Creativepreneur and Career

Kamu Punya Toko Online? Perhatikan Risiko Keamanan Ini

Punya toko online memang seru karena kamu bisa memiliki bisnismu sendiri. Tapi, kamu juga nggak bisa lepas dari risikonya terutama dalam hal keamanan. Menurut data dari Kaspersky, 56,3% pelaku bisnis online di Indonesia, berisiko terhadap serangan hacker. Hal ini juga terbukti dari kejadian terbaru di tahun 2020, saat sistem Tokopedia dibobol hacker. Akibatnya, data penting milik 15 juta pengguna dicuri oleh oknum tersebut. Nggak perlu langsung panik, perhatikan aja risiko keamanan berikut ini biar kamu bisa melakukan antisipasi:

Infeksi Malware

Sumber : static.id

Malware itu kepanjangannya malicious software. Artinya yaitu software yang berbahaya. Para hacker yang membuat software jahat ini untuk menembus sistem keamanan website. Istilah infeksi malware digunakan karena malware bekerja seperti virus. Setelah malware masuk diam-diam ke dalam sistem, nanti malware ini bakal mengacaukan sistemnya dari dalam. Beberapa bentuk malware di antaranya yaitu Trojan horse, Worm, Adware, Ransomware.

Spam

toko online

Sumber : suara.com

Ketika ada email masuk ke toko online kamu, hati-hati karena pesan tersebut bisa jadi adalah spam. Pesan spam merupakan pesan yang dikirim oleh kontak tidak dikenal, umumnya berisi promo atau link yang berbahaya. Selain di dalam kotak email, spam juga biasa muncul di kolom komentar suatu produk. Ini berbahaya karena spam yang terlihat pengunjung bisa bikin mereka merasa nggak aman. Makin bahaya lagi kalau pengunjung justru mengklik link spam, mereka akan berisiko di-hack.

Bots

Sumber : IDN

Bots sebenernya bermanfaat dalam mengindeks website, serta menaikkan posisinya agar muncul di halaman paling atas Google. Namun, hacker dapat melakukan manipulasi terhadap bots sehingga malah jadi merugikan. Misalnya, mencuri data toko online, atau mengganti harga produk. Bots yang disalahgunakan ini biasanya bertujuan untuk sabotase, atau memata-matai suatu bisnis agar mendapat informasi penting, supaya lebih unggul, tapi dengan cara ilegal.

Baca Juga :   4 Tips Profesional Membuat Profil LinkedIn yang Powerful

Sabotase Keranjang Belanjaan

Sumber : therakyatpost.com

Contoh situasinya, ada pelanggan yang mau memasukkan produk kamu ke keranjang belanjaan. Tapi, tulisannya stok produk habis, dan pelanggan akhirnya nggak bisa beli. Padahal, produk kamu itu belum terjual. Hacker yang melakukannya, dengan cara memasukkan produk-produkmu secara masih ke dalam keranjang. Jadi, pembeli nggak bisa belanja sama sekali. Salah satu cara hacker melakukannya yaitu dengan memakai alamat IP yang berbeda-beda. Jadi, produk yang dimasukkan ke keranjang, diidentifikasi oleh toko online sebagai pembelian.

Pencurian Data Kartu Kredit

toko Online

Sumber : nerdwallet.com

Hacker bisa melakukan banyak cara untuk mencuri data dari kartu kredit. Caranya mulai dari malware, phishing sampai MITM (man in the middle). Phishing adalah cara mengelabui orang-orang untuk memasukkan informasi penting dan sensitif, misalnya nomor rekening dan password. Bisa lewat email palsu misalnya. Sementara, MITM adalah cara hacker memposisikan dirinya di antara toko online dan pembeli. Salah satu metodenya yakni dengan cara membuka koneksi WIFi gratis. Dari sini, hacker bisa memantau semua aktivitas yang dilakukan pengguna.

Injeksi SQL

toko online

Sumber : Amazon

Nggak hanya spam yang membahayakan kolom komentarmu. Namun, injeksi SQL juga sama-sama berbahaya. Serangan ini bisa menyebabkan kerusakan database milik toko online kamu. Caranya, hacker memasukkan kode yang berbahaya, bentuknya berupa SQL statement. Kode ini dimasukkan di kotak username pada kolom komentar. Terus, kodenya bisa bekerja secara langsung di dalam database pada toko online-mu. Tujuannya buat menggali informasi, menghapus data, atau bikin database corrupt.

 

Begitulah macam-macam risiko keamanan yang biasanya mengintai toko online. Tenang aja, asalkan kamu melindungi toko online-mu dengan optimal, maka keamanannya bisa benar-benar terjaga.

About author

Related posts
Creativepreneur and Career

Pengertian dan Tipe Content Marketing yang Wajib Diketahui Para Marketer

Creativepreneur and Career

Mengenal Marketing Mix dan Bagaimana Penerapannya dalam Strategi Pemasaran

Creativepreneur and Career

Udah Ngerti Soal GNP dan GDP? Ini Dia Penjelasannya

Creativepreneur and Career

Yuk Mengenal Lebih Dalam Tentang, Apa Itu Reciprocity Marketing?