GenK LIFE

5 Kota yang Harus Lockdown di Tengah Wabah COVID-19 Dunia

Wabah pandemi COVID-19 merebak semakin luas di Indonesia. Hingga Kamis (19/3/2020), pasien positif COVID-19 di Indonesia sendiri mengalami kenaikan yang signifikan. Tercatat sudah ada lebih dari 300 kasus yang terjadi di Indonesia dengan daerah pesebaran yang beragam, mulai dari Depok, Jakarta hingga Solo. Dengan adanya kejadian tersebut, beberapa kepala daerah sendiri bahkan sampai memberikan status Kejadian Luar Biasa (KLB) atau semi lockdown.

Salah satu kota yang harus lockdown di Indonesia adalah kota Solo. Status tersebut telah diberikan langsung oleh Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo yang didasari dengan adanya temuan tiga pasien positif COVID-19. Dampaknya, sekolah dari SD/SMP/Madrasah harus ditutup selama 14 hari, yang telah dimulai pada Sabtu (14/3/2020) lalu. Tak hanya penutupan sekolah, tempat-tempat yang menjadi destinasi wisata pun harus ditutup hingga penundaan terselenggaranya event yang dianggap dapat mendatangkan massa dalam skala besar.

lockdown

Persebaran pandemi COVID-19. (Sumber: Unsplash/Markus Spiske).

Tak hanya kota Solo, kota lain yang mendapat status semi lockdown adalah kota Bogor dan Malang. Pemkab Bogor memberlakukan penutupan ke berbagai destinasi yang didatangi oleh wisatawan dengan tujuan untuk mengantisipasi penyebaran virus COVID-19. Sama seperti Bogor, Wali Kota Malang Sutiaji bahkan memberikan aturan pembatasan akses keluar dan masuk Kota Malang. Tak hanya aturan pembatasan akses, tempat hiburan malam dan juga berbagai event besar yang akan diadakan di Malang juga harus mengalami penundaan.

Keputusan untuk me-lockdown kota ini sebelumnya telah lebih dulu dilakukan oleh beberapa negara di dunia. Misalnya negara China yang sudah menutup beberapa kota yang ada di provinsi Hubei, salah satunya kota Wuhan, awal mula kasus pandemi COVID-19 banyak ditemukan dan merebak. Selain itu, ada juga beberapa kota dari negara lain yang harus merasakan lockdown di tengah wabah COVID-19 ini, sudahkah GenK tau?

1. Manila, Filipina

lockdown

Suasana sepi di kota Manila, Filipina. (Sumber: Reuters).

Manila yang kita tahu merupakan ibu kota dari negara Filipina ini menjadi salah satu kota dari negara di Asia Tenggara yang harus di-lockdown. Hal ini seiring dengan pernyataan Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada Kamis (12/3/2020) yang menaikkan status wabah virus COVID-19 menjadi level Merah Sublevel 2. Imbas dari hal tersebut, Manila harus diisolasi dan dikarantina selama 30 hari terhitung mulai dari Minggu (15/3/2020) lalu. Status lockdown diberikan bertujuan untuk mencegah penularan COVID-19 yang semakin meluas terlebih sebagian kasus terjadi di Manila.

Baca Juga :   Apa Itu Lockdown dan Kenapa Mendadak Populer di Tengah Wabah COVID-19

2. Madrid, Spanyol

lockdown

Suasana sepi di Spanyol. (Sumber: Reuters).

Dilansir AFP, negara Spanyol menjadi negara keempat setelah China, Italia dan Iran dengan jumlah kasus terkonfirmasi COVID-19 terbanyak di dunia menggantikan Korea Selatan. Walaupun negara telah memberlakukan lockdown, namun tetap terjadi lonjakan kasus yang signifikan. Kota Madrid yang menjadi ibu kota dari negara Spanyol sendiri tercatat sebagai wilayah terdampak pandemi COVID-19 paling parah. Memperpanjang status darurat bencana di Spanyol menjadi pilihan pemerintah untuk menekan angka pertumbuhan kasus agar tidak semakin parah.

About author

Related posts
GenK LIFE

Yuk, Simak Tipsnya Biar Tetap Bugar Saat Puasa Ramadhan!

GenK LIFE

Bridge of Life: Kalimat Positif Pemberi Harapan Hidup di Atas Sungai Han

GenK LIFE

Rekomendasi Podcast Indonesia Buat Menginspirasi Hari-Harimu

GenK LIFE

4 Alasan Kamu Harus Jadi Pribadi Konsisten