fbpx

Meski Takut, Kenapa Kita Suka Nonton Film Horor?

Dibaca Normal: 5 menit aja 😊
alasan suka film horor

Setiap tahun, film horor selalu tayang di layar lebar baik yang diproduksi dari dalam maupun luar negeri. Meski sudah jelas nakutin dan bikin bulu kuduk merinding, tapi kenapa sih kita masih saja suka penasaran dengan film jenis ini?

Padahal, kita sudah hafal ya dengan formula yang dihadirkan. Ketika musik latarnya semakin menegangkan dan ada pemeran utama yang sedang deg-degan sendirian, tak lama kemudian biasanya hantu akan muncul.

film horor

Ilustrasi Menutup mata (Sumber: cantik.tempo.co)

Kamu mungkin punya teman yang suka menutup mukanya dan teriak histeris saat menyaksikan adegan tersebut. Atau jangan-jangan, kamu sendiri juga deg-degan setengah mati, GenK? Kami juga pernah merasakannya kok.

Entah hantu atau makhluk mengerikan lainnya yang muncul, kita selalu penasaran untuk menyaksikannya. Ibaratnya, kita rela loh mengeluarkan uang supaya ditakut-takutin. Kelakuan kita yang demikian terhadap ternyata ada alasannya, GenK.

Baca Juga   10 Film yang Diangkat dari Novel Laris Indonesia

Menakutkan Sekaligus Menghibur

Kamu pernah gak GenK, teriak ketakutan saat melihat sosok hantu di film namun setelahnya merasa senang? Tenang, kamu belum gila kok. Karena kami juga pernah mengalami hal yang sama.  

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Søren Birkvad, peneliti perfilman dari Inland Norway University of Applied Sciences, ternyata ada alasan mengapa menonton film horor terasa menyenangkan, bahkan bagi orang yang penakut.  

Birkvad menyatakan bahwa film horor mampu menghibur kita karena mampu menghilangkan rasa bosan.

Studi menunjukkan bahwa orang yang mudah bosan akan cenderung senang mencari sensasi, salah satunya dengan menonton film seram. Tidak heran ya, kalau film jenis ini juga punya bermacam-macam tingkat kengerian.

film horor 2

Film Saw (Sumber: jadiberita.com)

Film yang cenderung mengandung kekerasan seperti Saw, mungkin akan menimbulkan sensasi yang menyenangkan bagi orang-orang yang mudah bosan.

Menjelaskan Kehadiran Hantu dan Monster di Luar Alasan Religius  

Temuan lain yang ditemukan Birkvad tentang ketertarikan kita kepada film horor adalah film genre ini memberi kita penjelasan mengapa makhluk menyeramkan bisa muncul, di luar alasan religius.

Menurut Birkvad, saat ini orang-orang mulai tidak percaya kepada kekuatan setan. Itulah mengapa makhluk-makhluk menyeramkan di dalam film muncul karena alasan sains atau psikologi, misalnya psikopat yang menyeramkan seperti Hannibal Lecter.

Pantas saja ya GenK, banyak film yang bercerita dengan latar belakang sains, seperti hadirnya zombie di film Train to Busan atau pun Resident Evil. Zombie atau mayat hidup tersebut muncul karena adanya virus yang menular dari gigitan.

Baca Juga   Kenapa Green Screen Warnanya Hijau?

film horor 3

Resident Evil (Sumber: G2A.com)

Kalau kamu suka dengan film zombie, kami pernah membahas jenis film ini secara mendalam. Intinya, kami yakin film zombie akan selalu ada.

Balik lagi ke penelitian soal film horror.

Meski begitu, Birkvad menjelaskan bahwa kepercayaan terhadap adanya setan dan makhluk supranatural tetap masih ada di lingkungan yang religius. Faktor keagamaan yang kuat tersebut sepertinya menjelaskan ya GenK, mengapa film hantu Indonesia masih mengangkat soal kemunculan makhluk gaib yang bisa dilawan dengan doa, seperti film Pengabdi Setan.

film horor 4

Pengabdi Setan (Sumber: imdb.com)

Mengajarkan Kita Menangani Rasa Takut  

Alasan lain mengapa kita tertarik pada film seperti ini adaah karena film jenis ini mampu mengajarkan kita menangani rasa takut.

Psikolog Svein Åge Kjøs Johnsen menjelaskan bahwa seseorang bisa memiliki kontrol atas dua situasi, yakni pengalaman saat menonton dan rasa takut yang muncul. Dalam dunia psikologi, hal tersebut dikenal sebagai regulasi emosional.

Selain itu, menyaksikan film seram juga bisa mengalihkan perhatian kita dari perasaan yang lain. Wah, kalau galau mendingan kamu nonton film horor saja GenK, daripada film drama yang membuatmu semakin mellow.  

Adanya Sensasi Fisiologi

Glenn Sparks, seorang profesor di Purdue University melakukan penelitian yang menemukan bahwa detak jantung, tekanan darah, dan pernapasan seseorang yang menyaksikan film horor akan meningkat. Hal tersebut masih terasa bahkan setelah film selesai. Ada sensasi fisiologi yang membuat kita justru tidak merasakan takut, melainkan perasaan senang.

Baca Juga   Sejarah Film dari Masa ke Masa

Dengan adanya sensasi fisiologi tersebut, kita jadi ingin merasakannya lagi dan lagi. Hal ini menjelaskan mengapa kita tetap menyukai film hantu meskipun menyeramkan.  

Penasaran Dengan Rasa Takut

Mungkin terdengar aneh ya, tapi sebagian besar dari kita ternyata memang ingin mengalami sensasi dari perasaan takut itu sendiri.

Hal ini dikemukakan oleh profesor psikologi sosial dan organisasi dari Universitas Utrecht bahwa orang yang memutuskan untuk menyaksikan film horor memang ingin merasakan efek yang ditimbulkan oleh rasa takut.

Hal ini mungkin yang menyebabkan kita bisa mengalami rasa kecewa saat film horor yang kamu saksikan ternyata tidak membuatmu takut sama sekali. Kekecewaan memang pahit, GenK.  

Sadar bahwa Hal Menyeramkan Tersebut Adalah Fiksi

Pada beberapa dekade lampau di tahun 1994, Haidt, McCauley, dan Rozin melakukan penelitian terhadap para mahasiswa untuk menyaksikan tiga film dokumenter.

Film dokumenter pertama bercerita tentang proses penyembelihan sapi, yang kedua tentang seekor monyet yang kepalanya dipukul lalu dimakan otaknya, dan yang ketiga adalah film tentang operasi wajah.

Sekitar 90 persen mahasiswa tersebut berhenti menonton sebelum film selesai diputar karena merasakan mual dan berpendapat bahwa mereka lebih rela mengeluarkan uang untuk menyaksikan film horor ketimbang film dokumenter tersebut.

Alasan dibalik fenomena tersebut baru diketahui lima tahun kemudian oleh McCauley. Ia menyimpulkan bahwa respondennya lebih menyukai horror karena mereka tahu bahwa film horor merupakan rekayasa atau fiksi, bukan seperti film dokumenter yang benar-benar terjadi.

Jadi, kita lebih nyaman apabila tahu bahwa yang kita tonton memang sengaja dibuat sekadar untuk menakuti-nakuti kita.

Meningkatkan Keberanian

Memang terdengar aneh, tapi menyaksikan film horor ternyata digunakan sebagian orang untuk meningkatkan keberanian. Mereka percaya bahwa film horor adalah sarana uji nyali yang bisa melatih mereka dalam menghadapi rasa takut.

film horor 5

Ilustrasi keberanian (Sumber: tips-cewek.com)

Bagi penggemar film seram, rasa percaya diri bisa muncul ketika mereka bisa melampaui rasa takut. Alhasil, mereka jadi lebih berani untuk masuk ke daerah-daerah yang angker karena merasa situasinya familiar dengan apa yang terjadi di dalam film.

Selain itu, rasa percaya diri dan keberanian yang dihasilkan dari menonton film hantu tidak hanya berlaku pada situasi yang menyeramkan, melainkan juga berdampak positif pada sebagian orang dalam menjalani aktivitasnya sehari-hari.

Baca Juga   10 Film Action Terbaik Indonesia yang Wajib Kamu Tonton!

Adanya Teori Katarsis

Kata teori katarsis Sigmund Freud, ledakan emosi berlebihan bisa terjadi saat emosimu tertahan. Sehingga, dibutuhkan sebuah cara untuk menyalurkan emosi yang tertahan tersebut.

Nah, film horor bisa menjadi salah satu sarana untuk menyalurkan emosimu, GenK. Hal ini juga disebabkan karena film ini mampu memancing adrenalinmu. Hasilnya, kamu jadi merasakan kepuasan tersendiri.

Itu dia GenK, alasan-alasan yang membuat kamu penasaran dan menyukai film horor meskipun kamu tidak berani-berani amat menontonnya.  


Menyaksikan film seram sebagai sarana pelepas stres memang mengasyikan, bonusnya kamu bisa meluapkan emosi ketika berteriak kaget tanpa terlihat aneh di bioskop.

Polling

Tentang Penulis

Halo GenKreativv disini.

Tulis Komentar

Artikel Terkait
Film, Animasi, dan Video

Ini Dia Cara Membuat GIF Menarik di Ponsel!

Film, Animasi, dan Video

Tips dan Trik Dasar Membuat Showreel

Film, Animasi, dan Video

9 Anime Terbaik yang Dirilis Hingga Mei 2019

Film, Animasi, dan Video

Mengenal Fungsi dan Cara Membuat Clapper Board Sederhana

Film, Animasi, dan Video

Cara Membuat Motion Graphic lewat Adobe After Effects

Film, Animasi, dan Video

Cara Membuat Lip Sync di Video Animasi Kamu

Film, Animasi, dan Video

Cara Membuat Stop Motion dan Bahan yang Dibutuhkan

Film, Animasi, dan Video

Ternyata, Film Horor Baik Loh untuk Kesehatan Mental!

Film, Animasi, dan Video

Apa Benar ASMR Bagus Buat Kesehatan?

Film, Animasi, dan Video

Level Candu Drama Korea, Kamu Termasuk Yang Mana?

Film, Animasi, dan Video

8 Film Musikal Terbaik yang Bikin Kamu Sing-along

Film, Animasi, dan Video

10 Film Animasi yang Gak Ngebosenin Buat Ditonton Ulang

Film, Animasi, dan Video

8 Film Animasi Terbaik Disney dari Tahun ke Tahun

Film, Animasi, dan Video

Kenapa Green Screen Warnanya Hijau?

Film, Animasi, dan Video

10 Film Action Terbaik Indonesia yang Wajib Kamu Tonton!

Film, Animasi, dan Video

10 Film yang Diangkat dari Novel Laris Indonesia

Film, Animasi, dan Video

Sejarah Film dari Masa ke Masa

Film, Animasi, dan Video

Jenis, Prinsip, Hingga Cara Membuat Animasi Lengkap

Film, Animasi, dan Video

Wong Kar Wai dan 3 Filmnya yang Perlu Kamu Tonton

Film, Animasi, dan Video

Film Zombie Bakal Terus Ada

            Artikel Selanjutnya