretan Hacker Paling Jago dan Terkenal di Seluruh Dunia!

GenK STORY

Ini Dia Cerita Marie Thomas, Dokter Wanita Pertama di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published.