Rahasia di Balik Kecerdasan Buatan yang Serba Tahu

Dibaca Normal: 8 menit aja
kecerdasan buatan

Hey Google! Whats the weather for tomorrow? Pernahkah kamu menggunakan fitur smartphone Android ini? Google Assistant adalah salah satu contoh Kecerdasan Buatan yang sering kita jumpai sehari-hari, GenK. Tapi pernahkah kamu penasaran bagaimana cara kerja teknologi tersebut? Mari kita cari tahu.

Era Revolusi Industri 4.0 menjadi penanda perubahan zaman yang baru. Integrasi teknologi dalam berbagai bidang kehidupan manusia merupakan poin penting dalam revolusi kali ini. Salah satunya adalah teknologi Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Teknologi Kecerdasan Buatan telah menjadi bagian dari keseharian kita selama ini. Ponsel yang kamu gunakan, hingga komputer yang kamu pakai, semuanya menggunakan Kecerdasan Buatan.

Kecerdasan Buatan bisa tahu apa yang kamu inginkan untuk makan siang, bahkan menghubungi kontak di smartphone-mu. Namun, apakah kamu tahu rahasia dibalik Kecerdasan Buatan yang serba tahu?

Langsung disimak aja!

Apa Itu Kecerdasan Buatan?

kecerdasan buatan 1

Gambar kecerdasan buatan (sumber: futureoflife.org)

Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence adalah sistem dalam mesin yang dibuat untuk dapat meniru kemampuan manusia. Sistem tersebut dibuat berdasarkan kemampuan intelejensi manusia. Segala kegiatan yang membutuhkan kecerdasan seperti belajar, dan pertimbangan di program agar dapat dilakukan oleh mesin.

Penggunaan Kecerdasan Buatan bertujuan untuk mempermudah pekerjaan manusia. Selain menjadi lebih mudah, proses yang dilakukan pun dapat lebih efektif dan efisien, GenK.

Untuk melakukan fungsi-fungsinya, Artificial Intelligence dibuat dengan melalui serangkaian proses panjang dan kompleks. Cara kerja sistem Kecerdasan Buatan berbeda antara satu dengan lainnya tergantung pada jenis dan kegunaannya.

Cara kerja Kecerdasan Buatan

  • Machine Learning (ML)

Machine Learning adalah pengaplikasian AI pada sistem komputer yang memberikan kemampuan untuk belajar secara otomatis melalui pengalamannya tanpa perlu diprogram.

ML berfokus pada pengembangan algoritma yang dapat menganalisa data dan membuat prediksi. Metode inilah yang membuatmu sering mendapat rekomendasi rute di jalan maupun film untuk ditonton.

Bagian dari machine learning yang bertugas untuk memproses data dengan lebih baik disebut deep learning. Metode deep learning memakai Artificial Neural Network (ANN) yang mirip dengan jaringan otak manusia.

Deep learning inilah yang membuat Kecerdasan Buatan dapat belajar secara otomatis dan menggunakan data untuk melakukan proses kerjanya.

  • Neural Network

Neural network merupakan sistem jaringan pada AI yang menyerupai sistem neuron pada manusia. Layaknya neuron pada manusia, neural network tersusun atas banyak lapisan yang saling menyambung satu sama lain. Deep learning menggunakan neural network ini dalam prosesnya.

  • Natural Language Processing (NLP)

Kemampuan AI untuk mendeteksi, memahami, dan memproduksi bahasa yang digunakan manusia disebut NLP. Dengan berbekal NLP, komputer dapat memahami bahasa dalam konteks penggunaannya untuk berbagai keperluan.

Salah satu aplikasi dari NLP adalah pendeteksi spam pada email. Dengan menganalisa teks pada email, dapat diketahui apakah email tersebut merupakan junk atau tidak.

Virtual assistant seperti Siri dan Google Assistant juga menggunakan NLP untuk dapat mengerti perkataan para penggunanya.

  • Computer Vision

kecerdasan buatan 2

Computer vision bertujuan untuk mendeteksi data visual (sumber: deepai.org)

Teknologi yang mampu memproses visual pada AI disebut computer vision. Fitur ini menggunakan kamera untuk mengambil gambar yang kemudian diproses oleh deep learning. Data visual yang diperoleh dapat berupa grafik, foto, tabel, hingga tabel.

Penerapan Kecerdasan Buatan dapat diaplikasikan ke hampir seluruh bidang pekerjaan. Mulai dari industri produksi makanan, penerbangan, pendidikan, otomotif, pertanian, hingga ke industri kesehatan loh.

Baca Juga
4 Aplikasi Perekam Layar PC untuk Windows dan macOS

Tipe-Tipe Kecerdasan Buatan

Dalam perkembangannya, Kecerdasan Buatan atau AI kemudian dibagi menjadi 4 tipe berdasarkan fungsinya. Mulai dari yang paling sederhana, hingga ke AI yang paling mutakhir.

  • Reactive Machines (Tipe I)

kecerdasan buatan 3

Deep Blue AI pada kejuaraan catur (sumber: pri.org)

Bentuk pertama AI yang paling awal ditemukan adalah jenis Reactive Machine. Jenis ini memiliki kapasitas yang sangat terbatas, GenK. Mesin yang menggunakannya didesain berdasarkan kemampuan manusia untuk merespon rangsangan.

Mesin-mesin jenis ini tidak memiliki fungsi berbasis memori dalam sistemnya. Jadinya mesin tersebut tidak mampu menyimpan informasi apapun. Program yang ditanamkan khusus untuk melakukan suatu tugas atau fungsi tertentu. AI jenis ini tidak dapat belajar hal baru di luar program yang telah dibuat.

Contoh dari jenis AI ini adalah mesin produksi IBM bernama Deep Blue. Program tersebut mampu mengalahkan juara catur dunia, Garry Kasparov pada tahun 1999. Ada juga Google AlphaGo yang juga menang melawan juara Go dunia nih.

  • Limited Memory (Tipe II)

kecerdasan buatan 4

Self-driving car menggunakan limited-memory AI (sumber codeburst.io)

Ini dia jenis AI yang paling sering kita jumpai dalam keseharian kita, GenK. Limited memory AI sedikit mirip dengan jenis reactive machine. Bedanya adalah pada kemampuan limited memory untuk menyimpan data baru di luar program yang telah ada.

Kemampuan untuk menyimpan data membuat AI ini dapat belajar hal baru GenK. Saat menjalankan programnya, limited memory dapat menerima rangsangan dari luar dan disimpan di dalam pusat memorinya. Data yang disimpan lalu ditambahkan ke database program.

Setelah dianalisis, data yang ada digunakan untuk menentukan keputusan yang akan dilakukan setelahnya. Namun yang data disimpan hanya bersifat temporal.

Aplikasi seperti chatbots dan virtual assistant menggunakan AI jenis ini. Penggunaan lainnya dapat ditemui pada mobil-mobil dengan teknologi self-driving. Dengan menggunakan limited memory technology, mobil tersebut dapat menyimpan data perjalanan penggunanya.

Informasi berupa kecepatan mobil di sekitarnya, dan jarak antara kendaraan lalu digunakan untuk meningkatkan kemampuan navigasi jalan.

Baca Juga
Nongkrong Jadi Seru dengan Werewolf Game
  • Theory of Mind (Tipe III)

kecerdasan buatan 5

Theory of Mind AI dapat memahami pikiran manusia (sumber: edureka.co)

Secara psikologis, perilaku manusia dipengaruhi oleh pikiran, emosi, dan juga ingatan. Hal inilah yang membedakan antara manusia dan makhluk lainnya, termasuk robot. Nah, AI tipe III ini dirancang untuk dapat memahami tingkah laku manusia melalui pikiran dan emosinya.

Theory of Mind AI dapat digunakan untuk berinteraksi dengan manusia secara lebih baik. Program pada jenis ini dirancang untuk menangkap keadaan lingkungan dan pengaruhnya pada pikiran dan emosi manusia.

Data yang ada dapat kemudian digunakan untuk memprediksi niat dan tingkah laku sedasarnya, Theory of Mind merupakan AI yang lebih peka dan dapat lebih memahami manusia.

Tapi sayangnya nih, jenis yang satu ini masih ada dalam konsep semata. Pengembangannya baru sebatas pada teori dan penelitian saja, GenK, belum ada di dunia nyata.

Nah, meskipun belum ada di dunia nyata, contoh AI jenis ini bisa kamu temukan dalam dunia fiksi. Seperti C-3PO dan R2-D2 dari seri film Star Wars, atau Sonny dari film I, Robot di tahun 2004.

  • Self-awareness (Tipe IV)

kecerdasan buatan 6

Ava dari film Ex Machina merupakan AI self-awareness (sumber: polygon.com)

Puncak dari pengembangan AI yang paling maju, tipe IV, self-awareness. Ini dia impian dan tujuan akhir yang ingin dicapai oleh para peneliti. AI Self-awareness memiliki kemampuan paling mutakhir dibanding ketiga jenis lain.

Seperti namanya, self-awareness, mempunyai kemampuan berpikir layaknya manusia pada umumnya. AI ini dapat bergerak dengan keinginannya sendiri tanpa adanya program, hingga memiliki perasaan loh.

Jika AI Theory of Mind hanya mampu merespon tindakan dan perasaan seseorang, beda halnya dengan self-awareness. AI ini memiliki kesadarannya sendiri, yang membuatnya bisa bertingkah laku seperti manusia pada umumnya.

Bukan hanya sekadar berbicara, mendengar, atau bergerak, AI Self-awareness juga dapat mempunyai kebutuhan dan tujuan hidup, GenK. Contohnya saja karakter robot Ava dari film tahun 2015 berjudul Ex Machina.

Sama seperti Theory of Mind, AI Self-awareness juga masih berupa angan-angan semata. Masih banyak hal yang belum dapat dipahami oleh para peneliti untuk dapat mengembangkan tipe IV ini. Butuh waktu puluhan, hingga ratusan tahun lagi sebelum kita benar-benar bisa menciptakan AI Self-awareness

Baca Juga
Hero Mobile Legend yang Sering Jadi Jagoan Para Players

Kecerdasan Buatan yang Serba Bisa

Angkat tangan jika kamu pecinta Iron Man!

Superhero yang terkenal dengan armor warna merah dan emas khasnya ini adalah satu contoh pengguna Artificial Intelligence. Kalian tentu mengenal sang asisten pribadi, Jarvis, yang setia menemani Tony Stark di setiap petualangannya.

Jarvis, atau J.A.R.V.I.S (Just A Rather Very Smart Intelligence) adalah kecerdasan buatan yang diciptakan oleh Tony Stark untuk membantunya dalam banyak hal. Jarvis adalah AI mutakhir yang tergolong pada tipe III, self-awareness.

Sang asisten pribadi diprogram dengan suara pria Inggris dan dapat mengerjakan berbagai pekerjaan. Mulai dari berkomunikasi layaknya asisten biasanya, mengendalikan armor Iron Man, hingga meretas sistem komputer pemerintah loh.

Meskipun kemampuannya yang luar biasa, Jarvis hanyalah sekadar bagian dari cerita fiksi semata, GenK. Di dunia nyata, kamu juga bisa menemukan kecerdasan buatan serupa yang juga tak kalah hebatnya.

Ini dia para AI di sekeliling kita

  • Virtual Assistant

kecerdasan buatan 7

Contoh virtual assistant Siri (sumber: theverge.com)

Kecerdasan buatan serba bisa pertama adalah asisten virtual. Virtual assistant merupakan AI yang sering dijumpai dalam banyak perangkat pintar seperti smartphone, laptop, dan komputer tablet. Asisten digital ini mampu berbicara dan membantumu mengerjakan banyak hal, GenK.

Kamu dapat mengatur alarm, mencari informasi, membuat jadwal, menelepon orang, hingga mengetik pesan hanya dengan perintah suara. Beberapa versi virtual assistant bahkan juga mampu menyalakan dan mematikan lampu di rumahmu loh.

Perusahaan teknologi berlomba-lomba untuk membuat virtual assistant versi mereka sendiri. Jika kamu pengguna setia produk Apple, pasti sudah akrab dengan Siri.

Siri adalah virtual assistant yang ada di produk-produk buatan Apple mulai dari iPhone, Mac, dan iPad. Kamu dapat menggunakan Siri hanya dengan mengatakan Hey Siri pada perangkat Apple-mu. Siri juga dapat memakai suara pria dan wanita dengan bahasa, dan aksen yang berbeda-beda nih.

Para asisten digital

Selain Siri, ada beberapa AI virtual assistant yang juga cukup populer.

  1. Google Assistant dari Google. Asisten digital ini dapat ditemukan dengan mudah di smartphone berbasis Android. Mirip dengan Siri, kamu dapat mengatur suara Google Assistant dengan banyak pilihan bahasa dan aksen.
  2. Alexa dari perusahaan retail, Amazon. Berbeda dengan virtual assistant pada umumnya yang terintegrasi dengan smartphone. Alexa diprogramkan pada smart speaker, Amazon Echo.
  3. Bixby dari perusahaan teknologi raksasa asal Korea Selatan, Samsung. Tak mau kalah dengan pesaing utamanya, Apple, merek asal Negeri Ginseng turut mengebangkan Bixby. Virtual assistant khusus para pengguna smartphone buatan Samsung ini cakupannya lebih terbatas. Cuma bisa ditemukan di beberapa versi smartphone saja, GenK.
  4. Cortana dari perusahaan Microsoft. Sebagai perusahaan teknologi terkemuka, Microsoft juga memiliki virtual assistant bernama Cortana. AI ini baru dikembangkan dalam beberapa tahun terakhir pada perangkat-perangkat berbasis Windows.
  • Chatbot: AI Ceriwis yang Tahu Banyak

kecerdasan buatan 8

Gambar AI chatbot (sumber: chatbotsmagazine.com)

Siapa yang pernah coba main Simsimi? Pada tanya apa aja, GenK?

Aplikasi populer dengan karakter khasnya berwarna kuning dan berbentuk bulat. Simsimi adalah AI chatbot yang dapat bercakap-cakap dengan para pengguna melalui teks.

Bagi kamu yang butuh teman untuk chat, bisa coba untuk mengunduh aplikasi unik ini.

Nah, Simsimi merupakan contoh AI chatbot yang mampu menjawab pertanyaan lewat sistem chatting di aplikasinya. Kamu bisa menanyakan banyak hal mulai dari politik, kuliner, filosofi, hingga urusan pribadi ke Simsimi loh.

Chatbot merupakan AI yang diprogram dengan database khusus untuk dapat berinteraksi dengan para penggunanya melalui teks atau audio. Kegunaan dari chatbot yang paling utama ada di bidang pelayanan pelanggan (customer service).

Dengan menggunakan chatbot, para pengguna layanan tertentu seperti perbankan dapat menanyakan informasi tanpa perlu pergi ke bank. Juga dipakai dalam online shopping untuk membantu para pembeli memilih barang yang sesuai.

AI ini memang paling banyak digunakan di dunia bisnis, khususnya bagian pemasaran. Kemampuannya untuk menjawab pertanyaan layaknya sedang bercakap dengan manusia biasa membuat chatbot mulai digandrungi para pemilik bisnis. Di Indonesia, kamu dapat menemukan beberapa startup kecerdasan buatan yang memproduksi chatbot loh.


Kecerdasan buatan memang menjadi salah kemajuan teknologi dengan sejuta manfaat. Meskipun dapat meringankan pekerjaan kita, adanya teknologi jangan sampai membuat kamu menjadi malas yah.

Ditulis Oleh

Wahyu Ramadhan adalah alumnus dari jurusan Bahasa Prancis, Universitas Gadjah Mada. Saat ini ia bekerja sebagai Content Writer di Kreativv ID. Hobi menulisnya berkembang sejak ia duduk di bangku SMA hingga sekarang. Dengan menulis, ia dapat belajar banyak hal baru dan berbagi ilmu yang dimilikinya dengan orang banyak. Pemuda yang menyukai warna merah ini senang membaca buku dan belajar hal baru dengan ditemani segelas susu atau jus jambu.

Tulis Komentar

Artikel Terkait
Game dan Teknologi

6 Rekomendasi Kursi Gaming Murah Terbaik Anti Kantong Jebol

Game dan Teknologi

6 Rekomendasi Mouse Gaming Murah Terbaik di Bawah 200 Ribu

Game dan Teknologi

Trik Android untuk Mengembalikan File yang Terhapus

Game dan Teknologi

7 Rekomendasi Situs Download Font Keren Gratis dan Legal

            Thank u, next!