Arsitektur & Interior

Wow! Ternyata Aesthetic Experience Berhubungan dengan Panca Indra Kita Loh!

Sebenarnya aesthetic experience itu sudah ada sejak lama dan selalu terjadi dalam setiap proses kehidupan kita loh. Namun, mungkin istilah aesthetic experience masih terkesan baru di telinga kita sehingga banyak dari kita yang belum mengenali aesthetic experience itu. Aesthetic experience selalu kita alami secara tanpa sadar saat kita berada atau merasakan objek yang menjadikan otak kita membentuk suatu persepsi atau kesan terhadap objek tersebut. Dengan kita memahami aesthetic experience, menjadikan kita lebih peka akan lingkungan sekitar kita. 

Tahukah Kamu Apa Itu Aesthetic Experience?

Sumber : pixabay.com

Menurut Junaedi dalam bukunya Estetika : Jalinan Subjek, Objek, dan Nilai, aesthetic experience itu terdiri dari dua kata yaitu aesthetic dan experience. 

Nah aesthetic sendiri berasal dari sebuah kata dalam Bahasa Yunani yaitu aísthēsis yang artinya persepsi atau perasaan sedangkan experience dalam Bahasa Yunani Kuno disebut experia yang artinya pemahaman melalui sebuah pengamatan atau juga pengindraan objek.

Berarti aesthetic experience merupakan sebuah respon persepsi atau perasaan melalui sebuah pengamatan terhadap suatu objek. Hmm menarik nih, berarti saat kita sedang mengamati suatu objek maka saat itu juga akan terbentuk sebuah persepsi melalui objek tersebut. Kenapa bisa ya? Makin penasaran kan tentunya, yuk cari tahu lagi tentang aesthetic experience itu!

Apa Pentingnya Aesthetic Experience Itu?

Sumber : freepik.com

Aesthetic experience itu bisa kamu rasakan dimana saja dan kapan saja, bahkan setiap saat kamu sedang merasakan aesthetic experience, lho.

Saat melihat suatu objek terkadang kita memiliki pemikiran yang tiba – tiba muncul terhadap objek tersebut seperti “Wah bagus sekali ya!” atau juga “Aneh sekali bentuknya” dan lain sebagainya. Hal itulah yang disebut dengan aesthetic experience

Tahukah kamu persepsi terhadap suatu objek dimana kita berada juga sangat menentukan mood lho. Pasti kamu pernah merasa saat mau fokus kerja tapi mood kamu justru tidak mendukung hingga akhirnya kamu merasa malas untuk kerja.

Salah satu alasannya karena kamu butuh suasana baru yang nyaman untuk mendukung kamu bisa kerja dengan fokus dan nyaman. Saat kamu berada di tempat yang tenang, nyaman, dan menyenangkan tentu akan membuat pikiranmu menjadi lebih fokus dan tenang.

Maka dari itu dalam setiap aktivitas yang kita lakukan, kita harus memastikan apakah lingkungan sekitar kita cocok untuk melakukan aktivitas tersebut. Begitu juga saat kita ingin mengunjungi suatu tempat tentu harus memahami terlebih dahulu bagaimana suasana yang ada di tempat tersebut.

Hal ini dikarenakan suasana atau atmosfer juga dapat mempengaruhi aesthetic experience yang dirasakan hingga akhirnya mempengaruhi mood seseorang. Maka dari itu kita harus lebih peka lagi dalam merasakan kondisi dan lingkungan sekitar agar aktivitas yang kita lakukan dapat bekerja dengan maksimal.

Bagaimana Cara Kita Merasakan Aesthetic Experience?

Kita dapat merasakan aesthetic experience melalui panca indra kita yang nantinya akan diteruskan ke otak untuk membentuk suatu persepsi yang muncul dan akan kita ingat dalam otak kita. 

1. Indra Penglihatan

Sumber Gambar : freepik.com

Melalui indra penglihatan yaitu mata kita dapat melihat segala aspek visual yang ada di lingkungan kita. Kita dapat melihat adanya warna dan cahaya melalui mata, kita juga dapat melihat besar kecilnya suatu objek ataupun bentuk – bentuk ornamen melalui mata.

Ada fakta unik nih, ternyata pencahayaan dan warna yang ada pada suatu ruang juga dapat membentuk mood dan mendukung aktivitas yang kita lakukan. Kalau kamu ingin bersantai dan melakukan aktivitas ringan seperti membaca bacaan ringan, tidur, relaksasi jangan lupa untuk menggunakan pencahayaan dan warna ruang dengan warna warm ya.

Sebaliknya kalau kamu ingin melakukan aktivitas yang membutuhkan fokus dan pikiran sebaiknya gunakan pencahayaan dan warna lebih terang dan bersih. Melalui mata kita dapat merasakan bagus jeleknya suatu objek yang nantinya akan memunculkan persepsi dalam otak kita.

Mata memiliki pengaruh paling besar bagi seseorang dalam merasakan aesthetic experience dibanding keempat indra lainnya. 

2. Indra Pendengaran

Sumber : freepik.com

Indra pendengaran yaitu telinga merupakan indra yang memiliki pengaruh paling besar kedua setelah mata dalam merasakan aesthetic experience. Menurut Taaluru dan Siregar, telinga dapat menangkap gelombang suara berupa ribut, gema, gaung, ataupun redam.

Gelombang suara yang ditangkap dapat memberikan pengaruh emosi tertentu terhadap seseorang. Contohnya, seseorang yang ingin bersantai dan rileksasi tentu membutuhkan musik – musik yang menenangkan bukannya berada di lingkungan yang bising sehingga moodnya juga menjadi buruk.

3. Indra Peraba

Aesthetic Experience

Sumber : freepik.com

Indra ketiga yaitu indra peraba yang berupa kulit, nah dengan kulit kita jadi bisa merasakan tekstur suatu permukaan benda, apakah halus, kasar, lembut, keras, licin, dan sebagainya. Saat kita duduk di kursi yang keras tentu akan muncul perasaan tidak nyaman dan pemikiran “Kursi ini keras sekali dan sangat tidak nyaman”.

Sehingga kita yang awalnya ingin mengerjakan tugas menjadi tidak mood. Meski indra peraba ini tidak terlalu memiliki pengaruh yang besar, namun juga dapat mempengaruhi mood seseorang walau dalam persentase yang kecil.

4. Indra Penciuman

Aesthetic Experience

Sumber : freepik.com

Menurut Wulandari, indra penciuman dapat mempengaruhi mood, persepsi, memori, dan emosi yang terbentuk dalam diri seseorang. Uniknya, bau mampu ditangkap dan diserap oleh memori dalam otak dalam waktu yang lebih panjang.

Sehingga tidak jarang bukan kita mampu mengingat bau suatu ruang misalnya ada bau kopi – kopian di Kafe A atau juga ada bau wangi yang harum di Toko Kecantikan B. Nah, melalui bau juga dapat membentuk suatu image atau identitas pada ruang tersebut.

5. Indra Perasa

Aesthetic Experience

Sumber : freepik.com

Indra pengecap atau lidah ini sebenarnya tidak terlalu memiliki pengaruh yang besar terhadap aestetic experience yang dialami oleh seseorang. Indra pengecap ini berhubungan dengan indra penciuman.

Aroma selalu berhubungan dengan rasa. Saat kita merasakan aroma tertentu kita akan merasakan rasa tertentu seperti aroma harum berhubungan dengan rasa yang manis.

Rasa juga berhubungan dengan makanan. Misal di suatu kafe makanan yang enak tentu mendukung persepsi seseorang terhadap kepuasaannya di suatu kafe. 

Teks Oleh : Rachellia Yunike Gisella (Mahasiswa Desain Interior Universitas Kristen Petra Surabaya)
Related posts
Arsitektur & Interior

Tips Elemen Dekorasi Interior Pada Toko Elektronik

Arsitektur & Interior

4 Inspirasi Karakter Pada Ruang Komersial Konsep Industrial Yang Bisa Kamu Coba!

Arsitektur & Interior

Pengaruh Desain Pada Nona Manis Dimsum Club & Nyonya Manis Drinking Club Malang Pada Psikologi Pengunjung

Arsitektur & Interior

Yuk, Intip Green House Coworking Dengan Konsep Green Design!

Leave a Reply

Your email address will not be published.