Arsitektur & Interior

Yuk Simak Arsitektur Regionalisme oleh Kenneth Frampton!

Arsitektur Regionalisme

“The fundamental strategy of Critical Regionalism is to mediate the impact of universal civilization with elements derived indirectly from the peculiarities of a particular place.”  by Kenneth Frampton

Kenneth Frampton merupakan seorang arsitek dan sejarawan yang menjelaskan ide-idenya tentang regionalisme kritis. Dalam bukunya, Kenneth Frampton menjelaskan bahwa regionalisme dalam arsitektur sangat berkaitan dengan konteks dan menciptakan bangunan yang memiliki keseimbangan dengan lingkungannya. Frampton juga berpendapat bahwa regionalisme bukanlah konsep yang tetap dan stabil karena secara geografis, setiap wilayah/region itu memiliki ciri kedaerahan yang berbeda-beda, bergantung pada budaya setempat serta iklim dan teknologi yang ada. Khususnya istilah ‘wilayah’ terus berubah sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi sekitarnya. Oleh karena itu, penerapan regionalisme ini penting bertujuan untuk mengangkat lokalitas kebudayaan masyarakat agar lebih dikenal oleh masyarakat luas dan menghasilkan desain yang sesuai dengan wilayah tertentu. Lalu poin-poin apa saja yang penting untuk dijadikan acuan saat merancang bangunan? Yuk simak poin-poin arsitektur regionalisme oleh Kenneth Frampton di bawah ini!

Critical Regionalism and Vernacular Form 

Arsitektur Regionalisme

Sumber Gambar : emap.com

Frampton menekankan dalam Regionalisme Kritis dan Bentuk Vernakular bahwa vernakular tidak boleh dikenal sebagai regionalisme karena regionalisme sifatnya sadar diri dan kritis sedangkan vernakular tidak sadar dan kebetulan. Regionalisme kritis pada bangunan harus mencerminkan budaya dan tradisi wilayahnya melalui desain dan bahannya.

The Myth and The Reality of The Region

Memahami realitas wilayah, seperti lokalitas, iklim, dan sebagainya, adalah penting. Namun, berpikir hanya dalam hal itu hanya akan mengarah ke batasan yang salah. Sumber variabel, seperti mitos, menghasilkan pemikiran tambahan tentang suatu wilayah untuk dipahami.

“A myth can become a critical and creative force.”

Information and Experience

Arsitektur Regionalisme

Sumber Gambar : dekoruma.com

Frampton mengklaim bahwa teknologi memiliki dampak negatif pada praktik kritis sebagai akibat dari perkembangannya yang cepat. Tidak hanya dalam arsitektur, tetapi dalam segala hal lainnya, orang mulai kehilangan kapasitas untuk membedakan antara informasi dan pengalaman. Frampton menyarankan bahwa teknologi adalah saluran yang harus ditentang oleh regionalisme kritis.

Space and Place

Arsitektur Regionalisme

Sumber Gambar : interiordesign.id

Desain yang lebih mengutamakan place (suasana alam sekitar) dibandingkan dengan space (bentuk ruangan yang konkrit) dengan memperhatikan alam sekitar. Misalnya jika akan merancang di pinggir pantai, desain juga harus mengikuti suasanya di wilayah tersebut. Desain bangunan untuk di pinggir pantai hasilnya akan berbeda dengan desain di perkotaan maupun perhutanan.

Typology/Topography

Desain yang lebih mengutamakan topography (bentuk alam sekitar) dibandingkan dengan typology (bentuk bangunan yang setipe). Dengan cara memperhatikan letak geografis alam sekitar serta iklim wilayah tersebut, dicari permasalahannya dan keuntungannya kemudian diimplementasikan ke dalam bangunan.

Architectonic / Scenographic

Arsitektur Regionalisme

Sumber Gambar : Pinhome

Desain yang lebih mengutamakan architectonic (teknik-teknik membangun yang estetis) dibandingkan scenographic (estetika bentuk) karena arsitektur adalah tampilan bagaimana sebuah karya berinteraksi dengan alam dan skenografi hanya mewakili alam.

Artificial / Natural

Sumber Gambar : therivieramayatimes.com

Desain yang lebih mengutamakan hal-hal yang natural (alami) dibandingkan yang artificial (buatan) karena alam harus memiliki efek langsung pada proses desain.

Visual / Tactile

Sumber Gambar : archdaily.com

Desain yang lebih mengutamakan tactile (apa yang dirasakan) dibandingkan dengan visual (apa yang hanya bisa dilihat oleh mata), karena arsitektur tidak hanya menarik bagi indra visual tetapi juga dapat dibaca dengan persepsi lain seperti pergerakan udara, akustik, suhu, dan tekstur. Kontras indera memberikan hubungan yang kuat untuk mengamati bangunan dari sudut manapun.

“Above all, it is a concept of the environment where the body as a whole is seen as being essential to the manner in which it is experienced.”

Penulis: Gabriella Tabhita – Universitas Kristen Petra Surabaya
Related posts
Arsitektur & Interior

Makin Betah di Kamar dengan Dekorasi Bernilai Personal

Arsitektur & Interior

Desain Interior untuk Gaya Hidup Sehat dengan Desain Biofilik

Arsitektur & Interior

Cara Memikat Minat Pengunjung Untuk Balik Ke Workshop Gallery Anda

Arsitektur & Interior

Pemanfaatan Furniture Bekas Dan Sampah Plastik Untuk Produk Interior

Leave a Reply

Your email address will not be published.