GenK STORY

Menilik Gaya Desain Grand-Millenial di ‘The Queen’s Gambit’

The-Queen’s-Gambit

Berlatar tahun 1960-an, mini-series berjudul The Queen’s Gambit yang baru saja dirilis oleh Netflix berkisah tentang perjalanan hidup Beth Harmon dari seorang gadis yatim piatu hingga menjadi pemain catur wanita kelas dunia. Salah satu hal yang paling menarik perhatian audience adalah rumah tinggal Beth Harmon yang penampakannya pertama kali muncul pada episode 2.

Rumah ini bergaya grand-millennial, gaya desain yang pada dasarnya adalah gaya desain vintage dengan sentuhan retro. Gaya desain ini muncul pada akhir tahun 1930-an dan awal tahun 1940-an. Meski begitu, rumah dengan gaya desain vintage dapat bertahan dan menjadi tren selama kurang lebih 6 dekade.

Grand-millennial style banyak menggunakan bermacam-macam motif, penggunaan warna-warna terang, memiliki aksen klasik tradisional, serta perabot berukuran besar yang membuat interior ruang terasa megah. Gaya desain ini membangkitkan lagi nostalgia di masa kecil, serta memberikan kehangatan layaknya rumah nenek.

Aksen-aksen serta finishing yang digunakan memberikan kesan tua dan usang, namun tidak melupakan estetika. Gaya desain grand-millennial juga memberikan kenyamanan dalam kemegahan yang ditunjukkan melalui setiap sudut ruangan. Melihat dari serial The Queen’s Gambit, inilah 4 ciri gaya desain grand-millennial yang diterapkan dalam rumah Beth Harmon!

1. Patterns / Motif untuk Sebagian Besar Finishing

Pada interior rumah karakter The Queen’s Gambit, hal paling menonjol dan yang menjadi ciri khas terutama dari rumah bergaya grand-millennial adalah patterns atau motif. Ketika dibawa masuk ke dalam rumah, kita dapat menemukan berbagai macam motif yang ada pada hampir seluruh dinding dalam rumah ini.

interior-kamar-the-queen's-gambit

Perpaduan motif geometris serta floral pada kamar tidur Beth menambahkan sentuhan modern pada rumah ini.

Ruang tidur utama menggunakan banyak motif floral. Hampir seluruh permukaan ruangan ini dihiasi dengan motif floral, mulai dari dinding, lampu tidur, sprei, hingga gorden. Pada kamar tidur Beth, motif yang digunakan adalah perpaduan motif floral dari tirai tempat tidur kanopi dengan motif geometris pada dinding. Penambahan motif geometris menjadikan kamar ini menjadi terkesan lebih modern dan fun, karena kamar ini sendiri ditujukan untuk Beth yang masih muda.

Motif geometris juga dapat ditemukan pada dinding kamar mandi tamu. Ruangan ini dapat terlihat pertama kali dalam episode 5, ketika Harry Beltik, kawan lama dan lawan main Beth, mendatangi rumahnya. Aplikasi motif yang bermacam-macam sebagai sebagian besar finishing ini membuat rumah ini seakan sudah berdiri dalam waktu yang lama, layaknya gaya desain grand-millennial yang telah muncul sejak tahun 1930.

2. Pemilihan Warna Terang dan Tidak Monoton di Rumah The Queen’s Gambit

interior-rumah-the-queen's-gambit

Eksterior rumah Beth Harmon terlihat unik dan menonjol dibandingkan rumah lainnya.

Selain itu, hal yang membuat rumah di The Queens’s Gambit menjadi lebih menarik adalah pemilihan warna. Jika dibandingkan dengan eksterior rumah lain, rumah Beth merupakan satu-satunya rumah dengan cat warna biru muda, di mana rumah lainnya menggunakan dinding bata. Warna biru muda ini memberikan kesan “clean” dan “fun”. Selain itu, keunikan dalam pemilihan warna eksterior ini juga membuat rumah Beth terlihat lebih menonjol dibandingkan rumah lainnya.

Setiap ruangan memiliki palet warna yang berbeda-beda. Sehingga, ketika memasuki tiap ruangan, kita seakan dibawa pada suasana yang berbeda-beda. Ruang tamu banyak didominasi oleh warna hijau tosca pada dinding, tirai, dan sofa. Serta warna cokelat tua pada beberapa furniture, piano, dan perapian. Aksen warna krem terdapat pada archway yang menjadi pembatas antara jalan masuk dan ruang tamu. Ada pula aksen warna emas yang didapat dari coffee table untuk menambahkan sentuhan mewah dan elegan pada ruang tamu.

ruang-tamu-Beth

Ruang tamu didominasi oleh warna hijau tosca.

Kamar tidur Beth di The Queen’s Gambit didominasi oleh warna pink. Hampir seluruh permukaan ruangan ini menggunakan finishing berwarna pink, mulai dari dinding, lantai, serta kursi. Beberapa perabot menggunakan warna krem sebagai aksen, serta warna biru muda dipilih sebagai warna dasar sprei dan tirai agar suasana kamar tidak monoton.

Perbedaan palet warna pada setiap ruangan ini membangkitkan suasana riang gembira, yang membawa kembali ingatan masa kecil, sama halnya dengan gaya desain grand-millennial.

Baca Juga :   Inspiring! Desain Kamar Mandi Minimalis Terbaik untuk Kamu Coba
About author

Related posts
GenK STORY

Ini Dia Cerita Marie Thomas, Dokter Wanita Pertama di Indonesia

GenK STORY

Sistem Pemerintahan Tertua Di Dunia, Ada Yang Sudah Berdiri Semenjak Sebelum Masehi Loh!

GenK STORY

Belajar Dari Masayoshi Son, Orang Terkaya Jepang Yang Berasal Dari Keluarga Miskin

GenK STORY

Ini Yang Harus Dilakukan Ketika Pekerjaanmu Masih Diremehkan Orang Lain

Leave a Reply

Your email address will not be published.