Jangan Sampai Kelewatan 3 YouTuber Indonesia Ini, GenK!

Dibaca Normal: 5 menit aja
3-kreator-konten-youtube-indonesia

Saat ini sulit memisahkan YouTube dari kehidupan sehari-hari kita, GenK! Lagi bosan dan tidak tahu mau berbuat apa? Buka YouTube. Sedang tertarik mempelajari sesuatu? Buka YouTube lagi. Nah, mungkin akun Youtuber Indonesia ini termasuk yang sering kamu tonton.

Menurut hasil riset Google yang dilansir oleh TechInAsia.com pada Mei 2018, YouTube sudah menjadi pesaing televisi sebagai sarana media yang paling sering diakses orang Indonesia. Dari 1.500 responden, 53% menyatakan mengakses YouTube setiap hari, sementara 57% menyatakan menonton televisi setiap hari. Tak mengherankan jika wajah-wajah yang dulu sering kita lihat di layar kaca kini pindah ke layar komputer kita, GenK. Nama-nama seperti Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, Deddy Corbuzier, Baim Wong dan Paula Verhoeven serta Sule kini ikut dikenal sebagai Youtuber Indonesia.

Mereka punya kanal yang aktif mengunggah konten. Meski begitu kreator Indonesia paling populer di YouTube sebenarnya bukanlah dari kalangan selebritis televisi, tetapi dua orang ini: Atta Halilintar (11 juta subscriber) dan Ria Ricis (10,2 juta subscriber).

Beberapa waktu lalu jagad Twitter sempat ramai gara-gara cuitan Kapanlagi.com yang membandingkan Atta dan Ria. Keramaian itu terjadi bukan karena penggemar masing-masing kubu saling merasa idola mereka lebih baik, melainkan karena banyak pengguna Twitter merasa kanal YouTube kedua orang tersebut tidak mendidik. Mereka menilai Atta yang kerap memamerkan gaya hidup mewah dan membuat video prank palsu serta Ria yang pernah membuang squishy ke laut dan toilet dapat membawa pengaruh buruk bagi penonton mereka yang kebanyakan masih berusia sangat muda.

Walau memiliki jumlah pengikut terbesar, tentu kita tidak bisa menganggap bahwa Atta dan Ria mewakili seluruh kreator YouTube di Indonesia. Masih ada begitu banyak sosok lain yang memproduksi video berkualitas. Karena itu, pada artikel kali ini, yuk, kita tengok tiga YouTuber Indonesia yang menarik untuk kalian simak, GenK!

1. Fathia Izzati

Fathia Izzati YouTuber Indonesia

Fathia Izzati (sumber: Youtube.com/Fathia Izzati)

Fathia Izzati, yang akrab dipanggil Chia, telah aktif sebagai kreator konten di YouTube sejak tahun 2012. Pada awalnya Chia rutin mengunggah video dirinya bernyanyi sambil main ukulele. Ia membawakan bermacam-macam jenis lagu, mulai dari Arctic Monkeys hingga Armada.

Tapi, GenK, konten pertama Chia yang mengundang perhatian adalah video berjudul 21 ACCENTS pada tahun 2013. Di dalam video tersebut, gadis berusia 24 tahun itu menirukan berbagai aksen bahasa Inggris dari sejumlah wilayah dan negara. Hingga saat ini, 21 ACCENTS sudah disaksikan hampir 11 juta kali loh!

Baca Juga
Pak Raden: Dari Suyadi untuk Anak-anak Indonesia

Sebagai anak seorang diplomat, Chia memang sempat beberapa kali berpindah negara karena tuntutan profesi ayahnya. Karena itu, tidak heran kalau lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini begitu fasih berbahasa Inggris di setiap videonya. Ia pun berbagi cerita tentang pengalamannya itu lewat video YouTube yang berjudul What Its Like To Be A Diplomat Daughter.

Bahasan Chia di kanal YouTube memang tidak jauh dari kehidupannya sehari-hari. Ia pernah juga bikin video “Cara Masuk Universitas Indonesia” berdasarkan proses yang ia lalui hingga kehidupan setelah lulus kuliah dan bekerja di firma hukum dalam What It’s Like to Work in A Law Firm. Lumayan buat referensi, GenK!

Selain tetap rutin menciptakan konten untuk pemirsa YouTube-nya, sekarang Chia disibukkan dengan kegiatannya sebagai vokalis band beraliran indie pop, Reality Club. Lalu, baru-baru ini ia merilis lagu duet bersama Kurosuke dengan persona Kittendust (sesuai username Instagram-nya) berjudul Velvet.

2. Agung Hapsah

Agung Hapsah Youtuber Indonesia

Agung Hapsah (sumber: Youtube.com/Agung Hapsah)

Jika kalian ingin tontonan dengan pengambilan gambar dan penyuntingan berkualitas tinggi dari YouTuber Indonesia, Agung Hapsah bisa jadi jawabannya, GenK! Pria bernama lengkap Muhammad Agung Aulia Hapsah ini memang sejak kecil punya minat lebih terhadap dunia videografi. Ia sudah belajar merekam dan mengolah video ketika masih berusia 11 tahun.

Agung pertama kali mengunggah video berjudul Cara Mengatur/Setting Kamera Seperti Professional ke kanal YouTube-nya pada tahun 2014. Untuk kalian yang ingin belajar video editing, rentetan konten awal Agung bisa sangat berguna loh. Ia berbagi cara menggunakan aplikasi seperti Adobe Premiere Pro dan Adobe After Effects dengan panduan berbahasa Indonesia.

Bila kalian merasa aksen Agung saat berbicara dalam video-video tersebut unik, itu disebabkan bahasa Indonesia memanglah bukan bahasa utamanya. Pria kelahiran 11 Mei 1999 ini menghabiskan beberapa tahun hidupnya di Australia, tepatnya sejak kelas 3 SD sampai kelas 8 SMP. Oleh karena itu, ia lebih lancar berkomunikasi dengan bahasa Inggris, GenK.

Tidak hanya fokus pada pembuatan video, Agung juga memproduksi konten-konten seputar situasi terkini. Simak saja video terpopuler miliknya, YOUTUBER BOCAH, yang hampir disaksikan sebanyak 4 juta kali. Di sana ia membahas fenomena anak-anak yang mendapat reaksi negatif karena aktif mengunggah video ke YouTube. Alih-alih ikut mengkritik, ia justru memotivasi mereka untuk tetap produktif karena anak-anak tersebut membuatnya ingat pada masa ciliknya. Si Agung ini sangat positif dan suportif ya, GenK!

Baca Juga
Sejarah Anime Hingga Sampai ke Indonesia

3. Gita Savitri Devi

Gita Savitri Devi Youtuber Indonesia

Gita Savitri Devi (sumber: Youtube.com/Gita Savitri Devi)

Awal mula perjalanan Gita Savitri Devi di YouTube mirip dengan Fathia Izzati. Seperti Chia, video-video awal Gita banyak berisikan cover lagu. Bedanya, Gita memulai lebih dulu, yakni pada tahun 2009. Video pertama yang muncul di kanal YouTube-nya adalah cover lagu soundtrack anime legendaris Mojacko, Seandainya Sahabatku dari Luar Angkasa.

Setahun kemudian, Gita berangkat ke Jerman untuk melanjutkan studi di Freie Universit瓣t, Berlin. Pada waktu awal berada di sana, ia masih saja mengisi kanal YouTube-nya dengan berbagai cover lagu. Biasanya ia bernyanyi sembari diiringi oleh permainan gitar atau keyboard pacarnya, Paul Andre Partohap. Sampai akhirnya di tahun 2016 ia mulai aktif membuat video blog atau biasa disebut vlog.

Melalui vlog tersebut Gita banyak menampilkan kesehariannya: berbincang dengan teman-teman sesama mahasiswa Indonesia, berbagi kiat berdandan, hingga bertemu tokoh-tokoh Indonesia yang sedang berada di Jerman. Gita mulai mendapatkan banyak perhatian setelah mengunggah video Kuliah di Jerman. Sesuai judulnya, ia bercerita soal tahap-tahap yang ia lalui sampai dapat berkuliah di Jerman. Kini video tersebut telah disaksikan sebanyak 1,3 juta kali, GenK!

Gita juga rajin mengemukakan pendapatnya soal isu-isu yang tengah berkembang di level nasional maupun internasional. Seri video ini ia beri nama Beropini. Kepada Wolipop, Gita mengaku video-video opini ini sebagai bentuk tanggapan terhadap kreator konten lainnya yang kerap menggunakan kata-kata kasar padahal penontonnya kebanyakan masih sangat belia. Aku ingin pelan-pelan kasih tahu mereka ada tontonan yang lebih bermakna dan biar mereka berpikir kritis kedepannya, jelas Gita.

Baca Juga
Wong Kar Wai dan 3 Filmnya yang Perlu Kamu Tonton

Setelah kembali ke Indonesia, Gita menerbitkan buku Rentang Kisah pada tahun 2017. Buku tersebut merupakan kumpulan kisah hidup perempuan kelahiran 27 Juli 1992 ini selama tujuh tahun menetap di Jerman. Rentang Kisah, yang telah mengalami cetak ulang sebanyak 11 kali karena laris manis ini akan diadaptasi ke layar lebar oleh Falcon Pictures.


Itulah ketiga rekomendasi kreator konten untuk kamu tonton di YouTube. Selamat menikmati ya, GenK!

Tulis Komentar

Artikel Terkait
Film, Animasi, dan Video

Mengenal Jenis-Jenis Film Dokumenter dan Cara Pembuatannya

Film, Animasi, dan Video

Ini Dia 8 Macam Genre Film Utama Biar Gak Keliru Lagi

Film, Animasi, dan Video

Ini Dia Tiga Jenis Film yang Wajib Diketahui Calon Filmmaker

Film, Animasi, dan Video

Mengenal Apa Itu Mise en Scene dalam Produksi Film

            Thank u, next!