Arsitektur & Interior

Yuk Kenali konsep Easy-Assembly dalam Furniture

Di era yang modern ini masyarakat sangat menyenangi kepraktisan dalam hidup. Melihat hal ini muncul sebuah konstruksi produk interior baru yang merupakan pengembangan dari knock down furniture, yaitu Easy-Assembly furniture. Easy-Assembly merupakah sebuah sistem konstruksi furniture yang mulai popular saat ini, namun apa sih sebenarnya Easy-Assembly ini?

Easy-Assembly merupakah sebuah konstruksi furniture yang tersusun dari 2 kata, yaitu easy yang beratrti mudah dan assembly yang memilki arti perakitan yang bila digabung furniture easy-assembly memiliki arti furniture yang perakitannya dapat dilakukan dengan mudah (tanpa menggunakan alat bantu apatun atau hanya perlu menggunakan tangan).

Kelebihan dan kekurangan Esay-Assembly

Setelah kita mengetahui apa sih, easy-assembly furniture ini, mari kita cari tau apa sih kelebihan dan kekurangan dari sistem konstruksi ini. Untuk kelebihannya sendiri ada banyak, yang pertama adalah
proses perakitan yang mudah. Hal ini disebabkan karena proses perakitan dari produk easy assembly furniture ini sangat mudah dilakukan tanpa perlu menggunakan alat apapun.

Yang kedua adalah hemat tempat penyimpanan. Hal ini terjadi karena bila tidak digunakana easy assembly furniture dapat dilepas dan disimpan dengan mudah.

Keuntungan yang terakhir adalah minimalnya kesalahan saat memasang, karena sistem yang digunakan cenderung simple dan mudah untuk dimengerti. Setelah melihat sisi positif dari sistem konstruksi ini mari kita cari tahu untuk kekurangannya.

Kekurangan utama adalah sistem konstruksi ini biasanya tidak terlalu kuat atau kokoh, karena sistem konstruksi yang sederhana dan mudah dilepas pasang.

Lalu, Kekurangan lainnya adalah bentuk yang dihasilkan tidak bisa terlalu estetik (bentuk yang dihasilkan terbatas), hal ini dilakukan supaya konstruksi yang dihasilkan lebih kuat.

Setelah kita paham mengenai kelebihan dan kekurangan dari sistem easy-assembly ini mari kita lihat langsung perealisasiannya di dunia nyata memalui beberapa produk.

1. TIPTOE presents LOU!

Sumber Gambar : winkdeco.fr

Diatas ini terlapat Lou sebuah kursi duduk yang menggunakan easy assembly system sebagai konstruksi utamanya. Disini kita dapat melihat mebagian produk menjadi 3 bagian, yaitu dudukan, kaki kursi, dan pengunci berupa putaran. Dari gambar diatas kita juga dapat melihat bahwa pemasangan produk ini dapat dilakukan dengan mudah, yaitu dengan mengunci kaki kursi pada dudukan menggunakan kunci yang diputar.

2. TIGH10 by João Teixeira

Sumber Gambar : behance.net

Diatas kita dapat melihat produk TIGH10 yang dibuat oleh Joao Teixeira. Produk ini menggunakan sistem easy assembly sebagai konstrusi utamanya.

Sistem ini dapat kita lihat dari pembagian produk menjadi 4 bagian, yaitu dudukan, armrest, kaki kursi, dan pengunci. Sistem pengunci yang digunakan berupa sistem pengunci putar yang dapat diseratkan menggunakan tangan dan sistem penyangga pada dudukan.

3. Mono Desk XL by Skeia

Easy-Assembly furniture

Sumber Gambar : Etsy.com

Berbeda dari 2 produk diatas, Mono Desk yang dibuat oleh Skeia ini menggunakan sitem esay assembly yang berbeda. Sistem easy assembly yang digunakan di produk mono desk ini menggunakan konsep puzzle di dalamnya, sehingga pengguna hanya perlu menyusun produk dan melekatkannya menjadi sebuah kesatuan meja yang utuh. Selain itu kita juga dapat melihat pembagian dari Mono desk ini yang terdiri dari kaki meja, penyangga top table, dan papan meja.

4. Stool Rocks Fabsie

Easy-Assembly furniture

Sumber Gambar : shopify.com

Sama halnya dengan mono desk, Rocks Fabsie Stool ini juga menggunakan konsep puzzle dan easy assembly sebagai sistem konstruksi produknya. Dari gambar diatas kita dpaat melihat pembagian kursi stool ini menjadi 2 bagian, yaitu kaki kuri dan dudukan.

5. Coffee Table by Henry Swanzy

Sumber Gambar : mymodernmet.com

Berbeda dari 2 konsep desain yang digunakan dari 4 produk diatas, coffee table ini menggunakan sistem karet sabagai konstruksi easy assembly dalam perancangannya. Disini kita melihat pembagian coffee table menjadi 3 bagian, yaitu kaki meja, kaca meja, dan karet sebagai pengunci utamanya. Dari gambar diatas kita juga dapat melihat pemasangan dilakukan dengan mudah, yaitu dengan mencepit kaca meja dengan kaki meja lalu diseratkan menggunakan pengunci karet.

6. Table by Aïssa Logerot (13 PIECES OF WOOD AND 2 BITS OF ROPE)

Easy-Assembly furniture

Sumber Gambar : Pinterest.com

Sama seperti Coffee Table by Henry Swanzy, meja ini menggunakan sistem konstruksi easy assembly yang menggunakan karet sebagai pengikat konstruksi utamanya. Dilihat dari nama produknya, yaitu “13 PIECES OF WOOD AND 2 BITS OF ROPE” kita ketahui bahwa meja ini terdiri dari 13 potongan kayu, dan 2 buah karet sebagai penuncinya.

Jadi, itulah beberapa contoh produk interior yang menggunakan sistem konstruksi easy–assembly. Terima kasih atas waktu yang sudah kalian luangkan untuk membaca artikel ini. Semoga artikel ini dapat menghibur ,membuka pikiran pembaca sekalian mengenai konstruksi easy – assembly, dan jangan lupa komen mengenai pendapat pembaca sekalian ya.

Penulis: Favian Ferdinand (Mahasiswa Jurusan Desain Interior, Universitas Kristen Petra)
Related posts
Arsitektur & Interior

Makin Betah di Kamar dengan Dekorasi Bernilai Personal

Arsitektur & Interior

Desain Interior untuk Gaya Hidup Sehat dengan Desain Biofilik

Arsitektur & Interior

Cara Memikat Minat Pengunjung Untuk Balik Ke Workshop Gallery Anda

Arsitektur & Interior

Pemanfaatan Furniture Bekas Dan Sampah Plastik Untuk Produk Interior