Fotografi

Mengenal Macam-Macam Teknik Pencahayaan dalam Fotografi

cover-teknik-pencahayaan

2. Artificial Light

teknik-artificial-light

Menggunakan artificial light (Sumber: pexels.com)

Berikutnya ada artificial light, yaitu cahaya yang sengaja dibuat ketika kamu sebagai fotografer sedang membutuhkan cahaya tambahan saat memotret. Artificial art memungkinkan kamu untuk mengatur terang-gelap dan jumlah intensitas cahaya yang masuk ke dalam frame

Sumber cahaya buatan ini banyak digunakan di berbagai kesempatan, baik itu indoor maupun outdoor. Namun,  artificial light umumnya digunakan ketika kamu memotret di studio yang kurang cahaya atau ketika memotret di malam hari. Sebab jika kekurangan cahaya hasil fotomu jadi noise dan underexposure.

Contoh artificial light adalah lampu studio, flash, senter, dan lampu emergency. Kamu pasti pernah menggunakan salah satunya bukan? Salah satunya ketika kamu ingin memotret food photography yang pernah kami bahas di artikel sebelumnya.

Baca Juga :   Belajar Dasar-Dasar Three Point Lighting untuk Fotografi

3. Mix Light

Ingin menggabungkan available dan artificial light? Kenapa nggak? Kamu bisa menggabungkan keduanya untuk menghasilkan foto yang memukau, teknik ini disebut dengan mix light. Teknik pencahayaan ini biasanya digunakan secara sengaja ketika level penerangan dari cahaya alami nggak mampu memenuhi keinginan fotografer.

Contoh pengaplikasian mix light di dalam fotografi adalah ketika kamu memotret indahnya gemerlap lampu kota di malam hari dengan menggunakan tambahan flashlight

Lighting Fotografi Berdasarkan Arah Cahaya

Sebelum benar-benar memotret, pertimbangkan dulu di mana posisi yang tepat untuk mengambil gambar. Salah satu caranya adalah dengan memperhatikan arah datangnya cahaya. Setiap arah cahaya akan memberikan efek yang berbeda-beda terhadap hasil jepretanmu. Yuk, simak apa saja macam-macam tekniknya!

1. Front Lighting

front-lighting

Foto front lighting (Sumber: thelenslounge.com)

Front lighting merupakan teknik pencahayaan fotografi dengan menempatkan objek tepat di depan kamera, sehingga cahaya langsung menyorot ke arah objek dan bayangan tepat jatuh di belakangnya. Front lighting mampu memberikan detail yang nyata, hanya saja foto jadi terlihat membosankan karena kurang bermain dengan dimensi bayangan. 

2. Oval Lighting

oval-lighting

Contoh foto oval lighting (Sumber: pexels.com)

Sedikit bergeser dari front lighting, oval lighting menempatkan cahaya pada posisi ¾ dari objek. Dengan begitu akan tercipta sedikit bayangan pada belakang objek. Oval lighting biasanya digunakan ketika kamu memotret foto portrait diri di studio.

Baca Juga :   Gak Cuma Golden Hour, Ternyata Ada Blue Hour Photography, GenK!

About author

Related posts
Fotografi

Cara Ampuh Menghindari Review Negatif Dari Pelanggan, Dengan Foto Produk Yang Sesuai!

Fotografi

Komposisi dan Pencahayaan Dibalik Foto Interior yang Menarik

Fotografi

Begini Caranya Fotografi Melatih Memori Kamu

Fotografi

Tips Membuat Video Pernikahan Sendiri Biar Lebih Hemat Bujet

Leave a Reply

Your email address will not be published.